Minggu, 28 Mei 2023

 aq datang kembali ke blogger ku ..


hai.. hari ini aq datang, setelah 7 tahun lamanya blog ini diam.

aq terlalu berbahagia dg kehidupan pernikahanku.

tidak ada kegelisahan yg berarti.

hidup dg suami dan 2 anak gadisku yg masih balita.

what a blessed.


tp tiba-tiba ku teringat dg blog ini lagi,

krn aq sedang menulis thesis,

hari ini aq sedang revisian proposal tesis ku sblm memulai penelitian.


bayangkan,

aq sdh seminar 3 bulan yg lalu.

dan selama 3 bulan itu aq tdk mampu memegang laptopku.

aq tertekan dg berat badan bayiku yg sulit naik, yg usianya skrg 2 thn.

aq bingung antara harus fokus trhdp makanannya ..berat badannya..atau ku hrs memegang laptop segera.


hari ini kumulai mencoba revisian..

aq merasa sulit..

tp tdk mungkin memakai joki tesis, krn aq tahu, aq lbh baik dari mereka.

i am more capable. aq lbh berkapasitas dr pd joki joki itu.

tp sampai detik ini blm ada satu paragraf pun yg aku tulis.


aq tau aq bisa.

tp aq hrs rela untuk tdk memikirkan ttg bayiku. aq hrs menyerah. 

tp, lagi lagi tdk mungkin.

karena dia bayiku.

bukan bayi nya ayah atau ibu ku.

tdk mgkn aq menyerahkan urusan makanan dg kakek neneknya.

aq ibunya. aq yg hrs berfikir.

aq hrs concern ttg makannya.


tp

hr ini aq diburu waktu utk segera menulis tesis. 

aq tdk punya waktu lagi.

akan beresiko utk membayar spp lagi yg sgt mahal.

aq tdk mau bayar lagi.

aq tdk blh bayar spp lg. 

krn aq awardee beasiswa.

aq hrs nunjukin performa baik dan mengagumkan.


aq tdk boleh bodoh.

aq terpilih to be mom.

aq terpilih to be student.

aq terpilih dan diantara org-org yg memohon panjang dalam doanya untuk dipilih, aq terpilih.

what a blessed.


aq hrs pintar.

aq hrs amanah.

aq hrs bertanggungjawab sbg ibu, sebagai mahasiswa.


aq tdk sempurna.

tapi aq hrs selesai.

aq hrs kuat utk menyelesaikan.


aq yg terpilih, hrs kuat untuk menyelesaikan apa apa yg sdh kumulai dg penuh kesadaran.


aq hrs datang kpd Tuhan yg Maha Pembuka.

agar membuka mulut anakku agar dia suka makan.

agar membuka otakku agar lancar kutulis tesis ini.


aq mau wisuda tahun ini dg teman-teman angkatan sekelasku.

aq tau aq pasti bisa.

bismillah.




Selasa, 15 November 2016

Time to Speak

Waktunya Bicara

Tidak selamanya cinta itu harus diam2.
Ada waktunya ia harus diungkapkan. Agar dunia tahu..agar kamu tahu jawaban apa yg Allah berikan kpd diammu.

Tidak selamanya cinta itu harus sembunyi2.
Krn ada waktunya ia meminta keberanianmu.
Menunjukkan diri, bhw ada kamu yg selama ini mengamati.

Pertanyaannya...kpn kamu keluar dr persembunyian?

Bagaimana Jika

Bagaimana jika..

Bgmn jika seseorg yg ditakdirkan itu..sama sekali berbeda dr yg prnh kamu imajinasikan sblmnya?

Bgmn jk dia seseorg yg..tdk pernah kamu jumpai sama sekali sebelumnya? tdk prnh bertemu...tdk prnh kamu tahu...tdk prnh mengobrol...tdk prnh trbayangkan..tdk prnh ditebak..

Bgmn jk seseorg yg ditakdirkan itu...tdk suka membaca buku seperti kamu?

Bgmn jika...
Bgmn jika...

Bgmn jk seseorg itu ..yg tdk prnh brtanya kabarmu. Tdk prnh basa basi apa kegiatanmu selama ini..tiba2 memintamu secara baik baik utk mnjadi temannya? Teman hidupnya?

