Jumat, 08 Mei 2015

apa yang aku tidak suka?

hi..
namaku irma
aku hobi belajar. hahah :)
dan aku juga senang sekali menari.

tapi ada hal yang aku benci.
hmmm..
aku benci pacaran sebelum pernikahan.
dan benci melihat orang belum nikah berpacaran..
hihih.. ^^

begitulah
sampai jumpa lagi..
c u

Kamis, 26 Maret 2015

Write!


Kamu tahu,
Aku bahkan sudah membaca berbagai buku tentang menulis.
Tentu saja untuk menambah niat dan motivasiku agar mau mulai menulis!
Kadang aku gak mood, males, bahkan begitu enggan dan berat untuk menulis.
Tapi ada banyak sekali hal-hal yang ingin ku sampaikan, yang rasanya begitu menyesakkan jika tidak segera kutulis!
Maka, jadilah berbagai buku tentang menulis aku lahap juga untuk mendorongku agar segera mau menulis!

Tapi
Ntahlah,
Setiap kali selesai membaca buku-buku mereka yang kulanjutkan dengan mencatat segala tips yang mereka berikan, tetap saja...akhirnya aku kembali ke tips nomor 1 bagiku.

Ya. 
Tips yang diberikan oleh seorang adik melalui blognya.
Bahkan  aku mulai memberanikan diri mempublikasikan tulisan melalui blog, setelah membaca tips darinya!


Here i share for you guys..what he said,
Tips menulis? Tulis aja!
Kamu sukakan menulis status di Facebook, Twitter, BBM, Path, dan lain-lain?
Kamu sudah belajar menulis semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Maka, jangan sampai aturan-aturan tertentu yang orang lain sampaikan membunuh kreatifitasmu. 
Walau kadang aku secara pribadi memaksakan diri ketika memulai. Baik itu kurang motivasi atau malas. 
Nih ya. dengan tidak terlalu terpaku pada pola tulisan yang orang lain buat, yang kamu anggap sebagai "penulis hebat" siapa tahu kamulah yang akan membuat pola tulisan baru, kreatifitas baru!
Tips-tips menulis? 
Mulailah, dan temukan tips-tips menulismu sendiri!”@Jamal Anshari


Rabu, 25 Maret 2015

2 Alasan Kenapa Stay Tune @91fm Selalu Sukses nge_HIP Hari-hariku!

Yuhuuuuu....
Masih aura 2015 ni
Awal tahun penuh ceria!
Seceria jari-jariku yang selalu heboh nulis ini itu...hihi^^

Nah..
Kali ini yuk kita cang panah tentang broadcast!
Wew..apaan tu?
Yeup!
About radio!
Sering listen to radio kan?
Sijiwa muda kayak kamu pasti gak asing lagi dengan radio.
Apa radio favoritmu?
Aku yakin teman-teman memiliki channel radio favorit yang gak cuma satu!
sesuai dengan karakter jiwa dan suasana hati tentunya.

Nah, bagiku ada satu radio yang sukses menempati ruang hatiku!.
Radio ini selalu berhasil bikin Nyaman dihati Membuka Cakrawala para pendengarnya.
Can you guess what is it?
Bingo! You are right!
Radio seulaweut 91fm! Nyaman dihati Membuka Cakrawala

Wuaw,
Kerennya lagi radio 91fm kota Banda Aceh ini, selalu sukses nge_HIP hari-hariku!
Hah? Kok bisa? Yeup. Ya bisa la!
Ni dia 2 Alasan Kenapa Stay Tune @91fm Selalu Sukses nge_HIP Hari-hariku!

Alasan Pertama: Karena Stay Tune @Radio Seulaweut itu, Bikin Aku Tau, Ternyata Nasyid Jauh Lebih Sukses Nge_Hip Hari-hariku Jadi Lebih Ceria Dibandingkan Dengan MP3 Musik Korea, wow!!

K-Pop?
Anak muda mana yang gak gandrung sama genre musik satu ini, terlebih lagi cewe-cewe!
Genre musik yang berasal dari negara romantic country ini, selalu sukses nyedot perhatian dan waktu muda-mudi untuk selalu mendengarkannya.
Asli!!
Para mudi Indonesia, bahkan rela nge_download musik K-POP ini sampai dalam jumlah Giga yang cukup besar, 8-12 GB! eww.
Parahnya lagi, bisa jadi jumlah tadi hanyalah jumlah minimum bagi kalangan remaja tertentu.
tapiii, tunggu dulu...


Gak selamanya kebiasaan tadi merupakan kesalahan mereka 100%, bisa jadi kegandrungan itu muncul karena mereka tidak tahu ada pilihan genre musik lain yang mampu menghibur mereka.

Mungkin men_download lagu-lagu dangdut adalah aktivitas yang sama sekali tidak menarik bagi mereka.
Apalagi menyimpannya dalam komputer, ewww...gak banget deh fikir mereka!

Tapi lihat!
Apa yang terjadi sekarang?
Radio Seulaweut hadir memberikan solusi tepat!

Satu per satu,
anak-anak muda yang awalnya menggilai genre American-Pop bahkan K-pop sekalipun, telah berubah pilihan kesukaannya menjadi pencinta nasyid.

Well, ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mendengarkan musik, bahkan ada yang gak bisa hidup segala kalo gak ada musik. Hadeeuuuuhhh..

Bagi sebagian anak muda, termasuk aku nih yang masih dikategorikan muda...cieeee...hahah
salah satu alasan kita dengerin musik ialah agar hari-hari yang kita jalani bisa lebih nge_HIP! Semakin hip makin semangat! Kalo makin semangat pasti ngefek jadi makin bergairah!
Kalo bergairah ngejalanin hari, rasa MALAS jadi bete ngehampiri!

Dulunya,
Jaman-jaman SMP/SMA gitu, aku selalu belajar bertemankan musik!
Parahnya, musik bergenre POP selalu asyik untuk didengarkan, inilah sebabnya kenapa jaman jahiliyahku dulu itu, selalu diwarnai channel radio yang muter musik American-pop bahkan K-Pop! Jadilah aku bersahabat banget sama Akon, Agnes Monica and Birtney tentunya!

Well,
Sejak mengenal radio 91fm di akhir2 jaman SMA ku, tepatnya sejak awal tahun 2009, aku mulai kepo dengan nasyid.
Gak cuma kepo, mendownload lagu dan lirik-lirik nasyid, menjadi keasyikan terbaru yang sering aku lakoni sejak tahun itu.


Akhirnya, aku menyadari sesuatu!
Ada perubahan, perlahan tapi signifikan, yang terjadi pada diri!
Perubahan yang kusebut Hijrah!

Ternyata, nasyid jauh lebih ampuh ngeHIP hari-hariku!
Gak cuma ngehip untuk hiburan sesaat didunia aja, tapi ia jauuuuhhh, melampaui batas angan! 
Bahkan nasyid kadang membuatku berimajinasi tentang akhirat!
Jauh bukan?!
Bagaimana sebuah keasyikan yang bernama entertainment itu yang kebetulan bernama nasyid, bisa mengubah kehidupan seseorang?? How could it be?

Bagaimana dengan lirik ini,

“...di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..
....
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya..”
By. Fika @DoaKalbu

Lirik nasyid ini, bikin aku malu!
Malu setengah mati!
Mungkin selama ini, alangkah jarangnya membentangkan sajadah dipojokan kamar!
Ah, alangkah malunya,
Betapa jarangnya menangis terisak karena dosa!
Dada yang sesak,
Jiwa yang berkeluh kesah,
Tapi masih saja naif, tak mau mengingat-Nya banyak-banyak!
Ya, Rabb! Di hadapan-Mu, aku sungguh memalukan!

Begitulah,
Nasyid terkadang membuatku berimajinasi tentang akhirat!
aku membayangkan, bagaimana bila Allah enggan memberikan kesempatan bagiku untuk menatap wajah-Nya nanti?

Melalui Opick, Raihan, bahkan Maher Zain sekalipun yang begitu getol menyenandungkan lirik-lirik shalawat, aku pun membayang-bayang, bagaimana jika kesempatan untuk menatap keteduhan Rasulullah itu tidak datang untukku di akhirat nanti? Hanya karena aku jarang, sejarang-jarangnya bershalawat?? Oh My God, alangkah malunya! Sungguh memalukan!

Rasul yang sudi tak lelah-lelahnya menyebut-nyebut kita, bahkan hingga akhir menutup nyawa, “ummati, ummati” katanya,
Tapi kita, masih juga tak sudi bershalawat padanya,
Hah! baru shalawat sedikit saja, sudah merasa lelah!
Sungguh memalukan! Inilah wajah kita, wajah yang memalukan dan tak tahu malu!

Bagaimana dengan lirik ini,
“Oh muslimah, berbahagialah kau telah dilahirkanNya dengan mulia. 
Oh muslimah, busanamu menutup rapi, auratmu kau lindungi dengan indahnya. Oh muslimah memandangmu menyejuk hati, menundukkan nafsu hati yang goyah...”
By. Nazrey Johani @Muslimah, 2011

But, what is the real?

Kenyataannya,
Muslimah tidak berbahagia dilahirkan dengan mulia!
Kebanyakan mereka menghinakan diri!
Dimana aurat yang katanya dilindungi dengan indahnya?
Benarkah memandangnya menyejukkan hati?
uuhh,
memandang sebagian mereka, justru membakar nafsu yang goyah!

Memaknai nasyid, ada kesadaran yang terkoyak!
Kelalaian yang membelenggu, tak sabar segera terurai...
Tak sedikit,
Para muda akhirnya memutuskan, “I Want To Hijrah”
Yap.
Hijrah dari lalai menuju teringat!
Hijrah dari sipenurut nafsu menjadi sipengekang nafsu!
Hijrah dari sesak karena dosa menuju ketentraman bertemankan hidayah!

Begitulah..
Bagaimana Radio Seulaweut, menjembatani simuda semakin dekat dengan Tuhan dan Rasulnya!
Proses yang lama! Bertahun-tahun bahkan!

Tentu saja tidak ada salahnya berhibur, bukan?
Tapi hiburan tersebut haruslah bermanfaat, bukan hanya untuk kesenangan dunia, tapi juga bisa dirasai manfaaatnya hingga akhirat!
Pilihan hiburan musik berupa nasyid merupakan pilihan tepat dan tentu saja mengasyikkan!

Nasyid! Simusik bernuansa dakwah!
Memaknai lirik lagu-lagunya, ada pesan-pesan kebaikan!
Bagiku, Inilah sebabnya mengapa stay tune @Radio Seulaweut itu, bikin aku tau, ternyata nasyid jauh lebih sukses nge_hip hari-hariku jadi lebih ceria dibandingkan dengan mp3 musik Korea, wow!!


Alasan Kedua: Jargon “Membuka Cakrawala”nya Radio Seulaweut Bikin Rinduku Sama Rasul Kian Menggebu




Ada rasa yang kian menggebu,
Tentang perjumpaan pada sosok yang dirindukan.
Ya.
Rasulullah namanya!
Menatap keteduhan wajahnya, hanya akan jadi angan-angan kosong jika tidak dibarengi dengan kemauan untuk bertatap muka bukan?
Ya, aku mau!
Mau menyaksikan keteduhan wajahnya!
Nanti.
Sekarang? ah..belum waktunya!

Inilah yang kusebut keinginan!
Keinginan tanpa komitmen untuk terus menginginkan sama dengan angan-angan kosong!

Duhai Rasul,
Maka saksikanlah aku berkomitmen meneruskan estafet dakwahmu!
Agar keinginan akan sebuah perjumpaan tak lagi jadi sekedar khayalan!

Segera,
Apa yang kupunya, segala potensi, meski kecil dan tak berarti, kukerah untuk sebuah perjuangan bernama dakwah!
Tapi,..
Ntahlah,
Kadang tanpa sadar, ada lalai yang menggerogoti cita!
Ada nafsu yang menjauhi diri dari kemuliaan sepotong mimpi!

