Rabu, 17 September 2014

Write a Book With Future Husband? Let C ! Will Us?





Kebanyakan memang.
Ingin ini ingin itu.
Berlebihan, sangat.

Tapi aku mau, menulis buku.
Bersama life partner.
Menulis, menghabiskan waktu bersama dengan berfikir dan menggerakkan jari.
Duduk berhadapan dengan laptop masing-masing, disalah satu pojok caffe.
Menulis kehidupan, tentang apapun yang kami sukai.

Jika dia menyukai “science” maka aku akan tenggelam bersamanya,
ikutan menjari tentang keilmiahan.
Jika dia menyukai all thing about “social” aku juga mau menyelam bersama gerakan jemarinya.
Apapun yang disenanginya, 
akan bernafas dalam kesenanganku.

Aku mau membersamainya, menulis buku.
Ketajaman tulisannya, pengasah rindu diantara kami.
Kekuatan ide dan gagasannya, pengokoh kesabaran kami.
Impian-impiannya, gairah kerumahtanggaan kami.

Begitulah, kira-kira.
Sedikit berlebihan memang.
Aku tak mengharapkan, dipertemujumpakan dengan seorang penulis.
Bukan, bukan!
Bukan penulis maksudku.
Bukan writer!

Future husband,
Apapun skill nya, aku suka. Aku senang dan ridha.
Aku cuma ingin,
Menulis buku, bersamanya.
Apapun passion dan profesinya, aku tak peduli.

Petani diakah nanti, atau pengajar, atau civil engineer, designer, atau bahkan chef.
Aku suka. Suka sekali. Aku ridha.

Jika dianya chef, mari kita menulis tentang resep-resep inovatif,
Kita mencoba resep-resep asik didapur mungil kita, lalu menuliskannya.
Jika dianya pengajar, mari kita menulis tentang karakter-karakter lucu anak didik kita.
Kita menguji bagaimana melejitkan kemampuan kognitif dan motorik mereka.
Ini pasti seru, benar kan cinta?

Jika kaunya nanti seorang civil engineer, mari kita menulis tentang jembatan, tentang waduk, tentang building, atau bahkan tentang cara rahasia memenangkan tender.
Menulis tentang keseharianmu menjadi seorang “global civil engineer” itu juga pasti seru.

Hmmm..
Bagaimana bila kaunya nanti petani?
Mari kita menulis tentang ketahanan pangan, dear cinta.
Atau, ayuk kita menulis tentang “green pesticide”, ini pasti bermanfaat untuk masyarakat.

Ah, kau rupanya seorang traveller.
Oke.oke. aku ikut denganmu.
“Dream country” manapun yang ingin kau pijaki, aku mau membersamaimu.
Menghabiskan waktu dijalan, dinanggroe minoritas sekalipun, aku mau.
Mari kita menuliskan tentang perjalanan adventure cinta kita.
Aha.
Beberapa anak muda mungkin akan suka membacanya.

Kaukah mungkin seorang presiden, dear kasih?
Baik,
Mari kita menjari, menuliskan tentang “dream society” yang ingin kau bangun.
Tentang cara-caramu membentuk masyarakat madani.
Tentang jatuh-bangunmu membangun negeri.

Aku mau. Kau dan Aku, menyatu dalam sebuah buku.
Bahkan hingga kita tak lagi menginjak dunia,
cinta kita ku mau tetap hidup. Bersinar tak kenal redup.
Untuk masyarakat, ku mau cinta  kita bermanfaat!
Begitulah inginku.
Kita akan menulis bebas, dengan gaya kita sendiri.
Karena Cinta adalah Kreativitas Nyata!

 @SelinganDikalaNye_Kripsi, 18 Sept 2014

Kutemukan Kau Mulai Egois

Sorry,
Aku menemukan kau mulai egois,
#aku sedang berfikir
Mungkin aku salah prasangka.
Jadi suka negatif dan pesimis.

Tapi kenapa kau tak terbuka saja?
Cukup sampaikan beberapa hal,
Sehingga tak kau biarkan para partner mu bernegatif-rasa.
Tega sekali dirimu.

Ntahlah, 
kumenemukan kau mulai memikirkan diri sendiri.
Tentang skripsimu yang cantik.
Tentang ipk mu yang julangnya ke langit.
Tentang pacar barumu yang manja.
Tentang gadget mu yang canggih.
Kau mulai asik sendiri.