Doa siapa yg lbh keras??

Biasanya ceritanya keseringan begini...

Kamu suka sama seseorang yg ternyata org itu suka pada orang lain dan kenyataannya ada orang lain yg suka sama kamu.

#maka dg siapa kamu akan berakhir?
Jawabannya trgantung do'a siapa yg paling macho. Ikhtiar siapa yg paling keras. Dan tntu saja ketentuan allah tdk ada yg bisa mengutak atiknyaa.

Kamu jaga diri saja baik2.

Dia brsedia!

Sudah kukatakan padanya..bhw hidup kedepannya tidak akan mudah!
Banyak rintangan dan ujian,
Apalagi utk memperjuangkan impian!
Tapi dia bersedia!

Speechless

I say to him," jaga hati..jaga mata..jaga diri"
He replies," jaga kesehatan ya"

Allah..mudahkan segala proses menuju mitsaqan ghalizha

#15Nov2017
#demam

Senin, 01 Februari 2016

Ketenangan Batin


Ketenangan batin dan ketentraman hati bisa didapatkan dengan cara mudah, diantaranya:
1.      Istiqamah di dalam tarbiyah/halaqah/jak beut
2.    Menyediakan waktu membersamai al-quran berduaan aja.
Gak pake multitasking!
Sambil nunggu mulai rapat, tilawah dulu? No no no.
Sambil ini sambil itu, tilawah dulu? No no no
Tapiiii...
Benar-benar menyediakan waktu khusus untuk tilawah.
Berduaan bersama al-quran
3.    Berdo’a lamaaaaa dan panjang. Dan itikaf memang niat untuk berdoa dan bermunajat.
4.    Lalu shalat dan zikir,

Itulah sebenar cara mendapatkan ketenangan. Benar bukan?
Ketenangan bukan didapatkan dengan cara menyuruh orang-orang yang menjadi penyebab ketidaktenangan enyah dari hadapan kita.
Atau dengan cara kita yang menjauhkan diri dari orang-orang tersebut.
Bukan. Bukan. Bukan.
Memungkiri rasa, hanya melipatgandakan gelisah.
Sebenar langkah ialah mensyukuri rasa yang diikuti dengan kekhusyukan membersamai sang Pencipta Ketenangan.
Bukankah seharusnya begitu?

Melawan fitrah dan memungkiri rasa, hanya bisa menggandakan ketidaktenangan semakin menjadi-jadi.

Ada Ukhti 4x

Ada ukhti yang membina satu hari 4x,
binaannya banyak, dia terus menerus mengisi halaqah dari satu majelis ke majelis yang lain.

Ada ukhti yang siaran satu hari 4x,
berada di stasiun radio berjam-jam, makan siang di radio, siaran lagi, tilawah di radio, siaran lagi.

Ada ukhti yang jualan satu hari 4x,
orderannya banyak, barang nyampe-poto-upload jualan lagi, di order lagi, pesan lagi, habis shalat dan liqaat, transfer uang lagi, jualan lagi.

Ada ukhti yang mengajar satu hari 4x,
siswanya banyak, mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain, dari satu bimbel ke rumah-rumah.
Selesai mengajar  shalat tilawah tahfidz ambil kereta tancap mengajar lagi.

Ada ukhti yang jaga pasien satu hari 4x,
pasiennya banyak, check pasien lagi, shalat tilawah liqa, jaga lagi.

Ada ukhti 4x,
Karena ukhti, di radio dia adalah bidadari.
Di rumah sakit dia adalah bidadari
Di sekolah dia adalah bidadari
Di rumahnya dia adalah bidadari
Di majelis-majelis ilmu dia adalah bidadari,

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Di tengah rutinitasnya yang itu-itu saja di tempat yang sama, dia tidak mengeluh, masih saja tersenyum setiap hari, di hadapan pasiennya, di hadapan siswa-siswanya, di hadapan mutarabbinya, di hadapan pelanggan setianya.

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Bidadari yang selalu tersenyum tanda hati yang penuh syukur. Bidadari yang penyayang tanda jiwa penuh kelembutan.

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Dimanapun sayapnya berlabuh, bidadari selalu shalat dan mengaji^^

Karena Ujian Datang di titik Terlemah

Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah wanita dan jabatan, tidak diuji dengan wanita dan jabatan.
Orang yang senantiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan diuji oleh allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah.