Wajarkah?
Tentu saja wajar, segenggam lalai lebih menggiurkan dari segenggam tabah jika dihadapkan pada jiwa-jiwa muda!
Bagi mereka, harumnya kesenangan dunia lebih cepat tercium mengalahkan wangi-wangi perjuangan!

Tapiiii...
Lagi-lagi Radio Seulaweut sukses mempertahankan semangat simuda bercita dakwah!
Ada usaha yang nyata disana.
Kabar Dunia Islam hadir sebagai sumber informasi, ada kepedulian yang bangkit saat terinformasi!
Dialog Islam mengedukasi sesiapa yang awalnya tak tahu menjadi tahu.
Memantik semangat yang awalnya merasa tahu, semakin bergairah dan antusias untuk mencari agar lebih tahu!
Tentu saja, Kampus Birunya yang paling ditunggu para muda bergelar mahasiswa!
Ada secuil kebanggaan tanpa balutan ria disana, saat sosok-sosok penggerak perubahan bisa berbagi, tentang aktivitas sampai prestasi!
Aha!
English Corner! Begitu mengasyikkan bukan?
Bukankah seorang da’i itu harusnya siap ditempatkan dimana saja?
Bagaimana jika kesempatan dakwah ditentukan Allah di Kanada?
Atau bahkan di Australia?
Siap tak siap harus siap, bukan?!
Cuz we are the citizen of the world, not one nation!
Beruntung! English cornernya 91fm hadir menjadi teman latihan mingguan!
What a fun Sunday with seulaweut radio, right?!

Beginilah,
bagaimana radio Seulaweut mampu mempertahankan semangat agar cita dakwah yang udah terpatri dalam diri gak cuma bertahan sehari!

Bagiku, inilah sebabnya mengapa Jargon “Membuka Cakrawala”nya Radio Seulaweut Bikin Rinduku Sama Rasul Kian Menggebu
...
Nah,
Ini ceritaku. Mana ceritamu?

The last but not the least,
Happy milad radio seulaweut^^
Together let us makes the world better, here... until the day after!

Sincere,
Your sister fillah, Irma Kharisma








Kamis, 05 Maret 2015

Ngampus Ala Syahrini: Kenali Tanda Berikut Ini!


...
Saya yakin teman-teman semua pada tau sama seleb kondang secetar Syahrini kan?
Yup.
I am sure, yes you are.

Pemilik kalimat “cetar membahana”, “alhamdulillah sesuatu ya” dan “I feel free” ini, memiliki selera fashion yang cukup cetar dan wow.

Nah,
Hebohnya,
Akhir-akhir ini ada kampus, yang mendapat julukan Kampusnya Para Syahrini.
Hah? bagaimana bisa? Who knows?

Kenali tanda berikut ini! 
Yup, tanda bahwa kampusmu terindikasi sebagai Kampusnya Para Syahrini
hihi..
Don’t be so serious ma friend… take it enjoy^^

Tanda Pertama: Pemandangan Mahasiswi Berlipstik Merah Sering Kamu Jumpai di Kampusmu! Bahkan di Kelasmu! :) wew..

Para mahasiswi semakin berani dan percaya diri dengan lipstick merahnya.
Hoho...
Awalnya malu-malu, 
karena semakin ngetrend dan lagi in, banyak yang semakin berani.
Kampus yang awalnya berfungsi sebagai  tempat belajar, dan bereksperimen dilaboratorium,
telah bertambah fungsinya sebagai tempat beauty  show.
Yup. 
Tempat untuk menampakkan “ni lihat, aku cantik kan?!” 
walo pun saya yakin gak ada yang berani ngomong gitu, tapi di hati?…hmmm… who knows?

Kalo dulu mah,
Boro-boro lipstick warna merah, 
kalo ada mahasiswi yang make lipgloss tanpa warna aja bisa dikatain “mentel” apalagi merah??  Oh my god.

Nah,
Secara psikologis dan biologis…
Lipstick merah itu berfungsi untuk menarik perhatian lawan jenis.
Ada kesan dan suasana seksi disana!
Terlepas sipemakai niat atau tidak niat,
Tahu atau tidak tahu tentang hal ini,
Yang jelas akan ada banyak reaksi dari orang lain yang mengatakan, “wow. Kamu cantik!”

Bukan cuma kaum adam saja yang bakal ngomen “kamu cantik”,
termasuk teman-temanmu yang perempuan, 
akan memberi pengakuan senada dengan kaum pria.
Yeap. 
Pengakuan bahwa “kamu cantik”.
Seperti yang saya katakan di atas, bisa jadi kamu sama sekali gak berniat untuk mengumpulkan lontaran puja-puji “kamu cantik” dari teman sekitaranmu.

Celakanya,
Plok. Plok.Plok.
The evil will give you outstanding applause!

Ya.
Para syaitan bertepuk tangan semarak.
Tentu saja kita tak dapat mendengar keriuhan tepukan mereka.
Meski tidak berniat untuk mendapatkan pengakuan “kamu cantik”
Disaat yang sama, dengan lipstick merahmu, tanpa kau sadari,
Ada tabarruj disana !

Pernah dengar tabarruj? 
Tentang tabarruj,
Ialah suatu aktivitas untuk menampakkan kecantikan. 
Baik dengan menggunakan benda-benda tertentu atau tidak, 
agar munculnya sisi kecantikan seorang wanita,
yang kemudian dapat dilihat kecantikan tersebut oleh orang lain sehingga timbullah perasaan kagum dihati orang lain tersebut terhadap kecantikan yang dilihatnya.

Sebagai contoh,
Ya itu tadi.  
Bersebab lipstick merah merona, terasa cantiklah wajah seorang wanita. 
Kemudian terpesona dan kagum sesiapa yang melihatnya. 
Lantas sadar atau tak sadar, sigadispun merasa senang dan menikmati pujian-pujian yang terlontar untuknya.

Maka, ada 2 sebab datangnya  kemurkaan Allah disini,

Sebab pertama: tabarruj! Atau menampakkan kecantikan.
Sebab kedua: ujub! Atau berbangga  diri.

Hanya gegara lipstick merah lantas allah murka?Oh my god.
Aku sih NO.
Kecuali dalam agenda seremonial khusus yang bersifat keadatan, seperti walimatul’ursy, dsb.

Nah,
Apakah kampusmu terindikasi sebagai kampusnya para syahrini?? 
Kampusnya para gadis dengan polesan lipstik merah bertebaran disana-sini? hmmm…

C’mon galz…
Kampus itu murni tempat belajar dan bereksperimen untuk menggali pengetahuan!
Menekuni berbagai bidang keilmuan! bukan tempat ajang beauty show.
Sederhana and simple aja dalam berdandan. 
Semakin simple semakin bersahaja!

Tanda Kedua: Pemandangan Gadis-gadis Yang Cukup Heboh Gonta-ganti  Tas Prada, Chanel, Vincci, Armania, Gucci dan sebagainya (walopun masih absurd apakah mereka memiliki merek-merek tersebut  versi ORI atau KW!) hahah^^




Satu tas jinjing/selempang merek Prada atau Chanel, 
versi ORInya mencapai 40juta.
Tau dari mana?
Yup. 
Di suatu kesempatan backpacker_an ke Singapore, 
saya menyempatkan eyeshopping ke tempat Syahrini biasanya berbelanja.

Begitulah adanya!
Channel, Prada..dan antek-anteknya, memiliki harga ori yang wow. 
Berkisar antara 30-80 jutaan.
Chanel boy mocca soft caviar harganya 65 jeti.
Chanel boy gold waffle medium berkisar 84 jutaan.
Hoho, jika teman-teman membelinya dengan harga 2 juta saja, maka itu adalah…KW 18!Hahah..ngapain juga repot-repot!

Kalo memang punya budget yang wow, ngapain beli barang KW.
Mending juga, langsung beli barang ori, tapi harga terjangkau. 
Misal, ransel Korea, yang ori merek MCM Cuma 6 jutaan. 
Kuat dan tahan lamaaaa.
Kalo saya mah, jangankan 40 juta, atau 6 juta, yang price 3 jutaan aja ogah saya beli!

Celakanya,
Para mahasiswi dengan fashion mentereng ini,
Males beli buku!
Potokopian bahan dosen yang harga 60ribu aja, wuih,  ributnya minta ampun.
“Mahal banget” komen mereka.
hah??
hei sista, Ini kan kampus?? 
Tempat belajar! 
Kita dituntut banyak membaca!
Ya, wajarlah harus banyak buku!
Seharusnya, kita kudu all out dalam hal membeli buku.
Jangan hitung-hitungan!

Kenyataannya,
Para mahasiswi, rela beli baju, tas dan sepatu sampe harga jutaan rupiah.
Giliran beli buku?? 
Uuuhhhh…Perhitungannya minta ampun.
Pokoknya bahan belajar harus didapat secara online. Gratis. Tisss.
Bahan ajar dosen? kopi powerpointnya!

Ini kampus neng… bukan tempat fashion show.
Ngapain habisin budget untuk baju-baju, tas-tas dan sepatu yang harganya melangit?
Sederhana aja.

Coba deh alihin tu budget untuk ngoleksi buku.
Untuk ikut seminar, untuk les toefl, les bahasa korea, hahah ^^ dan sebagainya, yang bisa ngedukung skill kamu agar semakin tajam terasah :)

Kalo aku sih, mending budgetnya dibuat untuk JJK (Jalan-jalan Keluar Nanggroe), menuh-menuhi stempel di passport ^^hihi. aamiin. aamiin. aamiin ya Rabb

Nah, apakah kampusmu terindikasi sebagai kampusnya para Syahrini?
Kampus aku sih…. au ah!

Yang penting , secara pribadi 
saya selalu berusaha sebisa mungkin menjaga diri dari hal-hal berbau tabarruj dan overshopp
Bismillah…help me ya Rabb, to keep my step always on Your way. Aamiin.

C u..
Sincere,
Irma, Your sister fillah    

Kamis, 19 Februari 2015

Ini Dia, 11 Do'a Imam Syahid Hasan Al-Banna Untuk Anaknya

"YA, Rabb.
1. Gerakkanlah anakku untuk senantiasa bangun segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar adzan, walau bagaimanapun keadaannya.
2. Biasakanlah dia agar bisa membaca, menelaah, dan mendengar Al-Quran, berdzikir kepada Allah ta’ala dan tidak menghambur-hamburkan waktunya, dalam masalah yang tidak ada faidahya.
3. Berikanlah kepadanya kesungguhan untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab yang fasih.
Ya, Rabb.
4. Jangan sampai anakku memperbanyak perdebatan dalam setiap percakapan, karena hal itu tidak mendatangkan kebaikan.
5. Jauhkanlah dia dari banyak tertawa, karena hati yang selalu berkomunikasi dengan-Mu adalah tenang dan tenteram.
6. Jauhkan dia untuk tidak banyak bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali kesungguh-sungguhan.
7. Jangan sampai dia mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.
8. Jangan biasakan dia berghibah atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun, dan biasakanlah dia berbicara dengan baik.
9. Berkenalan dengan saudaranya meskipun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah adalah cinta dan kerjasama.
10. Karena kewajibannya lebih banyak dari waktu yang tersedia, berikanlah dia kemampuan untuk menolong saudaranya dalam memanfaatkan waktunya.
11. Apabila mereka mempunyai keperluan, sederhanakan dan cepat selesaikan, Aamiin"

Rabu, 18 Februari 2015

Omo! Ini Dia 7 Alasan Mengapa “Join di BEM Unsyiah” Itu Menguntungkan Buatmu, Mahasiswa!


Hai mahasiswa.
Assalamualaikum New Semester
sebagai demisioner BEM Unsyiah yang baru saja di copot jabatannya beberapa hari lalu,
Hari ini saya iseng-iseng ngeblog berhadiah....haha... mudah-mudahan berhadiah pahala ya :)
Karena “menulis untuk melawan lupa”

Ngobrol-ngobrol tentang BEM USK, udah pada tau belum apa itu bem unsyiah? Bahan apa itu? Makanan apa itu? ...hihi

Oke. Oke.. saya gak akan memberi pengertian apapun tentang BEM Unsyiah.
Silahkan temui dan maknai sendiri apa itu BEM Unsyiah, biar kamu makin kreatif.

