Rabu, 18 Februari 2015

Omo! Ini Dia 7 Alasan Mengapa “Join di BEM Unsyiah” Itu Menguntungkan Buatmu, Mahasiswa!


Hai mahasiswa.
Assalamualaikum New Semester
sebagai demisioner BEM Unsyiah yang baru saja di copot jabatannya beberapa hari lalu,
Hari ini saya iseng-iseng ngeblog berhadiah....haha... mudah-mudahan berhadiah pahala ya :)
Karena “menulis untuk melawan lupa”

Ngobrol-ngobrol tentang BEM USK, udah pada tau belum apa itu bem unsyiah? Bahan apa itu? Makanan apa itu? ...hihi

Oke. Oke.. saya gak akan memberi pengertian apapun tentang BEM Unsyiah.
Silahkan temui dan maknai sendiri apa itu BEM Unsyiah, biar kamu makin kreatif.

Hei, kamu semester berapa?
Omo! Semester 2? 4? 6?
...masih muda atuh! Saya mah udah semester 10. Omg^^
Well, tentang 7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa,
tentu saja kesemuanya adalah versi saya. Soooo... kevalidannya gak jelas, hoho.

7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa:


Alasan ke-1: Karena Kalo Gabung di BEM Unsyiah Kita Bisa Ngobrol Asik Sama Temen-temen Kita,  GAK KENAL BATAS GEOGRAFIS. 
LINTAS BENUA? Kita hambo ajuuu

Ini dia, salah satu alasan yang menguntungkan versi saya.
Kamu tahu gak kalo kantor  Bem Unsyiah itu wifinya kenceeeeeeeeeeeng banget. saya sering banget nelponin temen-temen saya di Korea, Jepang, bahkan Dubai via kakaotalk. What a fast call!

Yang asiknya lagi kalo pake skype, omo! puasnya tu disini.
Video call dengan teman-teman lintas negara, gileeeee... cepat banget, gak pake lelet. Pokoknya puas dah.

Salah satu temen Pakistan yang masih stay di Jeju, pernah ngomen, “kamu lagi dimana? Kok kelihatannya ruangannya berantakan banget?”... hahah... ya, begitulah. Dalam hati saya cuma bisa jawab, “oh God, c’mon. Ini BEM bro. Bukan kamar anak gadis. Wajarlah latar belakang pemandangan skype agak berantakan gimana gitu...hihi”. Katanya ruangan orang kreatif itu emang berantakan. Ntah iya. Hahah. Cukup senyum ajalah.

Apa? Belum punya koleksi teman dari berbagai negara?...
it’s ok my dear. It’s oke.
Justru dari sinilah, mungkin akan terbuka kesempatan kamu untuk mengoleksi teman lintas negara. Aamiin. Biiznillah.
Di BEM kamu bukan cuma bisa memperbanyak link, tapi juga kelebihan link.
Trust me.
Believe or not, kesempatan studi setahun di Jeju itu saya dapatkan dari Presidium Polhukam BEM 2012. J

Alasan ke-2: Karena Kalo Gabung di BEM itu, Kita Jadi Cerdas Menguliti Karakter!

Hah? Menguliti?
Hahah...iya menguliti.
Inti dari kontribusi sebenarnya bisa dimana saja. Termasuk di BEM Fakultas.
Yuk, kita berbuat manfaat dimana saja sesuai dengan kesukaan dan kapasitas masing-masing.

Tapi,
bedanya  BEM Univ dengan BEM Fakultas, disini kamu bisa menguliti karakter anak Teknik, menyelami hati anak Fisip, merenangi jiwa anak Keguruan, menyentuh jalan fikir anak MIPA, menerobos angan-angan anak Kedokteran, dan mengintip asa anak Hukum.
Wuaw.
Nah, masalahnya...secara umum, mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama, sedikit banyak, mereka kadang-kadang sama. Ya. Ada sesuatu yang sama dari mereka.

Tapi, ayoklah...
Perpanjang uluran tanganmu sedikit lagi, sampai menyentuh level Univ.
Kau akan  menemukan karakter-karakter yang sama sekali berbeda.
Benar-benar beda!