Kau sudah enggan dibawah tekanan.
Kau ingin enak manja dan senang.
Kau mulai lupa, bahwa kau punya amanah yang belum terselesaikan.

Kau buat partner-partnermu memakan diri.
Kau biarkan mereka menjalani porsi-porsimu.
Mereka merangkak, merangkap, 
mendoublekan kepala tenaga dan fikiran
mengerjakan beberapa porsimu yang kau tinggalkan.

Begitulah,
Kau lepas saja dengan gampang. Seperti membuang selembar tissue. Enteng.
Kau juga mungkin, lepaskan dengan berat. Tapi kau tak berfikir untuk mendelegasikan.

Lagi,
Karenamu,
Mereka merangkak-rangkap. Tertatih untuk berlari. 

Sebelum tidur, mereka mengerjakan porsinya dengan kesusahan.
Saat tidur, porsinya porsimu, mereka campur dengan impian,
“yang ini sudah terkerjakan kah? Yang itu sudah tertunaikan kah?”
tidur tak nyenyak, bagi mereka mulai biasa!
Bangun tidur, itu lagi, itu lagi yang mereka fikirkan.

Ah, mereka.
Partner-partnermu. Sudah memakan diri.
Tak tanggung tak bertepi.
Skripsi tak lagi terpegang, salah memang. Salah sendiri.
IP mulai berjatuhan. Lagi-lagi salah memang. Salah sendiri.

Tapi, rupanya kau cukup tega juga,
Membiarkan mereka, dalam kondisi demikian,
Kau tambah lagi untuk mengerjakan “porsi-porsi” yang seharusnya kau tunaikan.

Sedang kau? Kudapati  bisa tidur dengan tenang.
Makan tepat waktu. 
Bersayang-sayangan dengan pacar baru.
Kau juga sempat bermalam minggu. 
Kau tak mau lagi melayani, kau mulai minta dilayani.
Kau tak mau lagi lelah. Kau mulai belok ke lain arah.
Kau tak lagi senang tertekan,
Kau pilih  di Darussalam dengan nyaman.

Sedang aku mulai menangis, terisak dalam diam.
Melihat mereka terus-terusan menggerakkan tulang!
Tanpa jeda memeras otak dan fikiran!
Ntahlah, 
Mereka mungkin saja jahat ingin menampar keegoisanmu!
Tapi, kesabaran mereka, rupanya lebih kuat dan macho dari karakter lemahmu!

Dan mereka bertahan.
Dibawah tekanan, menyelesaikan amanah full keikhlasan,
sampai waktu yang dijanjikan menjumpai mereka dengan senyuman.
Ya, mereka masih menanti, kejutan indah dari Rabb mu, kawan!

Sorry, kalau aku bernegatif. Ini pantas.
Karena kau tak pernah terbuka,
Untuk menyampaikan apa-apa yang seharusnya kau sampaikan.
Kepada allah, aku beristighfar.
Karena bisa jadi, kau itu adalah aku.


@Meunasah Krueng, 17 September 2014. 


Senin, 15 September 2014

Secubit Rasa, Mari Kita Berpisah 2 Hari 23 Jam!

Mari kita berpisah 2 hari 23 jam!

Kau mungkin bosan
Atau lelah
Atau ingin sendiri
Atau kacau
Atau terlalu sibuk
Atau..
Ntahlah


Kau kutemukan mendadak kurang rasa kepedulian
Mendadak kurang perhatian pada hal-hal yang seharusnya kau perhatikan


Kau ingin apa sebenarnya?
kufikir, dulunya kau cukup terbuka, untuk beberapa hal
Beberapa waktu belakangan, kau start mulai tertutup!
Kau sengaja biarkan aku sendiri, atau kau ingin biar aku lebih mandiri?
Atau jangan-jangan, kau mulai hanya memikirkan dirimu sendiri?
Kau buat aku bernegatif sangka,


Ah, Apa yang ku bisa?
Hanya beristighfar, mensesali diri, mungkin pernah  kubuat kau kecewa satu dua kali.


Aku selalu ingin menolongmu, mengurangi bebanmu.
Berbagi kepala dan tenaga denganmu.
Tapi kau mulai menyimpan porsi bukan lagi untukku.


Apa sebenarnya yang kau niatkan?
Kau takut aku terlalu lelah? Atau denganku kau mulai tak lagi percaya??