Hei, kamu semester berapa?
Omo! Semester 2? 4? 6?
...masih muda atuh! Saya mah udah semester 10. Omg^^
Well, tentang 7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa,
tentu saja kesemuanya adalah versi saya. Soooo... kevalidannya gak jelas, hoho.

7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa:


Alasan ke-1: Karena Kalo Gabung di BEM Unsyiah Kita Bisa Ngobrol Asik Sama Temen-temen Kita,  GAK KENAL BATAS GEOGRAFIS. 
LINTAS BENUA? Kita hambo ajuuu

Ini dia, salah satu alasan yang menguntungkan versi saya.
Kamu tahu gak kalo kantor  Bem Unsyiah itu wifinya kenceeeeeeeeeeeng banget. saya sering banget nelponin temen-temen saya di Korea, Jepang, bahkan Dubai via kakaotalk. What a fast call!

Yang asiknya lagi kalo pake skype, omo! puasnya tu disini.
Video call dengan teman-teman lintas negara, gileeeee... cepat banget, gak pake lelet. Pokoknya puas dah.

Salah satu temen Pakistan yang masih stay di Jeju, pernah ngomen, “kamu lagi dimana? Kok kelihatannya ruangannya berantakan banget?”... hahah... ya, begitulah. Dalam hati saya cuma bisa jawab, “oh God, c’mon. Ini BEM bro. Bukan kamar anak gadis. Wajarlah latar belakang pemandangan skype agak berantakan gimana gitu...hihi”. Katanya ruangan orang kreatif itu emang berantakan. Ntah iya. Hahah. Cukup senyum ajalah.

Apa? Belum punya koleksi teman dari berbagai negara?...
it’s ok my dear. It’s oke.
Justru dari sinilah, mungkin akan terbuka kesempatan kamu untuk mengoleksi teman lintas negara. Aamiin. Biiznillah.
Di BEM kamu bukan cuma bisa memperbanyak link, tapi juga kelebihan link.
Trust me.
Believe or not, kesempatan studi setahun di Jeju itu saya dapatkan dari Presidium Polhukam BEM 2012. J

Alasan ke-2: Karena Kalo Gabung di BEM itu, Kita Jadi Cerdas Menguliti Karakter!

Hah? Menguliti?
Hahah...iya menguliti.
Inti dari kontribusi sebenarnya bisa dimana saja. Termasuk di BEM Fakultas.
Yuk, kita berbuat manfaat dimana saja sesuai dengan kesukaan dan kapasitas masing-masing.

Tapi,
bedanya  BEM Univ dengan BEM Fakultas, disini kamu bisa menguliti karakter anak Teknik, menyelami hati anak Fisip, merenangi jiwa anak Keguruan, menyentuh jalan fikir anak MIPA, menerobos angan-angan anak Kedokteran, dan mengintip asa anak Hukum.
Wuaw.
Nah, masalahnya...secara umum, mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama, sedikit banyak, mereka kadang-kadang sama. Ya. Ada sesuatu yang sama dari mereka.

Tapi, ayoklah...
Perpanjang uluran tanganmu sedikit lagi, sampai menyentuh level Univ.
Kau akan  menemukan karakter-karakter yang sama sekali berbeda.
Benar-benar beda!

Selami jiwa mereka.
Kuliti karakternya.
Pahami hatinya.
Ikuti jalan fikirannya.
Gandeng asa dan mimpinya.
Terobos angan-angannya.
Intip kegalauannya. Hahah^^

Pecaya atau tidak,
mahasiswa yang memperpanjang uluran tangan sampai ke level Univ ini, juga mengulurkan tangannya di Fakultas masing-masing. Saya belum pernah melihat mahasiswa yang pegang cuma 1 amanah.
Faktanya,
mereka-mereka itu  memiliki “double duty” atau amanah rangkap. Thats why i called them ,”MAHASISWA DIATAS RATA-RATA”
haha, gak cuma ipk kan yang bisa di atas rata-rata.

Nantinya,
Ya suatu hari nanti, kau akan menyadari, teman-teman nge_BEM_mu itu akan  “menempati hatimu dengan caranya masing-masing
Oh my God. So sweet^^ Cuit cuit.

Seorang adik pernah bertanya pada kakaknya,
“kak, kalo masuk BEM ada di ospek?”.
Si kakakpun menjawab, “ada dek. Kalian akan di ospek di jalan. Di tengah jalan!”
Kakak ini bijak sekali. Faktanya, itulah kebenaran.
Open rekruitmen itu, gak pake ospek segala.
Konyol kali tu hari gini masih cerita ospek.

In a real condition, kalian akan di ospek ditengah jalan.
Di ospek oleh kondisi yang  100 persen nyata, bukan rekayasa!
Di ospek komitmen kalian. Satu persatu memilih mundur.
Gak tahan. Bisa jadi karena kepanasan terpapar teriknya uJIAn.
Atau malah karena kedinginan membeku gak tau ngapain sampe mati kutu.

Nah, ayok latihan menghargai karakter lain!
Kita start dengan latihan memahami karakter “LINTAS FAKULTAS”

Katakanlah,
Suatu hari nanti,...
bisa jadi,...
mungkin,...
kita mendapatkan scholarship untuk studi ke Perancis, atau Canada, bisa jadi Thailand atau bahkan Korea Selatan
pahamilah, di sana kita bukan hanya sekedar  menghadapi buku atau laboratorium eksperimen doank.
Faktanya, kita akan menghadapi manusia! dengan karakter dan prinsip hidup yang sama sekali BERBEDA!

Kalo di Unsyiah aja masih ribut masalah perbedaan ini itu,
beda prinsip begana begono,
anak ldk lah, anak BEM lah, macam model  lah pokoknya...
alias belum mampu menghargai karakter orang lain,
Bayangkan seandainya kita hidup di hadapkan dengan manusia lain, yang sama sekali berbeda. Semuanya beda. Prinsip hidupnya beda. Style nya beda. Agamanya beda. Habitnya beda. Semua karakternya benar-benar berbeda.
Mungkin, kita bakalan ngalamin “culture shock” berkepanjangan. Alias gak abis-abisnya.
Alhamdulillah, masa culture shock saya cuma 14 hari dari satu tahun masa hidup berdampingan dengan manusia multi-bangsa.

Seorang teman Indonesia dari Univ berbeda, yang mendapatkan kesempatan di negara yang sama seperti saya, namun ditempatkan di pulau yang berbeda,
Sebut saja namanya ukhti Bunga,
3 bulan stay di Korea, memutuskan untuk kembali ke tanah air Indonesia. Padahal masa studi masih ada 9 bulan lagi.
Waktu skype_an menanyakan alasan,
Alasannya singkat, tapi sangat disayangkan.
Yah, culture shock berkepanjangan dengan gaya hidup masyarakat atheis hedonis.
Selama ini ukhti Bunga, hidup dalam lingkungan sangat aman. “comfortable zone”. Bertemankan pula ukhti-ukhti lain yang gak kalah shaleha dari beliau.
Ukhti Bunga ini khawatir akan kelangsungan imannya.
Memang benar kata pepatah, “ragu-ragu? mundur!” beliaupun memutuskan pulang.

Tapi Bagi saya, “ragu-ragu? Maju terus! Ubah keraguan jadi keyakinan”

Di datangi misionaris? Udah jadi makanan saya sehari-hari.
Bukannya benci apalagi menghindari, para misionaris itu malah saya ketjhe_in terus sobatin. Hahah.. ^^

Diajakin minum-minum? Hahah... cetek kali tu. Itu mah, ajakan tiap hari, hangout keluar buat minum-minum.
Bukannya menolak dan minta maaf, kami bertiga mahasiswa Unsyiah, malah bilang, “yok, tapi balen kami eskrim yaaaa. Atau kopi pun boleh lah”hahah. Dasar!!

Tapi dari sanalah,
dari hangout kami itu, bukan sekedar hangout kosong! apalagi cuma buat have fun.
Kita “cang panah” pake bahasa Korea, memengaruhi jalan fikir mereka tentang keyakinan kita.

kita berhasil bikin mereka tahu apa itu ayam halal, apa itu ramadhan, mengapa harus shalat 5x, mengapa kalo punya Tuhan itu asik, kenapa harus pakai hijab padahal summer itu kan panas banget, kenapa gak boleh ciuman dan pegangan tangan,
bla bla bla...

Selami hati mereka, hargai kebiasaannya, pahami jiwanya, sentuh angannya, pandang karakternya dengan penuh hormat.

Maka sebaliknya, merekapun akan berlaku demikian pada kita.
F aksi = F reaksi

Bagi saya, Yang penting terbuka. Memahami. Kemudian menghargai. Tanpa harus terpengaruhi.
Dan ini butuh LATIHAN!
Latihannya panjang. Dan sama sekali gak gampang.

Alasan ke-3: Menjadikan Hidupmu Lebih Berwarna (fullcolor)!! Gak Flat Kayak  Sebelum-sebelumnya!

Believe or not, di BEM Unsyiah kita akan mengetahui lebih detil segala hal tentang diri kita sendiri. Kita akan menemukan apa yang sebenarnya kita suka secara spesifik. Apa yang kita mau.
Bahkan kita akan tahu apa makna “ambisi” sesungguhnya.

Hoho, bagaimana cara BEM Unsyiah mewarnai hidup kita?
Tentu saja, jawabannya hanya kita yang tahu.

Dulunya, pola pergaulan saya lurus-lurus saja. Cieeeee. Sok lurus, hihi 
Teman-teman saya adalah kumpulan anak-anak baik, gak suka merajuk, dan penurut. Yah, meski pada saat itu saya berstatus AGB (anak gaul bandaCeh), hahah. Ntah iya :)
Tapi bagi saya, pola pertemanan lurus demikian bisa dikatakan “flat
Zona aman.sangat nyaman.kurang menantang.

Nah, tentang membersamai BEM Unsyiah selama 8 bulan,
ada sosok-sosok lain yang hadir menempati hati  dan memberi warna-warna indah. Yang satu menumpahkan biru, yang satu melukis oranye, yang lain menggaris pink, sedang yang satu lagi mengecat merah.

Mereka menunjukkan jati dirinya tanpa segan.
Saat menemukan kesamaan, kita senang dan girang.
Saat perbedaan bertubrukan, kita diuji untuk memahami hati, menahan diri, lantas dengan segala kesadaran kita saling menghargai.

Sedikit banyak, mereka hadir untuk mewarnai.
Dari para mahasiswa on TOP inilah, aku menemukan hal-hal baru. Benar-benar baru dan ternyata seru.

Dari seorang adik Keperawatan, pejuang relawan SOSMAS, aku menemukan cara menyusun mind map dengan cepat dan rapi. Ya. Apapun yang kita rencanakan, selain harus di tuang dalam bentuk matriks, membuat mindmap adalah hal yang paling aku suka. Nah, belajarnya dari adik itu.

Dari adik-adik KOMINFO, aku menyadari bahwa kreativitas adalah segalanya. Mereka mengajarkan bagaimana seharusnya mahasiswa berfikir kreatif, apapun “concern” studinya

Dari adik-adik lainnya, aku juga baru tahu,
Di Unsyiah ini, masih banyak teman-teman kita yang untuk mempertahan hidup saja sulit.
1 hari, bukan kadang! tapi keseringan! makan 1 kali saja sulit!

Hah? Makan 1 hari 3x? Dua kali saja mungkin kemewahan bagi mereka.
Mereka itu nyata,
Nyata dan benar-benar ada.
Aku?
Huh, boleh dikatakan selama ini, aku dikelilingi mahasiswa berkecukupan.
Anak-anak kelas di prodiku, adalah kumpulan mahasiswa yang untuk urusan makan, aman. Tempat tinggal, nyaman.

Sori, nulis ini, aku benar-benar gak tahan dan pengen nangis aja.
Mereka, uhhh... adik-adik itu, mahasiswa ituuu, di luarnya kelihatan hepi, produktif, menghasilkan karya ini itu,  ketawa ketiwi,  tapi sering menahan diri, untuk bersabar!