Selami jiwa mereka.
Kuliti karakternya.
Pahami hatinya.
Ikuti jalan fikirannya.
Gandeng asa dan mimpinya.
Terobos angan-angannya.
Intip kegalauannya. Hahah^^

Pecaya atau tidak,
mahasiswa yang memperpanjang uluran tangan sampai ke level Univ ini, juga mengulurkan tangannya di Fakultas masing-masing. Saya belum pernah melihat mahasiswa yang pegang cuma 1 amanah.
Faktanya,
mereka-mereka itu  memiliki “double duty” atau amanah rangkap. Thats why i called them ,”MAHASISWA DIATAS RATA-RATA”
haha, gak cuma ipk kan yang bisa di atas rata-rata.

Nantinya,
Ya suatu hari nanti, kau akan menyadari, teman-teman nge_BEM_mu itu akan  “menempati hatimu dengan caranya masing-masing
Oh my God. So sweet^^ Cuit cuit.

Seorang adik pernah bertanya pada kakaknya,
“kak, kalo masuk BEM ada di ospek?”.
Si kakakpun menjawab, “ada dek. Kalian akan di ospek di jalan. Di tengah jalan!”
Kakak ini bijak sekali. Faktanya, itulah kebenaran.
Open rekruitmen itu, gak pake ospek segala.
Konyol kali tu hari gini masih cerita ospek.

In a real condition, kalian akan di ospek ditengah jalan.
Di ospek oleh kondisi yang  100 persen nyata, bukan rekayasa!
Di ospek komitmen kalian. Satu persatu memilih mundur.
Gak tahan. Bisa jadi karena kepanasan terpapar teriknya uJIAn.
Atau malah karena kedinginan membeku gak tau ngapain sampe mati kutu.

Nah, ayok latihan menghargai karakter lain!
Kita start dengan latihan memahami karakter “LINTAS FAKULTAS”

Katakanlah,
Suatu hari nanti,...
bisa jadi,...
mungkin,...
kita mendapatkan scholarship untuk studi ke Perancis, atau Canada, bisa jadi Thailand atau bahkan Korea Selatan
pahamilah, di sana kita bukan hanya sekedar  menghadapi buku atau laboratorium eksperimen doank.
Faktanya, kita akan menghadapi manusia! dengan karakter dan prinsip hidup yang sama sekali BERBEDA!

Kalo di Unsyiah aja masih ribut masalah perbedaan ini itu,
beda prinsip begana begono,
anak ldk lah, anak BEM lah, macam model  lah pokoknya...
alias belum mampu menghargai karakter orang lain,
Bayangkan seandainya kita hidup di hadapkan dengan manusia lain, yang sama sekali berbeda. Semuanya beda. Prinsip hidupnya beda. Style nya beda. Agamanya beda. Habitnya beda. Semua karakternya benar-benar berbeda.
Mungkin, kita bakalan ngalamin “culture shock” berkepanjangan. Alias gak abis-abisnya.
Alhamdulillah, masa culture shock saya cuma 14 hari dari satu tahun masa hidup berdampingan dengan manusia multi-bangsa.

Seorang teman Indonesia dari Univ berbeda, yang mendapatkan kesempatan di negara yang sama seperti saya, namun ditempatkan di pulau yang berbeda,
Sebut saja namanya ukhti Bunga,
3 bulan stay di Korea, memutuskan untuk kembali ke tanah air Indonesia. Padahal masa studi masih ada 9 bulan lagi.
Waktu skype_an menanyakan alasan,
Alasannya singkat, tapi sangat disayangkan.
Yah, culture shock berkepanjangan dengan gaya hidup masyarakat atheis hedonis.
Selama ini ukhti Bunga, hidup dalam lingkungan sangat aman. “comfortable zone”. Bertemankan pula ukhti-ukhti lain yang gak kalah shaleha dari beliau.
Ukhti Bunga ini khawatir akan kelangsungan imannya.
Memang benar kata pepatah, “ragu-ragu? mundur!” beliaupun memutuskan pulang.