Baiklah.
Untuk sementara, mari berfikir tentang diri masing-masing.
Denganmu, aku off 2 hari 23 jam.
C u after 2 days 23 hours. My dear team.


@canaimamakMenungguBukaPuasadenganRasaRindu
15 sept 2014, 18.00


Kamis, 11 September 2014

Minuman Enak Itu, Jus Guava!!




Minuman enak itu Jus Guava,
Pokoknya enak
Bukan karena jusnya
Atau buah guavanya
Pokoknya enak,

Minuman paling menenangkan
Paling menentramkan,
Minuman asik yang bikin semangat
Minuman kece yang bisa mengubah suntuk menjadi cerah
Mengubah lelah menjadi ceria,

Ntahlah...
Mungkin karena warnanya?
Merah jambu,
Cantik.

Ah, minuman enak
Jus guava rupanya.
Segala hal yang terhubung dan berhubungan dengan Jus Guava,
Saya suka! suka sekali! Love it.

Ini secuil rasa, yang agak berlebihan memang, 

Tapi begitulah, 
kita kan manusia
Ada segumpal rasa, ada suka senang sedih kecewa jealous cinta bangga suntuk kacau ceria

Mana ku sangka, jus guava berkali-kali sukses mengubah rasa !!

#@BEM Unsyiah, 11 Sept 2014

Selasa, 09 September 2014

Korea? STUDYHOLIC mode on





Kuingin cerita satu fenomena,
Jika di Unsyiah susah kujumpa.
ntahlah
Kalau di Aceh caffe dan warung kopi buka 24 jam, biasa.
Semakin malam semakin rame,

Contrast..
Disini, justru perpustakaan yang buka 24 jam.
Fantastic.
Untungnya library kampus yang sekarang dekat banget sama asrama,
tinggal keluar pintu trus masuk pintu.
Iseng-iseng, suatu malam,
Aku maen kepustaka (bc. dosoegwan)

Alamaaaakkkk,
tak dapat tempat duduk.
Pustaka 4 lantai yang lebih besar dari pustaka BIRO USK itu, penuh!
Tak disangka ketemu dengan temen Korea,
Melihatku yang kecewa tak kebagian satu tempat dudukpun,
Dia coba menghibur.
Dibalennya aku secangkir kupi.
2 menit kemudian beliau  mengajak jalan-jalan seputaran pustaka,
memperkenalkan nama-nama ruang,
Mengajarkan bagaimana cara memilih dan nge_booking kursi melalui suatu mesin digital.

Pukul 10 malam,
pustaka itu semakin rame, bahkan lebih rame dan penuh dari cafe-cafe.
Keesokan hari,
karena penasaran, nyoba-nyoba kepustaka lebih awal,
habis magrib, langsung kesana.
Sama! Penuh!
beruntung nya ada 1 kursi kosong.
Akhirnya, bisa juga belajar dalam suasana yang nyaman, 

Rame!
Banget ramenya.
Namun diam..dan hening tanpa keributan
kumenemukan pemandangan wajah-wajah yang begitu serius menatap buku-buku atau berkutat dengan tugas-tugas mereka,


suasana ini menampar diri yang selama ini begitu banyak santai-santai selama di USK,
belum pernah sekalipun merasakannya
yang namanya STUDYHARD.
Ya, wajah-wajah  mereka,
wajah mahasiswa yang studyhard...
bahkan STUDYHOLIC.
3jam belajar, hampir jam 12 malam, ngantuk,
akhirnya bergerak ke mesin pembuat kopi, dan meneguknya sekali.
Saat itu kebetulan bertemu dengan seorang teman Korea yang sama-sama ambil kelas bahasa inggris..

Irma: Lhoeh?? Kok masih disini?? Udah jam 12 ni, bukannya rumah kamu di Seogwipoe (suatu daerah yang jauhnya dari Darussalam-Jantho )??
Kim Su:(Cuma tersenyum)
Irma: ooohhh, dijemput bunda ya??
Kim Su: hehe, nggak ee, aku mau belajar disini, dan mungkin tidur disini juga... :)
Irma: dalam hati, (hah? Apa? Tidur dipustaka?)

Mantap banget ni anak, mahasiswa Biotechnology 1 ini, bener-bener study holic.
Dan akhirnya ane pun menyadari, setiap 1 mahasiswa memiliki 1 loker pribadi dipustaka,
untuk mnyimpan buku-buku yang tebal, cas laptop, mug dan plok minum.