Tentang survive! Tentang semangat melanjutkan studi! Tentang hidup!
Kekuatan apa yang sebenarnya ada dalam diri mereka?
Sehingga bisa dengan begitu santainya menanggung susah?
Ya Rabb,

Oh guys..C’mon...
Jangan kalian lihat dan pandang keatas, mahasiswa borjuis dengan mobilnya,
Fashion mentereng, gadget bukan maen..
Ikutan exchange dengan biaya sendiri/orang tua, benar-benar luar biasa kayanya.

Tapiiii...
Pandang kesini!
Disini ada banyak sekali mahasiswa, dengan segala kesulitan hidupnya, menahan diri DARI makan 1 hari tiga kalinya, namun mereka tampil cemerlang dengan segala kontribusinya! Mereka elegan dengan karya-karya kreatifnya!

Bahkan tak jarang, meski kondisi dililit susah,
hidup hutang-hutangan untuk bertahan,
mereka masih berani nombok,
gilanya lagi, kantong kereng pun dikorbankan juga demi terlaksananya masterpiece sebuah karya dari para “muda” untuk Indonesia.

Ah, mereka...
allah akan mencemerlangi dunia akhiratmu duhai dinda semua, sebagaimana kalian muncul menyinari  Unsyiah. Proud of you my dear all.

Alasan ke-4: Karena Kamu Akan Berubah Jadi Kreatif 100x Lipat dari Sebelumnya!

Wew...
100 x lipat?
Yang bener aja? Oke. Oke. Minimal 10x lipat laaa.

Tentang menjadi kreatif.
Ini adalah tentang menciptakan sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa sesuatu yang benar-benar baru, atau memodifikasi sesuatu yang pernah ada menjadi suatu karya yang menarik.

Tentang BEM.
Karya yang dimaksudkan disini bukan tentang menghasilkan barang/produk.
Tapi lebih kepada aktivitas dan proses-proses kreatif.

Nah, are you ready being trainee and get training ??
Who will be your trainer??
Your trainer is an experience! It will train you hardly.
Try and error is a real trainer for you!

C’mon dear...Apa lagi yang kau tunggu?
Apa passionmu?
Jika kau suka hal-hal semacam Pentas Unsyiah Fair 9, ayok nyemplung di PSDM.
Mau sampai kapan kamu bertahan menjadi sosok penonton di pentas mahasiswa?
Sudah saatnya menjadi pemain!
A player.
Being A Conceptor! A manager! And An Inisiator!

Jadi pemain di atas panggung itu memang keren, tapi pemain yang menciptakan panggung, what a cool man ^^

Oho...kamu suka ketemu dengan bapak-bapak pejabat rupanya?
Oke. Oke. Ayok renangi kolam KEMENLU.
Kementerian Luar Universitas, kepanjangannya.
Di sini tempatnya kamu menguji wawasan kamu yang meng_global.
Kamu adalah kumpulan mahasiswa dengan kemampuan komunikasi di atas rata-rata.

(apa? Belum berani komunikasi? Latihan! Wakil Menteri Kemenlu BEM 2014 bisa jadi rujukanmu)

Berwawasan dan elegan adalah karaktermu
Membangun hubungan komunikasi dengan para petinggi level provinsi bahkan negeri, kamu terlatih!
Kamu adalah orang-orang yang berani, tapi terkontrol.
Menyikapi masalah dengan kedewasaan tingkat dewa.
Meledak-ledak bukan cirimu. Emosional bukan kamu.
Senyum, ramah, ligat dan cepat adalah kekuatanmu.

(untuk ciri-ciri di atas, saya rekomendasiin WAMENLU BEM 2014 dan Menteri HUAL BEM 2010 sebagai tempatmu berdiskusi and sharing)

(what? Masih merasa belum berwawasan? Jangan minder gitu ah!
Gak asik, ayok lebih peka dan asah skill rasa keingintahuanmu pada hal-hal baru.
Hah? Masih emosional? Lagi-lagi pengen bilang, Latihan!
Omo! Masih suka cemberut, suram dan gak ligat ngerjain ini itu? Lagi-lagi, Latihan!)

Kamu, adalah mahasiswa yang terjaring dengan pola pergaulan luas.
asiknya,
Di KEMENLU ini, kamu gak cuma memiliki “link” level nasional,
Tapi, link-link internasional pun ada di genggamanmu!
Bapak-bapak ASEAN ada dalam koneksimu.
Mahasiswa ASIA ada dalam lingkaranmu.
Manusia di benua mana lagi yang ingin kau sentuh?

Tentu saja, hal ini MEMAKSAmu untuk latihan keras, agar memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata.
Masak iya berkirim email dengan orang ASEAN pake bahasa Indonesia?
Syukur-syukur kamu bisa bahasa Thailand,
Well, at least ya dengan bahasa Internasional laa, English.

Garis bawah ya. Kamu DIPAKSA oleh keadaan untuk BISA.
Bisa berkomunikasi! Bisa English! Cepat atau lambat,
look! Kau menemukan dirimu bisa!

Intinya,
Ada banyak sekali aktifitas-aktiftas di BEM yang akan MEMAKSAmu terlatih kreatif.
Baik kamu di Kementerian Luar Universitas, Sosial Masyarakat, PSDM, Pemberdayaan Perempuan, Politik Hukum dan Keamanan, Dalam Universitas, Kesekretariatan BEM, dan Kominfo

Apa cirinya kalau kreativitasmu mulai terasah??

Salah satu gejalanya itu,
Pas kamu sedang makan malam, tiba-tiba terbersit dalam fikiranmu,
“kayaknya nanti kalo aku bikin ini keren deh, ah, aku coba googling dulu, siapa tau anak-anak UI dan ITB udah pernah buat juga. Omo! Aku harus cepat hubungi Pak X di Disbudpar ni, hah? Kayaknya klo bikin kegiatan Z beririsan dengan agenda kementerian F, besok aku hub tim DPH and presidium untuk dengar ide aku ini, kira-kira apa ya tanggapan mereka?”

Pas kamu sedang sikat gigi,
“aku rasa aku harus bikin kegiatan Y ni, aaahhh, ok, besok aku coba ke B dulu, konsul dengan si C masalah D ini, tapi aku besok kuliah pulak sampe jam 2, oke malam ni aku hubungi si I dan U dulu”

Pas lagi nyetrika baju,
“hmmm... besok jadwalnya sarapan pagi bareng Gubernur ni, aku besok ngapaian ya kira-kira kalo ketemu Gubernur. Oke, aku akan nanya kabar kesehatannya dulu, trus aku mau nyampein program departemenku semester ini, minimal bisa denger tanggapan beliau. Hihi. Ah, tapi beliau kan sibuk, pasti beliau buru-buru, ok. Aku akan share 1 program terdekat aja dulu. Ok, fix”

Intinya,
Disetiap aktifitas harianmu, baik itu kuliah, nyetrika, sikat gigi, makan pagi, dsb
Akan selalu diGANGGU dengan ide-ide yang terus bermunculan di kepalamu.
Kamu butuh note, untuk mencatat ide-ide itu!
Dalam 1 hari kamu bisa produksi sampai 20 ide bahkan lebih,
Nah,
Disinilah gunanya diskusi dengan partner di Kementerianmu.
Gak semua ide harus di eksekusi!
Bahkan beberapa temanmu itu harus menekan ambisimu untuk buat ini buat itu.
Ide yang boleh di eksekusi adalah yang paling mendesak dan paling bermanfaat untuk dilakukan.
Tak Cuma itu, ide yang boleh di eksekusi adalah ide yang disetujui berdasarkan kesepakatan forum. Bukan yang diambil berdasarkan nafsu sendiri.

Dari sini,
Setelah kreatif,
Kamu akan terlatih kooperatif!


Alasan ke-5: Karena Kamu Mulai Merasakan Aura Professional Dunia Kerja. wew

Sedikit banyak, cepat atau lambat
Kamu pasti menyadari, bahwa ini memang butuh!
Ya kita butuh latihan sedini mungkin,
Latihan menjadi professional!

Di BEM, kita terbiasa berkooperasi dengan lembaga-lembaga luar kampus.
Baik dengan elit pemerintahan, maupun swasta.
Membuat kegiatan ini itu, tak akan pernah lepas dengan yang namanya “sponsorship”
Kamu harus tahu bagaimana menyusun proposal, mendelegasikan proposal, dan melakukan audiensi-audiensi.

Kesabaranmu di uji saat menghadapi banyaknya “cengkonek” mereka calon sponsorshipmu,
Keteguhanmu digoyah, saat proposalmu ditolak mentah-mentah, tanpa diberi kesempatan untuk bicara.

Wew...
Skill komunikasi dan “mencuri hati”mu ditantang apakah kau kan bertahan sampai di gerbang terdepan?

Apa? Ngapain repot buat proposal katamu? Hah? Pake uang mahasiswa aja fikirmu?
HAHAHAHA...
Ya ya ya... sampai kapan kamu mau tetap konsisten dengan pola fikir MALAS mu itu?
Bekerjalah! Berbuat untuk mahasiswa!
Bermanfaatlah!


Alasan ke-6: Karena “skill” Kamu Gak Cuma Bertambah, Tapi Juga Semakin Tajam Terasah!

Dengan latihan ketat,
Kemauan belajar keras,
Kau akan tumbuh menjadi sosok multitalent.
Kekuatanmu menguat. Kelemahanmu melemah.

In a real condition, “seseorang dengan skill melimpah dan terasah, akan selalu dicari!”

Nantinya, di dunia nyata. Saat kau mulai sadar harus berkeluarga,
“menabung” menjadi rencana awal untuk melangkah.
Kau dituntut untuk bekerja bukan?
Sebagian orang mungkin akan sibuk dan repot MENCARI kerja.
Nyatanya, ada banyak sekali orang-orang di luar sana, yang justru dicari-cari oleh KERJA.
Kesempatan datang bertubi-tubi.
Bukan hanya “tak perlu” mencari, bahkan mereka berhak memilih-milih kesempatan mana yang harus dieksekusi.
Kerennya lagi, sebagian mereka memilih untuk menciptakan kerja sendiri. Wuaw.

Yupzzzz. Merekalah manusia-manusia mantan “Mahasiswa Produktif

Perihnya belajar, sudah mereka tanggung.
Lelahnya mengumpulkan pengalaman, sudah mereka tahan.

Mereka bukan golongan mahasiswa yang percaya dengan “study smart”
Meski mungkin, mereka diakui smart.
A real smart student NEVER believe in “study smart

Nyatanya,
Mereka adalah sosok yang sudah melewati setiap slide episode study hard
Belajar keras, dengan kesabaran diatas rata-rata.
Latihan keras, dengan keyakinan berpeluh asa.

Merekalah yang keras terhadap diri sendiri.
Mudah dan lembut terhadap orang lain.


Alasan ke-7: Because of Allah
Ya. Ini adalah pilihan alasan terakhir, tapi harus menempati posisi pertama dihatimu.
#Because of allah.
Sebelum memutuskan mengerjakan sesuatu, pastikan niatnya karena allah!
Maka kau akan menemukan keberkahan.

Memburu berkah memanglah berat,
Tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.

Saya pribadi, Cuma ada satu alasan:
agar setiap hari dipandangi-Nya dengan cinta,
agar segala pinta, diberi-Nya  dengan kasih.
Membayangkan, jika hari ini saja, dipandangi-Nya dengan murka?
segala pinta diberi-Nya dengan benci?
Ya Rabb..
Tak terbayangkan betapa celakanya!

Ayok sama-sama meluruskan niat,
everything we do is because of allah.

Membersamai BEM Unsyiah? Aku sudah!!
Ini ceritaku, mana ceritamu?
:)
C u my dear all.

Jumat, 08 Mei 2015

apa yang aku tidak suka?

hi..
namaku irma
aku hobi belajar. hahah :)
dan aku juga senang sekali menari.

tapi ada hal yang aku benci.
hmmm..
aku benci pacaran sebelum pernikahan.
dan benci melihat orang belum nikah berpacaran..
hihih.. ^^

begitulah
sampai jumpa lagi..
c u

Kamis, 26 Maret 2015

Write!