Begitulah,
Ujian datang di titik terlemah
Ada ukhti yang kuat menahan diri dari amarah dan ketika diperlakukan semena-mena, tapi dia lemah di titik perhatian lelaki, sedikit saja ada yang menunjukkan kepedulian, maka jantungnya berdebar tak karuan, maka ujiannya, selalu saja ada lelaki yang datang silih berganti memberi perhatian kepadanya, hingga ia mampu tak baper lagi.

Tentu berbeda denganku, bagiku lelaki bukan ujian besar, karenanya allah tidak mendatangkan lelaki silih berganti untuk menunjukkan kepeduliannya kepadaku, mungkin allah tahu, perhatian mereka sama sekali tak ada pengaruh bagiku. Tapi allah tahu titik lemahku, maka aku sering di uji dengan sesuatu bernama uang. Untuk hal satu ini, aku cukup lemah, allah ingin melihat apakah aku bisa bersabar saat ketiadaan uang? Apakah aku bisa survive dengan uang yang sedikit? Bagaimana aku akan mengaturnya? Apakah aku mau bersedekah saat sendiri tak ada? Apakah aku akan mempertanyakan takdir allah? Atau akankah aku terus menerus bersyukur?

Di titik lemah ini, allah masih terus mengujiku, hingga aku benar-benar kuat, dan teruji!!

Ada seorang ukhti, tarbiyahnya oke, binaannya banyak dan berkualitas, uangnya cukuplah, wajahnya lebih dari cukup, popularitasnya wow, tapi ada satu titik lemah, dia masih belum dikaruniai anak, tapi begitu menginginkan kehadiran bayi mungil dalam hidupnya, maka di titik lemah ini allah terus mengujinya, didatangkan berita bahwa sahabat-sahabatnya yang ada di sekelilingnya sudah memiliki anak semua, padahal baru menikah satu atau dua tahun yang lalu, sedang dia sudah cukup lama menikah, allah ingin tahu, apakah dia bersabar saat bertemu dengan teman-temannya yang rata-rata menggendong anak itu?? Apakah dia bersabar saat iklan susu bayi, pampers, susu ibu hamil bertebaran di semua stasiun TV? Bagaimana perasaannya, apakah dia mampu menahan diri, saat orang tua dan mertua membombardirnya dengan pertanyaan kapan punya momongan?? Akankah dia meledak??

Di titik lemah ini, allah masih terus menerus mengujinya, hingga dia benar-benar kuat, dan teruji!!


Karena Cinta Menghidupkan!


Cinta kepada seseorang
atau kepada orang tua
atau pada sahabat
atau
tentu saja kepada Zat yang kita sebut Tuhan,
memiliki power untuk menghidupkan!
Menghidupkan hati, menghidupkan jiwa,
yang kemudian menghidupkan badan si empunya hati tersebut.
What a powerful love.

Dan sesiapa yang memiliki cinta di dalam dadanya, ah!  Beruntung itu namanya!
Karena dia punya alasan untuk hidup!
How beautiful love is.

Terimakasih Tuhan atas rasa bernama cinta.

Kader Muallaf


Seolah-olah seperti baru jadi kader kemarin sore. Seolah-olah?
Ya. Karena sebenarnya ini kondisi kader stok lama yang tak banyak berubah.
Manusia banget dah, mulai luntur idealismenya.
Ia bukan orang baru, namun seperti baru karena telat melulu.
Lama tarbiyah, namun maisyah dan Aisyah bermasalah.
Ringkih ruhiyah plus miskin rupiah.
Hati gundah, jiwa resah, pikiran gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak,
Planning amburadul,
Skripsi terbengkalai tak dapat judul,
Masalah terus muncul jedal-jedul tanpa skedul,

Bikin kepala makin gundul!!

Tertipu


Bisa jadi kita sedang tertipu, dalam tipuan besar,

Kita yang mengharap ampunan allah, tapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan.

Kita yang merasa dekat dengan allah, tetapi tidak melakukan ketaatan

Kita yang menanti tanaman surga  tetapi selalu menyemai benih amalan neraka

Kita yang menginginkan pahala tapi jengah berusaha

Kita yang mendamba kasih sayang allah tapi selalu melanggar ketentuan-Nya


Kita yang merasa tengah membangun istana ketaatan tetapi selalu saja bergelimang kemaksiatan

kita yang tertipu..