Jam12 teng, 
aku pun balik kekamar, saat hendak keluar dari pintu pustaka ketemu lagi dengan seorang teman Korea, dan akhirnya kami pun balik ke asrama barengan...

Diperjalanan...
Irma: mau pulang juga kan?? Kok gak bawa tas??
Hyuna: iya, Cuma sebentar, pengen shower doank, paling juga 20 menit...
Irma: memang mau balik lagi ke perpus??
Hyuna: iya, hehe :)
Irma: jam berapa tadi mulai belajar dipustaka??
Hyuna: jam 9 malam tadi startnya
Irma: eummm, trus ntar balik lagi  mau belajar sampe  jam berapa?? Apa gak ngantuk??
Hyuna: hmm, mungkin sampe jam 6 a.m ajaaa,gak boleh ngantuk la, must be studyhard!
Irma: (Gubrak, belajar apaan ni anak??alamaaakk.. sampe jam 6? omg)

Bener-bener ngarep,
seandainya di Aceh bisa seperti ini, seperti disini, ya
cafe-cafe tutup jam 12 malam, 
tapi pustaka-pustaka buka 24 jam.. pasti seruuu abiz.
Bener-bener  berharap bisa nemui suasana seperti ini.

Tapi,kenyataannya,
di aceh, CAFE-CAFE buka 24 jam!
Miris sih, tapi..

Ya begitulah,
Semakin ku menguliti karakter beda bangsa, semakin unik ketemukan karakter bangsaku.
Unik lalainya, unik malas anak mudanya, ada memang yang rajin dan berprestasi, ada!
Tapi skala perbandingan dengan yang banyak main-mainnya, gak seriusnya, kurang mujahadahnya, itu jauh lebih banyak. Apa lagi mahasiswa “the cheater”?.. cukup banyak!

But seriously, keluar dari zona bangsa sendiri, aku menemukan semakin besar cintaku untuk Indonesiaku.
Sedikitpun tanpa rasa pesimis,
Step by step, perlahan,
Aku berproses, mencoba berprogress,
Pelan, tapi continue
Diam tapi pasti
Kan kuubah karakter anak negeri, karena aku “The Future Teacher”

#16 April 2013, 01.23 am, Library, Jeju National University


Rabu, 17 September 2014

Write a Book With Future Husband? Let C ! Will Us?





Kebanyakan memang.
Ingin ini ingin itu.
Berlebihan, sangat.

Tapi aku mau, menulis buku.
Bersama life partner.
Menulis, menghabiskan waktu bersama dengan berfikir dan menggerakkan jari.
Duduk berhadapan dengan laptop masing-masing, disalah satu pojok caffe.
Menulis kehidupan, tentang apapun yang kami sukai.

Jika dia menyukai “science” maka aku akan tenggelam bersamanya,
ikutan menjari tentang keilmiahan.
Jika dia menyukai all thing about “social” aku juga mau menyelam bersama gerakan jemarinya.
Apapun yang disenanginya, 
akan bernafas dalam kesenanganku.

Aku mau membersamainya, menulis buku.
Ketajaman tulisannya, pengasah rindu diantara kami.
Kekuatan ide dan gagasannya, pengokoh kesabaran kami.
Impian-impiannya, gairah kerumahtanggaan kami.

Begitulah, kira-kira.
Sedikit berlebihan memang.
Aku tak mengharapkan, dipertemujumpakan dengan seorang penulis.
Bukan, bukan!
Bukan penulis maksudku.
Bukan writer!

Future husband,
Apapun skill nya, aku suka. Aku senang dan ridha.
Aku cuma ingin,
Menulis buku, bersamanya.
Apapun passion dan profesinya, aku tak peduli.

Petani diakah nanti, atau pengajar, atau civil engineer, designer, atau bahkan chef.
Aku suka. Suka sekali. Aku ridha.

Jika dianya chef, mari kita menulis tentang resep-resep inovatif,
Kita mencoba resep-resep asik didapur mungil kita, lalu menuliskannya.
Jika dianya pengajar, mari kita menulis tentang karakter-karakter lucu anak didik kita.
Kita menguji bagaimana melejitkan kemampuan kognitif dan motorik mereka.
Ini pasti seru, benar kan cinta?

Jika kaunya nanti seorang civil engineer, mari kita menulis tentang jembatan, tentang waduk, tentang building, atau bahkan tentang cara rahasia memenangkan tender.
Menulis tentang keseharianmu menjadi seorang “global civil engineer” itu juga pasti seru.