Tapi Bagi saya, “ragu-ragu? Maju terus! Ubah keraguan jadi keyakinan”

Di datangi misionaris? Udah jadi makanan saya sehari-hari.
Bukannya benci apalagi menghindari, para misionaris itu malah saya ketjhe_in terus sobatin. Hahah.. ^^

Diajakin minum-minum? Hahah... cetek kali tu. Itu mah, ajakan tiap hari, hangout keluar buat minum-minum.
Bukannya menolak dan minta maaf, kami bertiga mahasiswa Unsyiah, malah bilang, “yok, tapi balen kami eskrim yaaaa. Atau kopi pun boleh lah”hahah. Dasar!!

Tapi dari sanalah,
dari hangout kami itu, bukan sekedar hangout kosong! apalagi cuma buat have fun.
Kita “cang panah” pake bahasa Korea, memengaruhi jalan fikir mereka tentang keyakinan kita.

kita berhasil bikin mereka tahu apa itu ayam halal, apa itu ramadhan, mengapa harus shalat 5x, mengapa kalo punya Tuhan itu asik, kenapa harus pakai hijab padahal summer itu kan panas banget, kenapa gak boleh ciuman dan pegangan tangan,
bla bla bla...

Selami hati mereka, hargai kebiasaannya, pahami jiwanya, sentuh angannya, pandang karakternya dengan penuh hormat.

Maka sebaliknya, merekapun akan berlaku demikian pada kita.
F aksi = F reaksi

Bagi saya, Yang penting terbuka. Memahami. Kemudian menghargai. Tanpa harus terpengaruhi.
Dan ini butuh LATIHAN!
Latihannya panjang. Dan sama sekali gak gampang.

Alasan ke-3: Menjadikan Hidupmu Lebih Berwarna (fullcolor)!! Gak Flat Kayak  Sebelum-sebelumnya!

Believe or not, di BEM Unsyiah kita akan mengetahui lebih detil segala hal tentang diri kita sendiri. Kita akan menemukan apa yang sebenarnya kita suka secara spesifik. Apa yang kita mau.
Bahkan kita akan tahu apa makna “ambisi” sesungguhnya.

Hoho, bagaimana cara BEM Unsyiah mewarnai hidup kita?
Tentu saja, jawabannya hanya kita yang tahu.

Dulunya, pola pergaulan saya lurus-lurus saja. Cieeeee. Sok lurus, hihi 
Teman-teman saya adalah kumpulan anak-anak baik, gak suka merajuk, dan penurut. Yah, meski pada saat itu saya berstatus AGB (anak gaul bandaCeh), hahah. Ntah iya :)
Tapi bagi saya, pola pertemanan lurus demikian bisa dikatakan “flat
Zona aman.sangat nyaman.kurang menantang.

Nah, tentang membersamai BEM Unsyiah selama 8 bulan,
ada sosok-sosok lain yang hadir menempati hati  dan memberi warna-warna indah. Yang satu menumpahkan biru, yang satu melukis oranye, yang lain menggaris pink, sedang yang satu lagi mengecat merah.

Mereka menunjukkan jati dirinya tanpa segan.
Saat menemukan kesamaan, kita senang dan girang.
Saat perbedaan bertubrukan, kita diuji untuk memahami hati, menahan diri, lantas dengan segala kesadaran kita saling menghargai.

Sedikit banyak, mereka hadir untuk mewarnai.
Dari para mahasiswa on TOP inilah, aku menemukan hal-hal baru. Benar-benar baru dan ternyata seru.

Dari seorang adik Keperawatan, pejuang relawan SOSMAS, aku menemukan cara menyusun mind map dengan cepat dan rapi. Ya. Apapun yang kita rencanakan, selain harus di tuang dalam bentuk matriks, membuat mindmap adalah hal yang paling aku suka. Nah, belajarnya dari adik itu.