Kamu tahu,
Aku bahkan sudah membaca berbagai buku tentang menulis.
Tentu saja untuk menambah niat dan motivasiku agar mau mulai menulis!
Kadang aku gak mood, males, bahkan begitu enggan dan berat untuk menulis.
Tapi ada banyak sekali hal-hal yang ingin ku sampaikan, yang rasanya begitu menyesakkan jika tidak segera kutulis!
Maka, jadilah berbagai buku tentang menulis aku lahap juga untuk mendorongku agar segera mau menulis!

Tapi
Ntahlah,
Setiap kali selesai membaca buku-buku mereka yang kulanjutkan dengan mencatat segala tips yang mereka berikan, tetap saja...akhirnya aku kembali ke tips nomor 1 bagiku.

Ya. 
Tips yang diberikan oleh seorang adik melalui blognya.
Bahkan  aku mulai memberanikan diri mempublikasikan tulisan melalui blog, setelah membaca tips darinya!


Here i share for you guys..what he said,
Tips menulis? Tulis aja!
Kamu sukakan menulis status di Facebook, Twitter, BBM, Path, dan lain-lain?
Kamu sudah belajar menulis semenjak duduk di bangku sekolah dasar. Maka, jangan sampai aturan-aturan tertentu yang orang lain sampaikan membunuh kreatifitasmu. 
Walau kadang aku secara pribadi memaksakan diri ketika memulai. Baik itu kurang motivasi atau malas. 
Nih ya. dengan tidak terlalu terpaku pada pola tulisan yang orang lain buat, yang kamu anggap sebagai "penulis hebat" siapa tahu kamulah yang akan membuat pola tulisan baru, kreatifitas baru!
Tips-tips menulis? 
Mulailah, dan temukan tips-tips menulismu sendiri!”@Jamal Anshari


Rabu, 25 Maret 2015

2 Alasan Kenapa Stay Tune @91fm Selalu Sukses nge_HIP Hari-hariku!

Yuhuuuuu....
Masih aura 2015 ni
Awal tahun penuh ceria!
Seceria jari-jariku yang selalu heboh nulis ini itu...hihi^^

Nah..
Kali ini yuk kita cang panah tentang broadcast!
Wew..apaan tu?
Yeup!
About radio!
Sering listen to radio kan?
Sijiwa muda kayak kamu pasti gak asing lagi dengan radio.
Apa radio favoritmu?
Aku yakin teman-teman memiliki channel radio favorit yang gak cuma satu!
sesuai dengan karakter jiwa dan suasana hati tentunya.

Nah, bagiku ada satu radio yang sukses menempati ruang hatiku!.
Radio ini selalu berhasil bikin Nyaman dihati Membuka Cakrawala para pendengarnya.
Can you guess what is it?
Bingo! You are right!
Radio seulaweut 91fm! Nyaman dihati Membuka Cakrawala

Wuaw,
Kerennya lagi radio 91fm kota Banda Aceh ini, selalu sukses nge_HIP hari-hariku!
Hah? Kok bisa? Yeup. Ya bisa la!
Ni dia 2 Alasan Kenapa Stay Tune @91fm Selalu Sukses nge_HIP Hari-hariku!

Alasan Pertama: Karena Stay Tune @Radio Seulaweut itu, Bikin Aku Tau, Ternyata Nasyid Jauh Lebih Sukses Nge_Hip Hari-hariku Jadi Lebih Ceria Dibandingkan Dengan MP3 Musik Korea, wow!!

K-Pop?
Anak muda mana yang gak gandrung sama genre musik satu ini, terlebih lagi cewe-cewe!
Genre musik yang berasal dari negara romantic country ini, selalu sukses nyedot perhatian dan waktu muda-mudi untuk selalu mendengarkannya.
Asli!!
Para mudi Indonesia, bahkan rela nge_download musik K-POP ini sampai dalam jumlah Giga yang cukup besar, 8-12 GB! eww.
Parahnya lagi, bisa jadi jumlah tadi hanyalah jumlah minimum bagi kalangan remaja tertentu.
tapiii, tunggu dulu...


Gak selamanya kebiasaan tadi merupakan kesalahan mereka 100%, bisa jadi kegandrungan itu muncul karena mereka tidak tahu ada pilihan genre musik lain yang mampu menghibur mereka.

Mungkin men_download lagu-lagu dangdut adalah aktivitas yang sama sekali tidak menarik bagi mereka.
Apalagi menyimpannya dalam komputer, ewww...gak banget deh fikir mereka!

Tapi lihat!
Apa yang terjadi sekarang?
Radio Seulaweut hadir memberikan solusi tepat!

Satu per satu,
anak-anak muda yang awalnya menggilai genre American-Pop bahkan K-pop sekalipun, telah berubah pilihan kesukaannya menjadi pencinta nasyid.

Well, ada banyak sekali alasan mengapa seseorang mendengarkan musik, bahkan ada yang gak bisa hidup segala kalo gak ada musik. Hadeeuuuuhhh..

Bagi sebagian anak muda, termasuk aku nih yang masih dikategorikan muda...cieeee...hahah
salah satu alasan kita dengerin musik ialah agar hari-hari yang kita jalani bisa lebih nge_HIP! Semakin hip makin semangat! Kalo makin semangat pasti ngefek jadi makin bergairah!
Kalo bergairah ngejalanin hari, rasa MALAS jadi bete ngehampiri!

Dulunya,
Jaman-jaman SMP/SMA gitu, aku selalu belajar bertemankan musik!
Parahnya, musik bergenre POP selalu asyik untuk didengarkan, inilah sebabnya kenapa jaman jahiliyahku dulu itu, selalu diwarnai channel radio yang muter musik American-pop bahkan K-Pop! Jadilah aku bersahabat banget sama Akon, Agnes Monica and Birtney tentunya!

Well,
Sejak mengenal radio 91fm di akhir2 jaman SMA ku, tepatnya sejak awal tahun 2009, aku mulai kepo dengan nasyid.
Gak cuma kepo, mendownload lagu dan lirik-lirik nasyid, menjadi keasyikan terbaru yang sering aku lakoni sejak tahun itu.


Akhirnya, aku menyadari sesuatu!
Ada perubahan, perlahan tapi signifikan, yang terjadi pada diri!
Perubahan yang kusebut Hijrah!

Ternyata, nasyid jauh lebih ampuh ngeHIP hari-hariku!
Gak cuma ngehip untuk hiburan sesaat didunia aja, tapi ia jauuuuhhh, melampaui batas angan! 
Bahkan nasyid kadang membuatku berimajinasi tentang akhirat!
Jauh bukan?!
Bagaimana sebuah keasyikan yang bernama entertainment itu yang kebetulan bernama nasyid, bisa mengubah kehidupan seseorang?? How could it be?

Bagaimana dengan lirik ini,

“...di atas sajadah yang kubentang
sedu sedan sendiri
mengaduh pada Yang Maha Kuasa
betapa naif diriku ini hidup tanpa ingat pada-Mu
urat nadi pun tahu aku hampa..
....
keluh kesah yang aku rasa
sesak dadaku
menangis pilu
saat ku urai dosa-dosaku..
dihadapan-MU ku tiada artinya..”
By. Fika @DoaKalbu

Lirik nasyid ini, bikin aku malu!
Malu setengah mati!
Mungkin selama ini, alangkah jarangnya membentangkan sajadah dipojokan kamar!
Ah, alangkah malunya,
Betapa jarangnya menangis terisak karena dosa!
Dada yang sesak,
Jiwa yang berkeluh kesah,
Tapi masih saja naif, tak mau mengingat-Nya banyak-banyak!
Ya, Rabb! Di hadapan-Mu, aku sungguh memalukan!

Begitulah,
Nasyid terkadang membuatku berimajinasi tentang akhirat!
aku membayangkan, bagaimana bila Allah enggan memberikan kesempatan bagiku untuk menatap wajah-Nya nanti?

Melalui Opick, Raihan, bahkan Maher Zain sekalipun yang begitu getol menyenandungkan lirik-lirik shalawat, aku pun membayang-bayang, bagaimana jika kesempatan untuk menatap keteduhan Rasulullah itu tidak datang untukku di akhirat nanti? Hanya karena aku jarang, sejarang-jarangnya bershalawat?? Oh My God, alangkah malunya! Sungguh memalukan!

Rasul yang sudi tak lelah-lelahnya menyebut-nyebut kita, bahkan hingga akhir menutup nyawa, “ummati, ummati” katanya,
Tapi kita, masih juga tak sudi bershalawat padanya,
Hah! baru shalawat sedikit saja, sudah merasa lelah!
Sungguh memalukan! Inilah wajah kita, wajah yang memalukan dan tak tahu malu!

Bagaimana dengan lirik ini,
“Oh muslimah, berbahagialah kau telah dilahirkanNya dengan mulia. 
Oh muslimah, busanamu menutup rapi, auratmu kau lindungi dengan indahnya. Oh muslimah memandangmu menyejuk hati, menundukkan nafsu hati yang goyah...”
By. Nazrey Johani @Muslimah, 2011

But, what is the real?

Kenyataannya,
Muslimah tidak berbahagia dilahirkan dengan mulia!
Kebanyakan mereka menghinakan diri!
Dimana aurat yang katanya dilindungi dengan indahnya?
Benarkah memandangnya menyejukkan hati?
uuhh,
memandang sebagian mereka, justru membakar nafsu yang goyah!

Memaknai nasyid, ada kesadaran yang terkoyak!
Kelalaian yang membelenggu, tak sabar segera terurai...
Tak sedikit,
Para muda akhirnya memutuskan, “I Want To Hijrah”
Yap.
Hijrah dari lalai menuju teringat!
Hijrah dari sipenurut nafsu menjadi sipengekang nafsu!
Hijrah dari sesak karena dosa menuju ketentraman bertemankan hidayah!

Begitulah..
Bagaimana Radio Seulaweut, menjembatani simuda semakin dekat dengan Tuhan dan Rasulnya!
Proses yang lama! Bertahun-tahun bahkan!

Tentu saja tidak ada salahnya berhibur, bukan?
Tapi hiburan tersebut haruslah bermanfaat, bukan hanya untuk kesenangan dunia, tapi juga bisa dirasai manfaaatnya hingga akhirat!
Pilihan hiburan musik berupa nasyid merupakan pilihan tepat dan tentu saja mengasyikkan!

Nasyid! Simusik bernuansa dakwah!
Memaknai lirik lagu-lagunya, ada pesan-pesan kebaikan!
Bagiku, Inilah sebabnya mengapa stay tune @Radio Seulaweut itu, bikin aku tau, ternyata nasyid jauh lebih sukses nge_hip hari-hariku jadi lebih ceria dibandingkan dengan mp3 musik Korea, wow!!


Alasan Kedua: Jargon “Membuka Cakrawala”nya Radio Seulaweut Bikin Rinduku Sama Rasul Kian Menggebu




Ada rasa yang kian menggebu,
Tentang perjumpaan pada sosok yang dirindukan.
Ya.
Rasulullah namanya!
Menatap keteduhan wajahnya, hanya akan jadi angan-angan kosong jika tidak dibarengi dengan kemauan untuk bertatap muka bukan?
Ya, aku mau!
Mau menyaksikan keteduhan wajahnya!
Nanti.
Sekarang? ah..belum waktunya!

Inilah yang kusebut keinginan!
Keinginan tanpa komitmen untuk terus menginginkan sama dengan angan-angan kosong!

Duhai Rasul,
Maka saksikanlah aku berkomitmen meneruskan estafet dakwahmu!
Agar keinginan akan sebuah perjumpaan tak lagi jadi sekedar khayalan!

Segera,
Apa yang kupunya, segala potensi, meski kecil dan tak berarti, kukerah untuk sebuah perjuangan bernama dakwah!
Tapi,..
Ntahlah,
Kadang tanpa sadar, ada lalai yang menggerogoti cita!
Ada nafsu yang menjauhi diri dari kemuliaan sepotong mimpi!