Hmmm..
Bagaimana bila kaunya nanti petani?
Mari kita menulis tentang ketahanan pangan, dear cinta.
Atau, ayuk kita menulis tentang “green pesticide”, ini pasti bermanfaat untuk masyarakat.

Ah, kau rupanya seorang traveller.
Oke.oke. aku ikut denganmu.
“Dream country” manapun yang ingin kau pijaki, aku mau membersamaimu.
Menghabiskan waktu dijalan, dinanggroe minoritas sekalipun, aku mau.
Mari kita menuliskan tentang perjalanan adventure cinta kita.
Aha.
Beberapa anak muda mungkin akan suka membacanya.

Kaukah mungkin seorang presiden, dear kasih?
Baik,
Mari kita menjari, menuliskan tentang “dream society” yang ingin kau bangun.
Tentang cara-caramu membentuk masyarakat madani.
Tentang jatuh-bangunmu membangun negeri.

Aku mau. Kau dan Aku, menyatu dalam sebuah buku.
Bahkan hingga kita tak lagi menginjak dunia,
cinta kita ku mau tetap hidup. Bersinar tak kenal redup.
Untuk masyarakat, ku mau cinta  kita bermanfaat!
Begitulah inginku.
Kita akan menulis bebas, dengan gaya kita sendiri.
Karena Cinta adalah Kreativitas Nyata!

 @SelinganDikalaNye_Kripsi, 18 Sept 2014

Kutemukan Kau Mulai Egois

Sorry,
Aku menemukan kau mulai egois,
#aku sedang berfikir
Mungkin aku salah prasangka.
Jadi suka negatif dan pesimis.

Tapi kenapa kau tak terbuka saja?
Cukup sampaikan beberapa hal,
Sehingga tak kau biarkan para partner mu bernegatif-rasa.
Tega sekali dirimu.

Ntahlah, 
kumenemukan kau mulai memikirkan diri sendiri.
Tentang skripsimu yang cantik.
Tentang ipk mu yang julangnya ke langit.
Tentang pacar barumu yang manja.
Tentang gadget mu yang canggih.
Kau mulai asik sendiri.

Kau sudah enggan dibawah tekanan.
Kau ingin enak manja dan senang.
Kau mulai lupa, bahwa kau punya amanah yang belum terselesaikan.

Kau buat partner-partnermu memakan diri.
Kau biarkan mereka menjalani porsi-porsimu.
Mereka merangkak, merangkap, 
mendoublekan kepala tenaga dan fikiran
mengerjakan beberapa porsimu yang kau tinggalkan.

Begitulah,
Kau lepas saja dengan gampang. Seperti membuang selembar tissue. Enteng.
Kau juga mungkin, lepaskan dengan berat. Tapi kau tak berfikir untuk mendelegasikan.

Lagi,
Karenamu,
Mereka merangkak-rangkap. Tertatih untuk berlari. 

Sebelum tidur, mereka mengerjakan porsinya dengan kesusahan.
Saat tidur, porsinya porsimu, mereka campur dengan impian,
“yang ini sudah terkerjakan kah? Yang itu sudah tertunaikan kah?”
tidur tak nyenyak, bagi mereka mulai biasa!
Bangun tidur, itu lagi, itu lagi yang mereka fikirkan.

Ah, mereka.
Partner-partnermu. Sudah memakan diri.
Tak tanggung tak bertepi.
Skripsi tak lagi terpegang, salah memang. Salah sendiri.
IP mulai berjatuhan. Lagi-lagi salah memang. Salah sendiri.

Tapi, rupanya kau cukup tega juga,
Membiarkan mereka, dalam kondisi demikian,
Kau tambah lagi untuk mengerjakan “porsi-porsi” yang seharusnya kau tunaikan.

Sedang kau? Kudapati  bisa tidur dengan tenang.
Makan tepat waktu. 
Bersayang-sayangan dengan pacar baru.
Kau juga sempat bermalam minggu. 
Kau tak mau lagi melayani, kau mulai minta dilayani.
Kau tak mau lagi lelah. Kau mulai belok ke lain arah.
Kau tak lagi senang tertekan,
Kau pilih  di Darussalam dengan nyaman.