Senin, 04 Januari 2016

What I wanna do with u…

What I wanna do with u…

Kita semua punya mimpi, bahkan walau itu hanya sesuatu yang sederhana.
U know what I wanna do with u, dear future husband (even I still don’t know..siapa nama, skrg lagi dimana)
Ntar kita nyanyi bareng lagunya Harris J yok? Yang judulnya, You are my life..
Apa? Kamu belum tau lagunya?

Its ok beb! I will share the link to you…If u already mine.

@SSC
#afterSidangSarjana

Sabtu, 05 Desember 2015

Cinta Anak Muda Kekinian

Cinta Anak Muda Kekinian

Seperti cintanya matahari kepada bumi,
Meski bumi kadang tak melihat matahari, ntah karena malam yang menyelimuti atau karena mendung yang menutupi.
Tapi matahari memberi ruang kepada bumi, agar bumi paham bahwa ada atau tidaknya matahari, langit tetaplah menawan.

Cinta tidak berarti harus selalu berdekatan atau memiliki, bukan?
Tidak selalu bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu.
Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja.
Seperti cinta kita, pada seseorang di masa depan, yang bahkan mungkin belum pernah bertemu sama sekali. Ntah siapa nama, tinggal dimana. Tapi tetap saja masih mencinta tak kenal bosan apalagi lelah.

Matahari pada bumi pun demikian.
Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi.

Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.

Apakah cinta namanya, seorang laki-laki yang minta ditemani makan siang bersama perempuannya, sedang sang perempuan sedang diet, duduk di hadapan lelakinya yang sedang makan dengan lahap?

Apakah cinta namanya, seorang perempuan yang esok harinya ada ujian tengah semester, tapi harus belajar ngadepin laptop dengan headset ditelinga, nelponan berjam-jam dengan lelakinya?

cinta anak muda kekinian adalah cinta seperti matahari pada bumi. Jaraknya jauh dan aman. Tak perlu bertatap muka, atau lama-lama duduk berhadapan.

Cinta anak muda kekinian, seperti matahari dan bumi, yang energi keduanya saling berlipat karena berjarak. Jauh dan aman.

Jika matahari terlalu dekat dengan bumi, apa yang akan terjadi??

Cinta anak muda kekinian, cukup seperti matahari dan bumi, tidak untuk saling berdekatan, tapi cukup di jarak yang aman untuk saling mencintai.

Kamis, 01 Oktober 2015

_suka_


Bagi beberapa orang, baik gadis atau bujang sekalipun,
meski tak begitu yakin, saya kira beberapa orang ada yang menyebutkan “nama” saat memanjatkan doa.

Ya. Menyebutkan nama. Karena adanya harapan untuk sebuah kebersamaan bersama si pemilik nama.

Saat seorang gadis atau bujang menyukai sosok tertentu, maka akan ada harapan yang muncul di hatinya untuk bisa memanfaatkan waktu membersamai si pemilik nama.
Maka tersebutlah “nama” di dalam doa-doanya.

Sedikit berbeda, dengan yang beberapa itu,
Bagi saya dan beberapa orang lainnya, menyebut “nama” dalam doa adalah hal paling horor.

Saya justru lebih senang menikmati rasa penasaran dalam doa-doa yang terpanjatkan.
hingga yang tersebut bukanlah sebuah nama, tapi sebuah pertanyaan, 
“duhai Rabb, kira-kira nanti dengan siapa ya..mmm?”, 
“ah, kira-kira nanti dia akan seperti apa orangnya?...mmm”, 
“apakah nanti dia berasal dari pulau sumatra atau pulau jawa?”

Didalam doa ada pertanyaan-pertanyaan, ada pula semoga-semoga-an.. keduanya saya nikmati saja saat menyampaikan pada Rabb yang paling pengertian.
_suka_
Semua juga pernah rasa!


Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!