Dari adik-adik KOMINFO, aku menyadari bahwa kreativitas adalah segalanya. Mereka mengajarkan bagaimana seharusnya mahasiswa berfikir kreatif, apapun “concern” studinya

Dari adik-adik lainnya, aku juga baru tahu,
Di Unsyiah ini, masih banyak teman-teman kita yang untuk mempertahan hidup saja sulit.
1 hari, bukan kadang! tapi keseringan! makan 1 kali saja sulit!

Hah? Makan 1 hari 3x? Dua kali saja mungkin kemewahan bagi mereka.
Mereka itu nyata,
Nyata dan benar-benar ada.
Aku?
Huh, boleh dikatakan selama ini, aku dikelilingi mahasiswa berkecukupan.
Anak-anak kelas di prodiku, adalah kumpulan mahasiswa yang untuk urusan makan, aman. Tempat tinggal, nyaman.

Sori, nulis ini, aku benar-benar gak tahan dan pengen nangis aja.
Mereka, uhhh... adik-adik itu, mahasiswa ituuu, di luarnya kelihatan hepi, produktif, menghasilkan karya ini itu,  ketawa ketiwi,  tapi sering menahan diri, untuk bersabar!

Tentang survive! Tentang semangat melanjutkan studi! Tentang hidup!
Kekuatan apa yang sebenarnya ada dalam diri mereka?
Sehingga bisa dengan begitu santainya menanggung susah?
Ya Rabb,

Oh guys..C’mon...
Jangan kalian lihat dan pandang keatas, mahasiswa borjuis dengan mobilnya,
Fashion mentereng, gadget bukan maen..
Ikutan exchange dengan biaya sendiri/orang tua, benar-benar luar biasa kayanya.

Tapiiii...
Pandang kesini!
Disini ada banyak sekali mahasiswa, dengan segala kesulitan hidupnya, menahan diri DARI makan 1 hari tiga kalinya, namun mereka tampil cemerlang dengan segala kontribusinya! Mereka elegan dengan karya-karya kreatifnya!

Bahkan tak jarang, meski kondisi dililit susah,
hidup hutang-hutangan untuk bertahan,
mereka masih berani nombok,
gilanya lagi, kantong kereng pun dikorbankan juga demi terlaksananya masterpiece sebuah karya dari para “muda” untuk Indonesia.

Ah, mereka...
allah akan mencemerlangi dunia akhiratmu duhai dinda semua, sebagaimana kalian muncul menyinari  Unsyiah. Proud of you my dear all.

Alasan ke-4: Karena Kamu Akan Berubah Jadi Kreatif 100x Lipat dari Sebelumnya!

Wew...
100 x lipat?
Yang bener aja? Oke. Oke. Minimal 10x lipat laaa.

Tentang menjadi kreatif.
Ini adalah tentang menciptakan sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa sesuatu yang benar-benar baru, atau memodifikasi sesuatu yang pernah ada menjadi suatu karya yang menarik.

Tentang BEM.
Karya yang dimaksudkan disini bukan tentang menghasilkan barang/produk.
Tapi lebih kepada aktivitas dan proses-proses kreatif.

Nah, are you ready being trainee and get training ??
Who will be your trainer??
Your trainer is an experience! It will train you hardly.
Try and error is a real trainer for you!

C’mon dear...Apa lagi yang kau tunggu?
Apa passionmu?
Jika kau suka hal-hal semacam Pentas Unsyiah Fair 9, ayok nyemplung di PSDM.
Mau sampai kapan kamu bertahan menjadi sosok penonton di pentas mahasiswa?
Sudah saatnya menjadi pemain!
A player.
Being A Conceptor! A manager! And An Inisiator!

Jadi pemain di atas panggung itu memang keren, tapi pemain yang menciptakan panggung, what a cool man ^^

Oho...kamu suka ketemu dengan bapak-bapak pejabat rupanya?
Oke. Oke. Ayok renangi kolam KEMENLU.
Kementerian Luar Universitas, kepanjangannya.
Di sini tempatnya kamu menguji wawasan kamu yang meng_global.
Kamu adalah kumpulan mahasiswa dengan kemampuan komunikasi di atas rata-rata.