Sedang aku mulai menangis, terisak dalam diam.
Melihat mereka terus-terusan menggerakkan tulang!
Tanpa jeda memeras otak dan fikiran!
Ntahlah, 
Mereka mungkin saja jahat ingin menampar keegoisanmu!
Tapi, kesabaran mereka, rupanya lebih kuat dan macho dari karakter lemahmu!

Dan mereka bertahan.
Dibawah tekanan, menyelesaikan amanah full keikhlasan,
sampai waktu yang dijanjikan menjumpai mereka dengan senyuman.
Ya, mereka masih menanti, kejutan indah dari Rabb mu, kawan!

Sorry, kalau aku bernegatif. Ini pantas.
Karena kau tak pernah terbuka,
Untuk menyampaikan apa-apa yang seharusnya kau sampaikan.
Kepada allah, aku beristighfar.
Karena bisa jadi, kau itu adalah aku.


@Meunasah Krueng, 17 September 2014. 


Senin, 15 September 2014

Secubit Rasa, Mari Kita Berpisah 2 Hari 23 Jam!

Mari kita berpisah 2 hari 23 jam!

Kau mungkin bosan
Atau lelah
Atau ingin sendiri
Atau kacau
Atau terlalu sibuk
Atau..
Ntahlah


Kau kutemukan mendadak kurang rasa kepedulian
Mendadak kurang perhatian pada hal-hal yang seharusnya kau perhatikan


Kau ingin apa sebenarnya?
kufikir, dulunya kau cukup terbuka, untuk beberapa hal
Beberapa waktu belakangan, kau start mulai tertutup!
Kau sengaja biarkan aku sendiri, atau kau ingin biar aku lebih mandiri?
Atau jangan-jangan, kau mulai hanya memikirkan dirimu sendiri?
Kau buat aku bernegatif sangka,


Ah, Apa yang ku bisa?
Hanya beristighfar, mensesali diri, mungkin pernah  kubuat kau kecewa satu dua kali.


Aku selalu ingin menolongmu, mengurangi bebanmu.
Berbagi kepala dan tenaga denganmu.
Tapi kau mulai menyimpan porsi bukan lagi untukku.


Apa sebenarnya yang kau niatkan?
Kau takut aku terlalu lelah? Atau denganku kau mulai tak lagi percaya??


Baiklah.
Untuk sementara, mari berfikir tentang diri masing-masing.
Denganmu, aku off 2 hari 23 jam.
C u after 2 days 23 hours. My dear team.


@canaimamakMenungguBukaPuasadenganRasaRindu
15 sept 2014, 18.00


Kamis, 11 September 2014

Minuman Enak Itu, Jus Guava!!




Minuman enak itu Jus Guava,
Pokoknya enak
Bukan karena jusnya
Atau buah guavanya
Pokoknya enak,

Minuman paling menenangkan
Paling menentramkan,
Minuman asik yang bikin semangat
Minuman kece yang bisa mengubah suntuk menjadi cerah
Mengubah lelah menjadi ceria,

Ntahlah...
Mungkin karena warnanya?
Merah jambu,
Cantik.

Ah, minuman enak
Jus guava rupanya.
Segala hal yang terhubung dan berhubungan dengan Jus Guava,
Saya suka! suka sekali! Love it.

Ini secuil rasa, yang agak berlebihan memang, 

Tapi begitulah, 
kita kan manusia
Ada segumpal rasa, ada suka senang sedih kecewa jealous cinta bangga suntuk kacau ceria

Mana ku sangka, jus guava berkali-kali sukses mengubah rasa !!

#@BEM Unsyiah, 11 Sept 2014

Selasa, 09 September 2014

Korea? STUDYHOLIC mode on





Kuingin cerita satu fenomena,
Jika di Unsyiah susah kujumpa.
ntahlah
Kalau di Aceh caffe dan warung kopi buka 24 jam, biasa.
Semakin malam semakin rame,

Contrast..
Disini, justru perpustakaan yang buka 24 jam.
Fantastic.
Untungnya library kampus yang sekarang dekat banget sama asrama,
tinggal keluar pintu trus masuk pintu.
Iseng-iseng, suatu malam,
Aku maen kepustaka (bc. dosoegwan)

Alamaaaakkkk,
tak dapat tempat duduk.
Pustaka 4 lantai yang lebih besar dari pustaka BIRO USK itu, penuh!
Tak disangka ketemu dengan temen Korea,
Melihatku yang kecewa tak kebagian satu tempat dudukpun,
Dia coba menghibur.
Dibalennya aku secangkir kupi.
2 menit kemudian beliau  mengajak jalan-jalan seputaran pustaka,
memperkenalkan nama-nama ruang,
Mengajarkan bagaimana cara memilih dan nge_booking kursi melalui suatu mesin digital.