Minggu, 28 Mei 2023

 aq datang kembali ke blogger ku ..


hai.. hari ini aq datang, setelah 7 tahun lamanya blog ini diam.

aq terlalu berbahagia dg kehidupan pernikahanku.

tidak ada kegelisahan yg berarti.

hidup dg suami dan 2 anak gadisku yg masih balita.

what a blessed.


tp tiba-tiba ku teringat dg blog ini lagi,

krn aq sedang menulis thesis,

hari ini aq sedang revisian proposal tesis ku sblm memulai penelitian.


bayangkan,

aq sdh seminar 3 bulan yg lalu.

dan selama 3 bulan itu aq tdk mampu memegang laptopku.

aq tertekan dg berat badan bayiku yg sulit naik, yg usianya skrg 2 thn.

aq bingung antara harus fokus trhdp makanannya ..berat badannya..atau ku hrs memegang laptop segera.


hari ini kumulai mencoba revisian..

aq merasa sulit..

tp tdk mungkin memakai joki tesis, krn aq tahu, aq lbh baik dari mereka.

i am more capable. aq lbh berkapasitas dr pd joki joki itu.

tp sampai detik ini blm ada satu paragraf pun yg aku tulis.


aq tau aq bisa.

tp aq hrs rela untuk tdk memikirkan ttg bayiku. aq hrs menyerah. 

tp, lagi lagi tdk mungkin.

karena dia bayiku.

bukan bayi nya ayah atau ibu ku.

tdk mgkn aq menyerahkan urusan makanan dg kakek neneknya.

aq ibunya. aq yg hrs berfikir.

aq hrs concern ttg makannya.


tp

hr ini aq diburu waktu utk segera menulis tesis. 

aq tdk punya waktu lagi.

akan beresiko utk membayar spp lagi yg sgt mahal.

aq tdk mau bayar lagi.

aq tdk blh bayar spp lg. 

krn aq awardee beasiswa.

aq hrs nunjukin performa baik dan mengagumkan.


aq tdk boleh bodoh.

aq terpilih to be mom.

aq terpilih to be student.

aq terpilih dan diantara org-org yg memohon panjang dalam doanya untuk dipilih, aq terpilih.

what a blessed.


aq hrs pintar.

aq hrs amanah.

aq hrs bertanggungjawab sbg ibu, sebagai mahasiswa.


aq tdk sempurna.

tapi aq hrs selesai.

aq hrs kuat utk menyelesaikan.


aq yg terpilih, hrs kuat untuk menyelesaikan apa apa yg sdh kumulai dg penuh kesadaran.


aq hrs datang kpd Tuhan yg Maha Pembuka.

agar membuka mulut anakku agar dia suka makan.

agar membuka otakku agar lancar kutulis tesis ini.


aq mau wisuda tahun ini dg teman-teman angkatan sekelasku.

aq tau aq pasti bisa.

bismillah.




Selasa, 15 November 2016

Time to Speak

Waktunya Bicara

Tidak selamanya cinta itu harus diam2.
Ada waktunya ia harus diungkapkan. Agar dunia tahu..agar kamu tahu jawaban apa yg Allah berikan kpd diammu.

Tidak selamanya cinta itu harus sembunyi2.
Krn ada waktunya ia meminta keberanianmu.
Menunjukkan diri, bhw ada kamu yg selama ini mengamati.

Pertanyaannya...kpn kamu keluar dr persembunyian?

Bagaimana Jika

Bagaimana jika..

Bgmn jika seseorg yg ditakdirkan itu..sama sekali berbeda dr yg prnh kamu imajinasikan sblmnya?

Bgmn jk dia seseorg yg..tdk pernah kamu jumpai sama sekali sebelumnya? tdk prnh bertemu...tdk prnh kamu tahu...tdk prnh mengobrol...tdk prnh trbayangkan..tdk prnh ditebak..

Bgmn jk seseorg yg ditakdirkan itu...tdk suka membaca buku seperti kamu?

Bgmn jika...
Bgmn jika...

Bgmn jk seseorg itu ..yg tdk prnh brtanya kabarmu. Tdk prnh basa basi apa kegiatanmu selama ini..tiba2 memintamu secara baik baik utk mnjadi temannya? Teman hidupnya?

Doa siapa yg lbh keras??

Biasanya ceritanya keseringan begini...

Kamu suka sama seseorang yg ternyata org itu suka pada orang lain dan kenyataannya ada orang lain yg suka sama kamu.