(apa? Belum berani komunikasi? Latihan! Wakil Menteri Kemenlu BEM 2014 bisa jadi rujukanmu)

Berwawasan dan elegan adalah karaktermu
Membangun hubungan komunikasi dengan para petinggi level provinsi bahkan negeri, kamu terlatih!
Kamu adalah orang-orang yang berani, tapi terkontrol.
Menyikapi masalah dengan kedewasaan tingkat dewa.
Meledak-ledak bukan cirimu. Emosional bukan kamu.
Senyum, ramah, ligat dan cepat adalah kekuatanmu.

(untuk ciri-ciri di atas, saya rekomendasiin WAMENLU BEM 2014 dan Menteri HUAL BEM 2010 sebagai tempatmu berdiskusi and sharing)

(what? Masih merasa belum berwawasan? Jangan minder gitu ah!
Gak asik, ayok lebih peka dan asah skill rasa keingintahuanmu pada hal-hal baru.
Hah? Masih emosional? Lagi-lagi pengen bilang, Latihan!
Omo! Masih suka cemberut, suram dan gak ligat ngerjain ini itu? Lagi-lagi, Latihan!)

Kamu, adalah mahasiswa yang terjaring dengan pola pergaulan luas.
asiknya,
Di KEMENLU ini, kamu gak cuma memiliki “link” level nasional,
Tapi, link-link internasional pun ada di genggamanmu!
Bapak-bapak ASEAN ada dalam koneksimu.
Mahasiswa ASIA ada dalam lingkaranmu.
Manusia di benua mana lagi yang ingin kau sentuh?

Tentu saja, hal ini MEMAKSAmu untuk latihan keras, agar memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata.
Masak iya berkirim email dengan orang ASEAN pake bahasa Indonesia?
Syukur-syukur kamu bisa bahasa Thailand,
Well, at least ya dengan bahasa Internasional laa, English.

Garis bawah ya. Kamu DIPAKSA oleh keadaan untuk BISA.
Bisa berkomunikasi! Bisa English! Cepat atau lambat,
look! Kau menemukan dirimu bisa!

Intinya,
Ada banyak sekali aktifitas-aktiftas di BEM yang akan MEMAKSAmu terlatih kreatif.
Baik kamu di Kementerian Luar Universitas, Sosial Masyarakat, PSDM, Pemberdayaan Perempuan, Politik Hukum dan Keamanan, Dalam Universitas, Kesekretariatan BEM, dan Kominfo

Apa cirinya kalau kreativitasmu mulai terasah??

Salah satu gejalanya itu,
Pas kamu sedang makan malam, tiba-tiba terbersit dalam fikiranmu,
“kayaknya nanti kalo aku bikin ini keren deh, ah, aku coba googling dulu, siapa tau anak-anak UI dan ITB udah pernah buat juga. Omo! Aku harus cepat hubungi Pak X di Disbudpar ni, hah? Kayaknya klo bikin kegiatan Z beririsan dengan agenda kementerian F, besok aku hub tim DPH and presidium untuk dengar ide aku ini, kira-kira apa ya tanggapan mereka?”

Pas kamu sedang sikat gigi,
“aku rasa aku harus bikin kegiatan Y ni, aaahhh, ok, besok aku coba ke B dulu, konsul dengan si C masalah D ini, tapi aku besok kuliah pulak sampe jam 2, oke malam ni aku hubungi si I dan U dulu”

Pas lagi nyetrika baju,
“hmmm... besok jadwalnya sarapan pagi bareng Gubernur ni, aku besok ngapaian ya kira-kira kalo ketemu Gubernur. Oke, aku akan nanya kabar kesehatannya dulu, trus aku mau nyampein program departemenku semester ini, minimal bisa denger tanggapan beliau. Hihi. Ah, tapi beliau kan sibuk, pasti beliau buru-buru, ok. Aku akan share 1 program terdekat aja dulu. Ok, fix”