Wajarkah?
Tentu saja wajar, segenggam lalai lebih menggiurkan dari segenggam tabah jika dihadapkan pada jiwa-jiwa muda!
Bagi mereka, harumnya kesenangan dunia lebih cepat tercium mengalahkan wangi-wangi perjuangan!

Tapiiii...
Lagi-lagi Radio Seulaweut sukses mempertahankan semangat simuda bercita dakwah!
Ada usaha yang nyata disana.
Kabar Dunia Islam hadir sebagai sumber informasi, ada kepedulian yang bangkit saat terinformasi!
Dialog Islam mengedukasi sesiapa yang awalnya tak tahu menjadi tahu.
Memantik semangat yang awalnya merasa tahu, semakin bergairah dan antusias untuk mencari agar lebih tahu!
Tentu saja, Kampus Birunya yang paling ditunggu para muda bergelar mahasiswa!
Ada secuil kebanggaan tanpa balutan ria disana, saat sosok-sosok penggerak perubahan bisa berbagi, tentang aktivitas sampai prestasi!
Aha!
English Corner! Begitu mengasyikkan bukan?
Bukankah seorang da’i itu harusnya siap ditempatkan dimana saja?
Bagaimana jika kesempatan dakwah ditentukan Allah di Kanada?
Atau bahkan di Australia?
Siap tak siap harus siap, bukan?!
Cuz we are the citizen of the world, not one nation!
Beruntung! English cornernya 91fm hadir menjadi teman latihan mingguan!
What a fun Sunday with seulaweut radio, right?!

Beginilah,
bagaimana radio Seulaweut mampu mempertahankan semangat agar cita dakwah yang udah terpatri dalam diri gak cuma bertahan sehari!

Bagiku, inilah sebabnya mengapa Jargon “Membuka Cakrawala”nya Radio Seulaweut Bikin Rinduku Sama Rasul Kian Menggebu
...
Nah,
Ini ceritaku. Mana ceritamu?

The last but not the least,
Happy milad radio seulaweut^^
Together let us makes the world better, here... until the day after!

Sincere,
Your sister fillah, Irma Kharisma








Kamis, 05 Maret 2015

Ngampus Ala Syahrini: Kenali Tanda Berikut Ini!


...
Saya yakin teman-teman semua pada tau sama seleb kondang secetar Syahrini kan?
Yup.
I am sure, yes you are.

Pemilik kalimat “cetar membahana”, “alhamdulillah sesuatu ya” dan “I feel free” ini, memiliki selera fashion yang cukup cetar dan wow.

Nah,
Hebohnya,
Akhir-akhir ini ada kampus, yang mendapat julukan Kampusnya Para Syahrini.
Hah? bagaimana bisa? Who knows?

Kenali tanda berikut ini! 
Yup, tanda bahwa kampusmu terindikasi sebagai Kampusnya Para Syahrini
hihi..
Don’t be so serious ma friend… take it enjoy^^

Tanda Pertama: Pemandangan Mahasiswi Berlipstik Merah Sering Kamu Jumpai di Kampusmu! Bahkan di Kelasmu! :) wew..

Para mahasiswi semakin berani dan percaya diri dengan lipstick merahnya.
Hoho...
Awalnya malu-malu, 
karena semakin ngetrend dan lagi in, banyak yang semakin berani.
Kampus yang awalnya berfungsi sebagai  tempat belajar, dan bereksperimen dilaboratorium,
telah bertambah fungsinya sebagai tempat beauty  show.
Yup. 
Tempat untuk menampakkan “ni lihat, aku cantik kan?!” 
walo pun saya yakin gak ada yang berani ngomong gitu, tapi di hati?…hmmm… who knows?

Kalo dulu mah,
Boro-boro lipstick warna merah, 
kalo ada mahasiswi yang make lipgloss tanpa warna aja bisa dikatain “mentel” apalagi merah??  Oh my god.

Nah,
Secara psikologis dan biologis…
Lipstick merah itu berfungsi untuk menarik perhatian lawan jenis.
Ada kesan dan suasana seksi disana!
Terlepas sipemakai niat atau tidak niat,
Tahu atau tidak tahu tentang hal ini,
Yang jelas akan ada banyak reaksi dari orang lain yang mengatakan, “wow. Kamu cantik!”

Bukan cuma kaum adam saja yang bakal ngomen “kamu cantik”,
termasuk teman-temanmu yang perempuan, 
akan memberi pengakuan senada dengan kaum pria.
Yeap. 
Pengakuan bahwa “kamu cantik”.
Seperti yang saya katakan di atas, bisa jadi kamu sama sekali gak berniat untuk mengumpulkan lontaran puja-puji “kamu cantik” dari teman sekitaranmu.

Celakanya,
Plok. Plok.Plok.
The evil will give you outstanding applause!

Ya.
Para syaitan bertepuk tangan semarak.
Tentu saja kita tak dapat mendengar keriuhan tepukan mereka.
Meski tidak berniat untuk mendapatkan pengakuan “kamu cantik”
Disaat yang sama, dengan lipstick merahmu, tanpa kau sadari,
Ada tabarruj disana !

Pernah dengar tabarruj? 
Tentang tabarruj,
Ialah suatu aktivitas untuk menampakkan kecantikan. 
Baik dengan menggunakan benda-benda tertentu atau tidak, 
agar munculnya sisi kecantikan seorang wanita,
yang kemudian dapat dilihat kecantikan tersebut oleh orang lain sehingga timbullah perasaan kagum dihati orang lain tersebut terhadap kecantikan yang dilihatnya.

Sebagai contoh,
Ya itu tadi.  
Bersebab lipstick merah merona, terasa cantiklah wajah seorang wanita. 
Kemudian terpesona dan kagum sesiapa yang melihatnya. 
Lantas sadar atau tak sadar, sigadispun merasa senang dan menikmati pujian-pujian yang terlontar untuknya.

Maka, ada 2 sebab datangnya  kemurkaan Allah disini,

Sebab pertama: tabarruj! Atau menampakkan kecantikan.
Sebab kedua: ujub! Atau berbangga  diri.

Hanya gegara lipstick merah lantas allah murka?Oh my god.
Aku sih NO.
Kecuali dalam agenda seremonial khusus yang bersifat keadatan, seperti walimatul’ursy, dsb.

Nah,
Apakah kampusmu terindikasi sebagai kampusnya para syahrini?? 
Kampusnya para gadis dengan polesan lipstik merah bertebaran disana-sini? hmmm…

C’mon galz…
Kampus itu murni tempat belajar dan bereksperimen untuk menggali pengetahuan!
Menekuni berbagai bidang keilmuan! bukan tempat ajang beauty show.
Sederhana and simple aja dalam berdandan. 
Semakin simple semakin bersahaja!

Tanda Kedua: Pemandangan Gadis-gadis Yang Cukup Heboh Gonta-ganti  Tas Prada, Chanel, Vincci, Armania, Gucci dan sebagainya (walopun masih absurd apakah mereka memiliki merek-merek tersebut  versi ORI atau KW!) hahah^^




Satu tas jinjing/selempang merek Prada atau Chanel, 
versi ORInya mencapai 40juta.
Tau dari mana?
Yup. 
Di suatu kesempatan backpacker_an ke Singapore, 
saya menyempatkan eyeshopping ke tempat Syahrini biasanya berbelanja.

Begitulah adanya!
Channel, Prada..dan antek-anteknya, memiliki harga ori yang wow. 
Berkisar antara 30-80 jutaan.
Chanel boy mocca soft caviar harganya 65 jeti.
Chanel boy gold waffle medium berkisar 84 jutaan.
Hoho, jika teman-teman membelinya dengan harga 2 juta saja, maka itu adalah…KW 18!Hahah..ngapain juga repot-repot!

Kalo memang punya budget yang wow, ngapain beli barang KW.
Mending juga, langsung beli barang ori, tapi harga terjangkau. 
Misal, ransel Korea, yang ori merek MCM Cuma 6 jutaan. 
Kuat dan tahan lamaaaa.
Kalo saya mah, jangankan 40 juta, atau 6 juta, yang price 3 jutaan aja ogah saya beli!

Celakanya,
Para mahasiswi dengan fashion mentereng ini,
Males beli buku!
Potokopian bahan dosen yang harga 60ribu aja, wuih,  ributnya minta ampun.
“Mahal banget” komen mereka.
hah??
hei sista, Ini kan kampus?? 
Tempat belajar! 
Kita dituntut banyak membaca!
Ya, wajarlah harus banyak buku!
Seharusnya, kita kudu all out dalam hal membeli buku.
Jangan hitung-hitungan!

Kenyataannya,
Para mahasiswi, rela beli baju, tas dan sepatu sampe harga jutaan rupiah.
Giliran beli buku?? 
Uuuhhhh…Perhitungannya minta ampun.
Pokoknya bahan belajar harus didapat secara online. Gratis. Tisss.
Bahan ajar dosen? kopi powerpointnya!

Ini kampus neng… bukan tempat fashion show.
Ngapain habisin budget untuk baju-baju, tas-tas dan sepatu yang harganya melangit?
Sederhana aja.

Coba deh alihin tu budget untuk ngoleksi buku.
Untuk ikut seminar, untuk les toefl, les bahasa korea, hahah ^^ dan sebagainya, yang bisa ngedukung skill kamu agar semakin tajam terasah :)

Kalo aku sih, mending budgetnya dibuat untuk JJK (Jalan-jalan Keluar Nanggroe), menuh-menuhi stempel di passport ^^hihi. aamiin. aamiin. aamiin ya Rabb

Nah, apakah kampusmu terindikasi sebagai kampusnya para Syahrini?
Kampus aku sih…. au ah!

Yang penting , secara pribadi 
saya selalu berusaha sebisa mungkin menjaga diri dari hal-hal berbau tabarruj dan overshopp
Bismillah…help me ya Rabb, to keep my step always on Your way. Aamiin.

C u..
Sincere,
Irma, Your sister fillah    

Kamis, 19 Februari 2015

Ini Dia, 11 Do'a Imam Syahid Hasan Al-Banna Untuk Anaknya

"YA, Rabb.
1. Gerakkanlah anakku untuk senantiasa bangun segera untuk melaksanakan shalat apabila mendengar adzan, walau bagaimanapun keadaannya.
2. Biasakanlah dia agar bisa membaca, menelaah, dan mendengar Al-Quran, berdzikir kepada Allah ta’ala dan tidak menghambur-hamburkan waktunya, dalam masalah yang tidak ada faidahya.
3. Berikanlah kepadanya kesungguhan untuk bisa dan berbicara dalam bahasa Arab yang fasih.
Ya, Rabb.
4. Jangan sampai anakku memperbanyak perdebatan dalam setiap percakapan, karena hal itu tidak mendatangkan kebaikan.
5. Jauhkanlah dia dari banyak tertawa, karena hati yang selalu berkomunikasi dengan-Mu adalah tenang dan tenteram.
6. Jauhkan dia untuk tidak banyak bergurau, karena umat yang berjihad tidak berbuat kecuali kesungguh-sungguhan.
7. Jangan sampai dia mengeraskan suara di atas suara yang diperlukan, karena hal itu akan mengganggu dan menyakiti.
8. Jangan biasakan dia berghibah atau menyakiti hati orang lain dalam bentuk apapun, dan biasakanlah dia berbicara dengan baik.
9. Berkenalan dengan saudaranya meskipun dia tidak meminta, sebab prinsip dakwah adalah cinta dan kerjasama.
10. Karena kewajibannya lebih banyak dari waktu yang tersedia, berikanlah dia kemampuan untuk menolong saudaranya dalam memanfaatkan waktunya.
11. Apabila mereka mempunyai keperluan, sederhanakan dan cepat selesaikan, Aamiin"

Rabu, 18 Februari 2015

Omo! Ini Dia 7 Alasan Mengapa “Join di BEM Unsyiah” Itu Menguntungkan Buatmu, Mahasiswa!