#maka dg siapa kamu akan berakhir?
Jawabannya trgantung do'a siapa yg paling macho. Ikhtiar siapa yg paling keras. Dan tntu saja ketentuan allah tdk ada yg bisa mengutak atiknyaa.

Kamu jaga diri saja baik2.

Dia brsedia!

Sudah kukatakan padanya..bhw hidup kedepannya tidak akan mudah!
Banyak rintangan dan ujian,
Apalagi utk memperjuangkan impian!
Tapi dia bersedia!

Speechless

I say to him," jaga hati..jaga mata..jaga diri"
He replies," jaga kesehatan ya"

Allah..mudahkan segala proses menuju mitsaqan ghalizha

#15Nov2017
#demam

Senin, 01 Februari 2016

Ketenangan Batin


Ketenangan batin dan ketentraman hati bisa didapatkan dengan cara mudah, diantaranya:
1.      Istiqamah di dalam tarbiyah/halaqah/jak beut
2.    Menyediakan waktu membersamai al-quran berduaan aja.
Gak pake multitasking!
Sambil nunggu mulai rapat, tilawah dulu? No no no.
Sambil ini sambil itu, tilawah dulu? No no no
Tapiiii...
Benar-benar menyediakan waktu khusus untuk tilawah.
Berduaan bersama al-quran
3.    Berdo’a lamaaaaa dan panjang. Dan itikaf memang niat untuk berdoa dan bermunajat.
4.    Lalu shalat dan zikir,

Itulah sebenar cara mendapatkan ketenangan. Benar bukan?
Ketenangan bukan didapatkan dengan cara menyuruh orang-orang yang menjadi penyebab ketidaktenangan enyah dari hadapan kita.
Atau dengan cara kita yang menjauhkan diri dari orang-orang tersebut.
Bukan. Bukan. Bukan.
Memungkiri rasa, hanya melipatgandakan gelisah.
Sebenar langkah ialah mensyukuri rasa yang diikuti dengan kekhusyukan membersamai sang Pencipta Ketenangan.
Bukankah seharusnya begitu?

Melawan fitrah dan memungkiri rasa, hanya bisa menggandakan ketidaktenangan semakin menjadi-jadi.

Ada Ukhti 4x

Ada ukhti yang membina satu hari 4x,
binaannya banyak, dia terus menerus mengisi halaqah dari satu majelis ke majelis yang lain.

Ada ukhti yang siaran satu hari 4x,
berada di stasiun radio berjam-jam, makan siang di radio, siaran lagi, tilawah di radio, siaran lagi.

Ada ukhti yang jualan satu hari 4x,
orderannya banyak, barang nyampe-poto-upload jualan lagi, di order lagi, pesan lagi, habis shalat dan liqaat, transfer uang lagi, jualan lagi.

Ada ukhti yang mengajar satu hari 4x,
siswanya banyak, mengajar dari satu sekolah ke sekolah yang lain, dari satu bimbel ke rumah-rumah.
Selesai mengajar  shalat tilawah tahfidz ambil kereta tancap mengajar lagi.

Ada ukhti yang jaga pasien satu hari 4x,
pasiennya banyak, check pasien lagi, shalat tilawah liqa, jaga lagi.

Ada ukhti 4x,
Karena ukhti, di radio dia adalah bidadari.
Di rumah sakit dia adalah bidadari
Di sekolah dia adalah bidadari
Di rumahnya dia adalah bidadari
Di majelis-majelis ilmu dia adalah bidadari,

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Di tengah rutinitasnya yang itu-itu saja di tempat yang sama, dia tidak mengeluh, masih saja tersenyum setiap hari, di hadapan pasiennya, di hadapan siswa-siswanya, di hadapan mutarabbinya, di hadapan pelanggan setianya.

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Bidadari yang selalu tersenyum tanda hati yang penuh syukur. Bidadari yang penyayang tanda jiwa penuh kelembutan.

Karena ukhti, dia sedang membidadarikan diri.
Dimanapun sayapnya berlabuh, bidadari selalu shalat dan mengaji^^

Karena Ujian Datang di titik Terlemah

Orang yang lemah dalam masalah uang, namun kuat dalam masalah wanita dan jabatan, tidak diuji dengan wanita dan jabatan.
Orang yang senantiasa mudah tersinggung dan pemarah, maka akan diuji oleh allah dengan dipertemukan dengan orang-orang yang senantiasa membuatnya tersinggung dan marah.