Pukul 10 malam,
pustaka itu semakin rame, bahkan lebih rame dan penuh dari cafe-cafe.
Keesokan hari,
karena penasaran, nyoba-nyoba kepustaka lebih awal,
habis magrib, langsung kesana.
Sama! Penuh!
beruntung nya ada 1 kursi kosong.
Akhirnya, bisa juga belajar dalam suasana yang nyaman, 

Rame!
Banget ramenya.
Namun diam..dan hening tanpa keributan
kumenemukan pemandangan wajah-wajah yang begitu serius menatap buku-buku atau berkutat dengan tugas-tugas mereka,


suasana ini menampar diri yang selama ini begitu banyak santai-santai selama di USK,
belum pernah sekalipun merasakannya
yang namanya STUDYHARD.
Ya, wajah-wajah  mereka,
wajah mahasiswa yang studyhard...
bahkan STUDYHOLIC.
3jam belajar, hampir jam 12 malam, ngantuk,
akhirnya bergerak ke mesin pembuat kopi, dan meneguknya sekali.
Saat itu kebetulan bertemu dengan seorang teman Korea yang sama-sama ambil kelas bahasa inggris..

Irma: Lhoeh?? Kok masih disini?? Udah jam 12 ni, bukannya rumah kamu di Seogwipoe (suatu daerah yang jauhnya dari Darussalam-Jantho )??
Kim Su:(Cuma tersenyum)
Irma: ooohhh, dijemput bunda ya??
Kim Su: hehe, nggak ee, aku mau belajar disini, dan mungkin tidur disini juga... :)
Irma: dalam hati, (hah? Apa? Tidur dipustaka?)

Mantap banget ni anak, mahasiswa Biotechnology 1 ini, bener-bener study holic.
Dan akhirnya ane pun menyadari, setiap 1 mahasiswa memiliki 1 loker pribadi dipustaka,
untuk mnyimpan buku-buku yang tebal, cas laptop, mug dan plok minum.

Jam12 teng, 
aku pun balik kekamar, saat hendak keluar dari pintu pustaka ketemu lagi dengan seorang teman Korea, dan akhirnya kami pun balik ke asrama barengan...

Diperjalanan...
Irma: mau pulang juga kan?? Kok gak bawa tas??
Hyuna: iya, Cuma sebentar, pengen shower doank, paling juga 20 menit...
Irma: memang mau balik lagi ke perpus??
Hyuna: iya, hehe :)
Irma: jam berapa tadi mulai belajar dipustaka??
Hyuna: jam 9 malam tadi startnya
Irma: eummm, trus ntar balik lagi  mau belajar sampe  jam berapa?? Apa gak ngantuk??
Hyuna: hmm, mungkin sampe jam 6 a.m ajaaa,gak boleh ngantuk la, must be studyhard!
Irma: (Gubrak, belajar apaan ni anak??alamaaakk.. sampe jam 6? omg)

Bener-bener ngarep,
seandainya di Aceh bisa seperti ini, seperti disini, ya
cafe-cafe tutup jam 12 malam, 
tapi pustaka-pustaka buka 24 jam.. pasti seruuu abiz.
Bener-bener  berharap bisa nemui suasana seperti ini.

Tapi,kenyataannya,
di aceh, CAFE-CAFE buka 24 jam!
Miris sih, tapi..

Ya begitulah,
Semakin ku menguliti karakter beda bangsa, semakin unik ketemukan karakter bangsaku.
Unik lalainya, unik malas anak mudanya, ada memang yang rajin dan berprestasi, ada!
Tapi skala perbandingan dengan yang banyak main-mainnya, gak seriusnya, kurang mujahadahnya, itu jauh lebih banyak. Apa lagi mahasiswa “the cheater”?.. cukup banyak!

But seriously, keluar dari zona bangsa sendiri, aku menemukan semakin besar cintaku untuk Indonesiaku.
Sedikitpun tanpa rasa pesimis,
Step by step, perlahan,
Aku berproses, mencoba berprogress,
Pelan, tapi continue
Diam tapi pasti
Kan kuubah karakter anak negeri, karena aku “The Future Teacher”

#16 April 2013, 01.23 am, Library, Jeju National University