Hai mahasiswa.
Assalamualaikum New Semester
sebagai demisioner BEM Unsyiah yang baru saja di copot jabatannya beberapa hari lalu,
Hari ini saya iseng-iseng ngeblog berhadiah....haha... mudah-mudahan berhadiah pahala ya :)
Karena “menulis untuk melawan lupa”

Ngobrol-ngobrol tentang BEM USK, udah pada tau belum apa itu bem unsyiah? Bahan apa itu? Makanan apa itu? ...hihi

Oke. Oke.. saya gak akan memberi pengertian apapun tentang BEM Unsyiah.
Silahkan temui dan maknai sendiri apa itu BEM Unsyiah, biar kamu makin kreatif.

Hei, kamu semester berapa?
Omo! Semester 2? 4? 6?
...masih muda atuh! Saya mah udah semester 10. Omg^^
Well, tentang 7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa,
tentu saja kesemuanya adalah versi saya. Soooo... kevalidannya gak jelas, hoho.

7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa:


Alasan ke-1: Karena Kalo Gabung di BEM Unsyiah Kita Bisa Ngobrol Asik Sama Temen-temen Kita,  GAK KENAL BATAS GEOGRAFIS. 
LINTAS BENUA? Kita hambo ajuuu

Ini dia, salah satu alasan yang menguntungkan versi saya.
Kamu tahu gak kalo kantor  Bem Unsyiah itu wifinya kenceeeeeeeeeeeng banget. saya sering banget nelponin temen-temen saya di Korea, Jepang, bahkan Dubai via kakaotalk. What a fast call!

Yang asiknya lagi kalo pake skype, omo! puasnya tu disini.
Video call dengan teman-teman lintas negara, gileeeee... cepat banget, gak pake lelet. Pokoknya puas dah.

Salah satu temen Pakistan yang masih stay di Jeju, pernah ngomen, “kamu lagi dimana? Kok kelihatannya ruangannya berantakan banget?”... hahah... ya, begitulah. Dalam hati saya cuma bisa jawab, “oh God, c’mon. Ini BEM bro. Bukan kamar anak gadis. Wajarlah latar belakang pemandangan skype agak berantakan gimana gitu...hihi”. Katanya ruangan orang kreatif itu emang berantakan. Ntah iya. Hahah. Cukup senyum ajalah.

Apa? Belum punya koleksi teman dari berbagai negara?...
it’s ok my dear. It’s oke.
Justru dari sinilah, mungkin akan terbuka kesempatan kamu untuk mengoleksi teman lintas negara. Aamiin. Biiznillah.
Di BEM kamu bukan cuma bisa memperbanyak link, tapi juga kelebihan link.
Trust me.
Believe or not, kesempatan studi setahun di Jeju itu saya dapatkan dari Presidium Polhukam BEM 2012. J

Alasan ke-2: Karena Kalo Gabung di BEM itu, Kita Jadi Cerdas Menguliti Karakter!

Hah? Menguliti?
Hahah...iya menguliti.
Inti dari kontribusi sebenarnya bisa dimana saja. Termasuk di BEM Fakultas.
Yuk, kita berbuat manfaat dimana saja sesuai dengan kesukaan dan kapasitas masing-masing.

Tapi,
bedanya  BEM Univ dengan BEM Fakultas, disini kamu bisa menguliti karakter anak Teknik, menyelami hati anak Fisip, merenangi jiwa anak Keguruan, menyentuh jalan fikir anak MIPA, menerobos angan-angan anak Kedokteran, dan mengintip asa anak Hukum.
Wuaw.
Nah, masalahnya...secara umum, mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama, sedikit banyak, mereka kadang-kadang sama. Ya. Ada sesuatu yang sama dari mereka.

Tapi, ayoklah...
Perpanjang uluran tanganmu sedikit lagi, sampai menyentuh level Univ.
Kau akan  menemukan karakter-karakter yang sama sekali berbeda.
Benar-benar beda!

Selami jiwa mereka.
Kuliti karakternya.
Pahami hatinya.
Ikuti jalan fikirannya.
Gandeng asa dan mimpinya.
Terobos angan-angannya.
Intip kegalauannya. Hahah^^

Pecaya atau tidak,
mahasiswa yang memperpanjang uluran tangan sampai ke level Univ ini, juga mengulurkan tangannya di Fakultas masing-masing. Saya belum pernah melihat mahasiswa yang pegang cuma 1 amanah.
Faktanya,
mereka-mereka itu  memiliki “double duty” atau amanah rangkap. Thats why i called them ,”MAHASISWA DIATAS RATA-RATA”
haha, gak cuma ipk kan yang bisa di atas rata-rata.

Nantinya,
Ya suatu hari nanti, kau akan menyadari, teman-teman nge_BEM_mu itu akan  “menempati hatimu dengan caranya masing-masing
Oh my God. So sweet^^ Cuit cuit.

Seorang adik pernah bertanya pada kakaknya,
“kak, kalo masuk BEM ada di ospek?”.
Si kakakpun menjawab, “ada dek. Kalian akan di ospek di jalan. Di tengah jalan!”
Kakak ini bijak sekali. Faktanya, itulah kebenaran.
Open rekruitmen itu, gak pake ospek segala.
Konyol kali tu hari gini masih cerita ospek.

In a real condition, kalian akan di ospek ditengah jalan.
Di ospek oleh kondisi yang  100 persen nyata, bukan rekayasa!
Di ospek komitmen kalian. Satu persatu memilih mundur.
Gak tahan. Bisa jadi karena kepanasan terpapar teriknya uJIAn.
Atau malah karena kedinginan membeku gak tau ngapain sampe mati kutu.

Nah, ayok latihan menghargai karakter lain!
Kita start dengan latihan memahami karakter “LINTAS FAKULTAS”

Katakanlah,
Suatu hari nanti,...
bisa jadi,...
mungkin,...
kita mendapatkan scholarship untuk studi ke Perancis, atau Canada, bisa jadi Thailand atau bahkan Korea Selatan
pahamilah, di sana kita bukan hanya sekedar  menghadapi buku atau laboratorium eksperimen doank.
Faktanya, kita akan menghadapi manusia! dengan karakter dan prinsip hidup yang sama sekali BERBEDA!

Kalo di Unsyiah aja masih ribut masalah perbedaan ini itu,
beda prinsip begana begono,
anak ldk lah, anak BEM lah, macam model  lah pokoknya...
alias belum mampu menghargai karakter orang lain,
Bayangkan seandainya kita hidup di hadapkan dengan manusia lain, yang sama sekali berbeda. Semuanya beda. Prinsip hidupnya beda. Style nya beda. Agamanya beda. Habitnya beda. Semua karakternya benar-benar berbeda.
Mungkin, kita bakalan ngalamin “culture shock” berkepanjangan. Alias gak abis-abisnya.
Alhamdulillah, masa culture shock saya cuma 14 hari dari satu tahun masa hidup berdampingan dengan manusia multi-bangsa.

Seorang teman Indonesia dari Univ berbeda, yang mendapatkan kesempatan di negara yang sama seperti saya, namun ditempatkan di pulau yang berbeda,
Sebut saja namanya ukhti Bunga,
3 bulan stay di Korea, memutuskan untuk kembali ke tanah air Indonesia. Padahal masa studi masih ada 9 bulan lagi.
Waktu skype_an menanyakan alasan,
Alasannya singkat, tapi sangat disayangkan.
Yah, culture shock berkepanjangan dengan gaya hidup masyarakat atheis hedonis.
Selama ini ukhti Bunga, hidup dalam lingkungan sangat aman. “comfortable zone”. Bertemankan pula ukhti-ukhti lain yang gak kalah shaleha dari beliau.
Ukhti Bunga ini khawatir akan kelangsungan imannya.
Memang benar kata pepatah, “ragu-ragu? mundur!” beliaupun memutuskan pulang.

Tapi Bagi saya, “ragu-ragu? Maju terus! Ubah keraguan jadi keyakinan”

Di datangi misionaris? Udah jadi makanan saya sehari-hari.
Bukannya benci apalagi menghindari, para misionaris itu malah saya ketjhe_in terus sobatin. Hahah.. ^^

Diajakin minum-minum? Hahah... cetek kali tu. Itu mah, ajakan tiap hari, hangout keluar buat minum-minum.
Bukannya menolak dan minta maaf, kami bertiga mahasiswa Unsyiah, malah bilang, “yok, tapi balen kami eskrim yaaaa. Atau kopi pun boleh lah”hahah. Dasar!!

Tapi dari sanalah,
dari hangout kami itu, bukan sekedar hangout kosong! apalagi cuma buat have fun.
Kita “cang panah” pake bahasa Korea, memengaruhi jalan fikir mereka tentang keyakinan kita.

kita berhasil bikin mereka tahu apa itu ayam halal, apa itu ramadhan, mengapa harus shalat 5x, mengapa kalo punya Tuhan itu asik, kenapa harus pakai hijab padahal summer itu kan panas banget, kenapa gak boleh ciuman dan pegangan tangan,
bla bla bla...

Selami hati mereka, hargai kebiasaannya, pahami jiwanya, sentuh angannya, pandang karakternya dengan penuh hormat.

Maka sebaliknya, merekapun akan berlaku demikian pada kita.
F aksi = F reaksi

Bagi saya, Yang penting terbuka. Memahami. Kemudian menghargai. Tanpa harus terpengaruhi.
Dan ini butuh LATIHAN!
Latihannya panjang. Dan sama sekali gak gampang.

Alasan ke-3: Menjadikan Hidupmu Lebih Berwarna (fullcolor)!! Gak Flat Kayak  Sebelum-sebelumnya!

Believe or not, di BEM Unsyiah kita akan mengetahui lebih detil segala hal tentang diri kita sendiri. Kita akan menemukan apa yang sebenarnya kita suka secara spesifik. Apa yang kita mau.
Bahkan kita akan tahu apa makna “ambisi” sesungguhnya.

Hoho, bagaimana cara BEM Unsyiah mewarnai hidup kita?
Tentu saja, jawabannya hanya kita yang tahu.

Dulunya, pola pergaulan saya lurus-lurus saja. Cieeeee. Sok lurus, hihi 
Teman-teman saya adalah kumpulan anak-anak baik, gak suka merajuk, dan penurut. Yah, meski pada saat itu saya berstatus AGB (anak gaul bandaCeh), hahah. Ntah iya :)
Tapi bagi saya, pola pertemanan lurus demikian bisa dikatakan “flat
Zona aman.sangat nyaman.kurang menantang.

Nah, tentang membersamai BEM Unsyiah selama 8 bulan,
ada sosok-sosok lain yang hadir menempati hati  dan memberi warna-warna indah. Yang satu menumpahkan biru, yang satu melukis oranye, yang lain menggaris pink, sedang yang satu lagi mengecat merah.

Mereka menunjukkan jati dirinya tanpa segan.
Saat menemukan kesamaan, kita senang dan girang.
Saat perbedaan bertubrukan, kita diuji untuk memahami hati, menahan diri, lantas dengan segala kesadaran kita saling menghargai.

Sedikit banyak, mereka hadir untuk mewarnai.
Dari para mahasiswa on TOP inilah, aku menemukan hal-hal baru. Benar-benar baru dan ternyata seru.

Dari seorang adik Keperawatan, pejuang relawan SOSMAS, aku menemukan cara menyusun mind map dengan cepat dan rapi. Ya. Apapun yang kita rencanakan, selain harus di tuang dalam bentuk matriks, membuat mindmap adalah hal yang paling aku suka. Nah, belajarnya dari adik itu.

Dari adik-adik KOMINFO, aku menyadari bahwa kreativitas adalah segalanya. Mereka mengajarkan bagaimana seharusnya mahasiswa berfikir kreatif, apapun “concern” studinya

Dari adik-adik lainnya, aku juga baru tahu,
Di Unsyiah ini, masih banyak teman-teman kita yang untuk mempertahan hidup saja sulit.
1 hari, bukan kadang! tapi keseringan! makan 1 kali saja sulit!

Hah? Makan 1 hari 3x? Dua kali saja mungkin kemewahan bagi mereka.
Mereka itu nyata,
Nyata dan benar-benar ada.
Aku?
Huh, boleh dikatakan selama ini, aku dikelilingi mahasiswa berkecukupan.
Anak-anak kelas di prodiku, adalah kumpulan mahasiswa yang untuk urusan makan, aman. Tempat tinggal, nyaman.