Begitulah,
Ujian datang di titik terlemah
Ada ukhti yang kuat menahan diri dari amarah dan ketika diperlakukan semena-mena, tapi dia lemah di titik perhatian lelaki, sedikit saja ada yang menunjukkan kepedulian, maka jantungnya berdebar tak karuan, maka ujiannya, selalu saja ada lelaki yang datang silih berganti memberi perhatian kepadanya, hingga ia mampu tak baper lagi.

Tentu berbeda denganku, bagiku lelaki bukan ujian besar, karenanya allah tidak mendatangkan lelaki silih berganti untuk menunjukkan kepeduliannya kepadaku, mungkin allah tahu, perhatian mereka sama sekali tak ada pengaruh bagiku. Tapi allah tahu titik lemahku, maka aku sering di uji dengan sesuatu bernama uang. Untuk hal satu ini, aku cukup lemah, allah ingin melihat apakah aku bisa bersabar saat ketiadaan uang? Apakah aku bisa survive dengan uang yang sedikit? Bagaimana aku akan mengaturnya? Apakah aku mau bersedekah saat sendiri tak ada? Apakah aku akan mempertanyakan takdir allah? Atau akankah aku terus menerus bersyukur?

Di titik lemah ini, allah masih terus mengujiku, hingga aku benar-benar kuat, dan teruji!!

Ada seorang ukhti, tarbiyahnya oke, binaannya banyak dan berkualitas, uangnya cukuplah, wajahnya lebih dari cukup, popularitasnya wow, tapi ada satu titik lemah, dia masih belum dikaruniai anak, tapi begitu menginginkan kehadiran bayi mungil dalam hidupnya, maka di titik lemah ini allah terus mengujinya, didatangkan berita bahwa sahabat-sahabatnya yang ada di sekelilingnya sudah memiliki anak semua, padahal baru menikah satu atau dua tahun yang lalu, sedang dia sudah cukup lama menikah, allah ingin tahu, apakah dia bersabar saat bertemu dengan teman-temannya yang rata-rata menggendong anak itu?? Apakah dia bersabar saat iklan susu bayi, pampers, susu ibu hamil bertebaran di semua stasiun TV? Bagaimana perasaannya, apakah dia mampu menahan diri, saat orang tua dan mertua membombardirnya dengan pertanyaan kapan punya momongan?? Akankah dia meledak??

Di titik lemah ini, allah masih terus menerus mengujinya, hingga dia benar-benar kuat, dan teruji!!


Karena Cinta Menghidupkan!


Cinta kepada seseorang
atau kepada orang tua
atau pada sahabat
atau
tentu saja kepada Zat yang kita sebut Tuhan,
memiliki power untuk menghidupkan!
Menghidupkan hati, menghidupkan jiwa,
yang kemudian menghidupkan badan si empunya hati tersebut.
What a powerful love.

Dan sesiapa yang memiliki cinta di dalam dadanya, ah!  Beruntung itu namanya!
Karena dia punya alasan untuk hidup!
How beautiful love is.

Terimakasih Tuhan atas rasa bernama cinta.

Kader Muallaf


Seolah-olah seperti baru jadi kader kemarin sore. Seolah-olah?
Ya. Karena sebenarnya ini kondisi kader stok lama yang tak banyak berubah.
Manusia banget dah, mulai luntur idealismenya.
Ia bukan orang baru, namun seperti baru karena telat melulu.
Lama tarbiyah, namun maisyah dan Aisyah bermasalah.
Ringkih ruhiyah plus miskin rupiah.
Hati gundah, jiwa resah, pikiran gelisah, makan tak enak, tidur tak nyenyak,
Planning amburadul,
Skripsi terbengkalai tak dapat judul,
Masalah terus muncul jedal-jedul tanpa skedul,

Bikin kepala makin gundul!!

Tertipu


Bisa jadi kita sedang tertipu, dalam tipuan besar,

Kita yang mengharap ampunan allah, tapi terus menerus melakukan dosa tanpa penyesalan.