Sori, nulis ini, aku benar-benar gak tahan dan pengen nangis aja.
Mereka, uhhh... adik-adik itu, mahasiswa ituuu, di luarnya kelihatan hepi, produktif, menghasilkan karya ini itu,  ketawa ketiwi,  tapi sering menahan diri, untuk bersabar!

Tentang survive! Tentang semangat melanjutkan studi! Tentang hidup!
Kekuatan apa yang sebenarnya ada dalam diri mereka?
Sehingga bisa dengan begitu santainya menanggung susah?
Ya Rabb,

Oh guys..C’mon...
Jangan kalian lihat dan pandang keatas, mahasiswa borjuis dengan mobilnya,
Fashion mentereng, gadget bukan maen..
Ikutan exchange dengan biaya sendiri/orang tua, benar-benar luar biasa kayanya.

Tapiiii...
Pandang kesini!
Disini ada banyak sekali mahasiswa, dengan segala kesulitan hidupnya, menahan diri DARI makan 1 hari tiga kalinya, namun mereka tampil cemerlang dengan segala kontribusinya! Mereka elegan dengan karya-karya kreatifnya!

Bahkan tak jarang, meski kondisi dililit susah,
hidup hutang-hutangan untuk bertahan,
mereka masih berani nombok,
gilanya lagi, kantong kereng pun dikorbankan juga demi terlaksananya masterpiece sebuah karya dari para “muda” untuk Indonesia.

Ah, mereka...
allah akan mencemerlangi dunia akhiratmu duhai dinda semua, sebagaimana kalian muncul menyinari  Unsyiah. Proud of you my dear all.

Alasan ke-4: Karena Kamu Akan Berubah Jadi Kreatif 100x Lipat dari Sebelumnya!

Wew...
100 x lipat?
Yang bener aja? Oke. Oke. Minimal 10x lipat laaa.

Tentang menjadi kreatif.
Ini adalah tentang menciptakan sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa sesuatu yang benar-benar baru, atau memodifikasi sesuatu yang pernah ada menjadi suatu karya yang menarik.

Tentang BEM.
Karya yang dimaksudkan disini bukan tentang menghasilkan barang/produk.
Tapi lebih kepada aktivitas dan proses-proses kreatif.

Nah, are you ready being trainee and get training ??
Who will be your trainer??
Your trainer is an experience! It will train you hardly.
Try and error is a real trainer for you!

C’mon dear...Apa lagi yang kau tunggu?
Apa passionmu?
Jika kau suka hal-hal semacam Pentas Unsyiah Fair 9, ayok nyemplung di PSDM.
Mau sampai kapan kamu bertahan menjadi sosok penonton di pentas mahasiswa?
Sudah saatnya menjadi pemain!
A player.
Being A Conceptor! A manager! And An Inisiator!

Jadi pemain di atas panggung itu memang keren, tapi pemain yang menciptakan panggung, what a cool man ^^

Oho...kamu suka ketemu dengan bapak-bapak pejabat rupanya?
Oke. Oke. Ayok renangi kolam KEMENLU.
Kementerian Luar Universitas, kepanjangannya.
Di sini tempatnya kamu menguji wawasan kamu yang meng_global.
Kamu adalah kumpulan mahasiswa dengan kemampuan komunikasi di atas rata-rata.

(apa? Belum berani komunikasi? Latihan! Wakil Menteri Kemenlu BEM 2014 bisa jadi rujukanmu)

Berwawasan dan elegan adalah karaktermu
Membangun hubungan komunikasi dengan para petinggi level provinsi bahkan negeri, kamu terlatih!
Kamu adalah orang-orang yang berani, tapi terkontrol.
Menyikapi masalah dengan kedewasaan tingkat dewa.
Meledak-ledak bukan cirimu. Emosional bukan kamu.
Senyum, ramah, ligat dan cepat adalah kekuatanmu.

(untuk ciri-ciri di atas, saya rekomendasiin WAMENLU BEM 2014 dan Menteri HUAL BEM 2010 sebagai tempatmu berdiskusi and sharing)

(what? Masih merasa belum berwawasan? Jangan minder gitu ah!
Gak asik, ayok lebih peka dan asah skill rasa keingintahuanmu pada hal-hal baru.
Hah? Masih emosional? Lagi-lagi pengen bilang, Latihan!
Omo! Masih suka cemberut, suram dan gak ligat ngerjain ini itu? Lagi-lagi, Latihan!)

Kamu, adalah mahasiswa yang terjaring dengan pola pergaulan luas.
asiknya,
Di KEMENLU ini, kamu gak cuma memiliki “link” level nasional,
Tapi, link-link internasional pun ada di genggamanmu!
Bapak-bapak ASEAN ada dalam koneksimu.
Mahasiswa ASIA ada dalam lingkaranmu.
Manusia di benua mana lagi yang ingin kau sentuh?

Tentu saja, hal ini MEMAKSAmu untuk latihan keras, agar memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata.
Masak iya berkirim email dengan orang ASEAN pake bahasa Indonesia?
Syukur-syukur kamu bisa bahasa Thailand,
Well, at least ya dengan bahasa Internasional laa, English.

Garis bawah ya. Kamu DIPAKSA oleh keadaan untuk BISA.
Bisa berkomunikasi! Bisa English! Cepat atau lambat,
look! Kau menemukan dirimu bisa!

Intinya,
Ada banyak sekali aktifitas-aktiftas di BEM yang akan MEMAKSAmu terlatih kreatif.
Baik kamu di Kementerian Luar Universitas, Sosial Masyarakat, PSDM, Pemberdayaan Perempuan, Politik Hukum dan Keamanan, Dalam Universitas, Kesekretariatan BEM, dan Kominfo

Apa cirinya kalau kreativitasmu mulai terasah??

Salah satu gejalanya itu,
Pas kamu sedang makan malam, tiba-tiba terbersit dalam fikiranmu,
“kayaknya nanti kalo aku bikin ini keren deh, ah, aku coba googling dulu, siapa tau anak-anak UI dan ITB udah pernah buat juga. Omo! Aku harus cepat hubungi Pak X di Disbudpar ni, hah? Kayaknya klo bikin kegiatan Z beririsan dengan agenda kementerian F, besok aku hub tim DPH and presidium untuk dengar ide aku ini, kira-kira apa ya tanggapan mereka?”

Pas kamu sedang sikat gigi,
“aku rasa aku harus bikin kegiatan Y ni, aaahhh, ok, besok aku coba ke B dulu, konsul dengan si C masalah D ini, tapi aku besok kuliah pulak sampe jam 2, oke malam ni aku hubungi si I dan U dulu”

Pas lagi nyetrika baju,
“hmmm... besok jadwalnya sarapan pagi bareng Gubernur ni, aku besok ngapaian ya kira-kira kalo ketemu Gubernur. Oke, aku akan nanya kabar kesehatannya dulu, trus aku mau nyampein program departemenku semester ini, minimal bisa denger tanggapan beliau. Hihi. Ah, tapi beliau kan sibuk, pasti beliau buru-buru, ok. Aku akan share 1 program terdekat aja dulu. Ok, fix”

Intinya,
Disetiap aktifitas harianmu, baik itu kuliah, nyetrika, sikat gigi, makan pagi, dsb
Akan selalu diGANGGU dengan ide-ide yang terus bermunculan di kepalamu.
Kamu butuh note, untuk mencatat ide-ide itu!
Dalam 1 hari kamu bisa produksi sampai 20 ide bahkan lebih,
Nah,
Disinilah gunanya diskusi dengan partner di Kementerianmu.
Gak semua ide harus di eksekusi!
Bahkan beberapa temanmu itu harus menekan ambisimu untuk buat ini buat itu.
Ide yang boleh di eksekusi adalah yang paling mendesak dan paling bermanfaat untuk dilakukan.
Tak Cuma itu, ide yang boleh di eksekusi adalah ide yang disetujui berdasarkan kesepakatan forum. Bukan yang diambil berdasarkan nafsu sendiri.

Dari sini,
Setelah kreatif,
Kamu akan terlatih kooperatif!


Alasan ke-5: Karena Kamu Mulai Merasakan Aura Professional Dunia Kerja. wew

Sedikit banyak, cepat atau lambat
Kamu pasti menyadari, bahwa ini memang butuh!
Ya kita butuh latihan sedini mungkin,
Latihan menjadi professional!

Di BEM, kita terbiasa berkooperasi dengan lembaga-lembaga luar kampus.
Baik dengan elit pemerintahan, maupun swasta.
Membuat kegiatan ini itu, tak akan pernah lepas dengan yang namanya “sponsorship”
Kamu harus tahu bagaimana menyusun proposal, mendelegasikan proposal, dan melakukan audiensi-audiensi.

Kesabaranmu di uji saat menghadapi banyaknya “cengkonek” mereka calon sponsorshipmu,
Keteguhanmu digoyah, saat proposalmu ditolak mentah-mentah, tanpa diberi kesempatan untuk bicara.

Wew...
Skill komunikasi dan “mencuri hati”mu ditantang apakah kau kan bertahan sampai di gerbang terdepan?

Apa? Ngapain repot buat proposal katamu? Hah? Pake uang mahasiswa aja fikirmu?
HAHAHAHA...
Ya ya ya... sampai kapan kamu mau tetap konsisten dengan pola fikir MALAS mu itu?
Bekerjalah! Berbuat untuk mahasiswa!
Bermanfaatlah!


Alasan ke-6: Karena “skill” Kamu Gak Cuma Bertambah, Tapi Juga Semakin Tajam Terasah!

Dengan latihan ketat,
Kemauan belajar keras,
Kau akan tumbuh menjadi sosok multitalent.
Kekuatanmu menguat. Kelemahanmu melemah.

In a real condition, “seseorang dengan skill melimpah dan terasah, akan selalu dicari!”

Nantinya, di dunia nyata. Saat kau mulai sadar harus berkeluarga,
“menabung” menjadi rencana awal untuk melangkah.
Kau dituntut untuk bekerja bukan?
Sebagian orang mungkin akan sibuk dan repot MENCARI kerja.
Nyatanya, ada banyak sekali orang-orang di luar sana, yang justru dicari-cari oleh KERJA.
Kesempatan datang bertubi-tubi.
Bukan hanya “tak perlu” mencari, bahkan mereka berhak memilih-milih kesempatan mana yang harus dieksekusi.
Kerennya lagi, sebagian mereka memilih untuk menciptakan kerja sendiri. Wuaw.

Yupzzzz. Merekalah manusia-manusia mantan “Mahasiswa Produktif

Perihnya belajar, sudah mereka tanggung.
Lelahnya mengumpulkan pengalaman, sudah mereka tahan.

Mereka bukan golongan mahasiswa yang percaya dengan “study smart”
Meski mungkin, mereka diakui smart.
A real smart student NEVER believe in “study smart

Nyatanya,
Mereka adalah sosok yang sudah melewati setiap slide episode study hard
Belajar keras, dengan kesabaran diatas rata-rata.
Latihan keras, dengan keyakinan berpeluh asa.

Merekalah yang keras terhadap diri sendiri.
Mudah dan lembut terhadap orang lain.


Alasan ke-7: Because of Allah
Ya. Ini adalah pilihan alasan terakhir, tapi harus menempati posisi pertama dihatimu.
#Because of allah.
Sebelum memutuskan mengerjakan sesuatu, pastikan niatnya karena allah!
Maka kau akan menemukan keberkahan.

Memburu berkah memanglah berat,
Tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.

Saya pribadi, Cuma ada satu alasan:
agar setiap hari dipandangi-Nya dengan cinta,
agar segala pinta, diberi-Nya  dengan kasih.
Membayangkan, jika hari ini saja, dipandangi-Nya dengan murka?
segala pinta diberi-Nya dengan benci?
Ya Rabb..
Tak terbayangkan betapa celakanya!

Ayok sama-sama meluruskan niat,
everything we do is because of allah.

Membersamai BEM Unsyiah? Aku sudah!!
Ini ceritaku, mana ceritamu?
:)
C u my dear all.