Kita yang merasa dekat dengan allah, tetapi tidak melakukan ketaatan

Kita yang menanti tanaman surga  tetapi selalu menyemai benih amalan neraka

Kita yang menginginkan pahala tapi jengah berusaha

Kita yang mendamba kasih sayang allah tapi selalu melanggar ketentuan-Nya


Kita yang merasa tengah membangun istana ketaatan tetapi selalu saja bergelimang kemaksiatan

kita yang tertipu..

Senin, 04 Januari 2016

What I wanna do with u…

What I wanna do with u…

Kita semua punya mimpi, bahkan walau itu hanya sesuatu yang sederhana.
U know what I wanna do with u, dear future husband (even I still don’t know..siapa nama, skrg lagi dimana)
Ntar kita nyanyi bareng lagunya Harris J yok? Yang judulnya, You are my life..
Apa? Kamu belum tau lagunya?

Its ok beb! I will share the link to you…If u already mine.

@SSC
#afterSidangSarjana

Sabtu, 05 Desember 2015

Cinta Anak Muda Kekinian

Cinta Anak Muda Kekinian

Seperti cintanya matahari kepada bumi,
Meski bumi kadang tak melihat matahari, ntah karena malam yang menyelimuti atau karena mendung yang menutupi.
Tapi matahari memberi ruang kepada bumi, agar bumi paham bahwa ada atau tidaknya matahari, langit tetaplah menawan.

Cinta tidak berarti harus selalu berdekatan atau memiliki, bukan?
Tidak selalu bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu.
Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja.
Seperti cinta kita, pada seseorang di masa depan, yang bahkan mungkin belum pernah bertemu sama sekali. Ntah siapa nama, tinggal dimana. Tapi tetap saja masih mencinta tak kenal bosan apalagi lelah.

Matahari pada bumi pun demikian.
Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi.

Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.

Apakah cinta namanya, seorang laki-laki yang minta ditemani makan siang bersama perempuannya, sedang sang perempuan sedang diet, duduk di hadapan lelakinya yang sedang makan dengan lahap?

Apakah cinta namanya, seorang perempuan yang esok harinya ada ujian tengah semester, tapi harus belajar ngadepin laptop dengan headset ditelinga, nelponan berjam-jam dengan lelakinya?

cinta anak muda kekinian adalah cinta seperti matahari pada bumi. Jaraknya jauh dan aman. Tak perlu bertatap muka, atau lama-lama duduk berhadapan.

Cinta anak muda kekinian, seperti matahari dan bumi, yang energi keduanya saling berlipat karena berjarak. Jauh dan aman.

Jika matahari terlalu dekat dengan bumi, apa yang akan terjadi??

Cinta anak muda kekinian, cukup seperti matahari dan bumi, tidak untuk saling berdekatan, tapi cukup di jarak yang aman untuk saling mencintai.

Kamis, 01 Oktober 2015

_suka_


Bagi beberapa orang, baik gadis atau bujang sekalipun,
meski tak begitu yakin, saya kira beberapa orang ada yang menyebutkan “nama” saat memanjatkan doa.

Ya. Menyebutkan nama. Karena adanya harapan untuk sebuah kebersamaan bersama si pemilik nama.

Saat seorang gadis atau bujang menyukai sosok tertentu, maka akan ada harapan yang muncul di hatinya untuk bisa memanfaatkan waktu membersamai si pemilik nama.
Maka tersebutlah “nama” di dalam doa-doanya.

Sedikit berbeda, dengan yang beberapa itu,
Bagi saya dan beberapa orang lainnya, menyebut “nama” dalam doa adalah hal paling horor.

Saya justru lebih senang menikmati rasa penasaran dalam doa-doa yang terpanjatkan.
hingga yang tersebut bukanlah sebuah nama, tapi sebuah pertanyaan, 
“duhai Rabb, kira-kira nanti dengan siapa ya..mmm?”, 
“ah, kira-kira nanti dia akan seperti apa orangnya?...mmm”, 
“apakah nanti dia berasal dari pulau sumatra atau pulau jawa?”

Didalam doa ada pertanyaan-pertanyaan, ada pula semoga-semoga-an.. keduanya saya nikmati saja saat menyampaikan pada Rabb yang paling pengertian.
_suka_
Semua juga pernah rasa!


Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!