Intinya,
Disetiap aktifitas harianmu, baik itu kuliah, nyetrika, sikat gigi, makan pagi, dsb
Akan selalu diGANGGU dengan ide-ide yang terus bermunculan di kepalamu.
Kamu butuh note, untuk mencatat ide-ide itu!
Dalam 1 hari kamu bisa produksi sampai 20 ide bahkan lebih,
Nah,
Disinilah gunanya diskusi dengan partner di Kementerianmu.
Gak semua ide harus di eksekusi!
Bahkan beberapa temanmu itu harus menekan ambisimu untuk buat ini buat itu.
Ide yang boleh di eksekusi adalah yang paling mendesak dan paling bermanfaat untuk dilakukan.
Tak Cuma itu, ide yang boleh di eksekusi adalah ide yang disetujui berdasarkan kesepakatan forum. Bukan yang diambil berdasarkan nafsu sendiri.

Dari sini,
Setelah kreatif,
Kamu akan terlatih kooperatif!


Alasan ke-5: Karena Kamu Mulai Merasakan Aura Professional Dunia Kerja. wew

Sedikit banyak, cepat atau lambat
Kamu pasti menyadari, bahwa ini memang butuh!
Ya kita butuh latihan sedini mungkin,
Latihan menjadi professional!

Di BEM, kita terbiasa berkooperasi dengan lembaga-lembaga luar kampus.
Baik dengan elit pemerintahan, maupun swasta.
Membuat kegiatan ini itu, tak akan pernah lepas dengan yang namanya “sponsorship”
Kamu harus tahu bagaimana menyusun proposal, mendelegasikan proposal, dan melakukan audiensi-audiensi.

Kesabaranmu di uji saat menghadapi banyaknya “cengkonek” mereka calon sponsorshipmu,
Keteguhanmu digoyah, saat proposalmu ditolak mentah-mentah, tanpa diberi kesempatan untuk bicara.

Wew...
Skill komunikasi dan “mencuri hati”mu ditantang apakah kau kan bertahan sampai di gerbang terdepan?

Apa? Ngapain repot buat proposal katamu? Hah? Pake uang mahasiswa aja fikirmu?
HAHAHAHA...
Ya ya ya... sampai kapan kamu mau tetap konsisten dengan pola fikir MALAS mu itu?
Bekerjalah! Berbuat untuk mahasiswa!
Bermanfaatlah!


Alasan ke-6: Karena “skill” Kamu Gak Cuma Bertambah, Tapi Juga Semakin Tajam Terasah!

Dengan latihan ketat,
Kemauan belajar keras,
Kau akan tumbuh menjadi sosok multitalent.
Kekuatanmu menguat. Kelemahanmu melemah.

In a real condition, “seseorang dengan skill melimpah dan terasah, akan selalu dicari!”

Nantinya, di dunia nyata. Saat kau mulai sadar harus berkeluarga,
“menabung” menjadi rencana awal untuk melangkah.
Kau dituntut untuk bekerja bukan?
Sebagian orang mungkin akan sibuk dan repot MENCARI kerja.
Nyatanya, ada banyak sekali orang-orang di luar sana, yang justru dicari-cari oleh KERJA.
Kesempatan datang bertubi-tubi.
Bukan hanya “tak perlu” mencari, bahkan mereka berhak memilih-milih kesempatan mana yang harus dieksekusi.
Kerennya lagi, sebagian mereka memilih untuk menciptakan kerja sendiri. Wuaw.

Yupzzzz. Merekalah manusia-manusia mantan “Mahasiswa Produktif

Perihnya belajar, sudah mereka tanggung.
Lelahnya mengumpulkan pengalaman, sudah mereka tahan.

Mereka bukan golongan mahasiswa yang percaya dengan “study smart”
Meski mungkin, mereka diakui smart.
A real smart student NEVER believe in “study smart

Nyatanya,
Mereka adalah sosok yang sudah melewati setiap slide episode study hard
Belajar keras, dengan kesabaran diatas rata-rata.
Latihan keras, dengan keyakinan berpeluh asa.

Merekalah yang keras terhadap diri sendiri.
Mudah dan lembut terhadap orang lain.


Alasan ke-7: Because of Allah
Ya. Ini adalah pilihan alasan terakhir, tapi harus menempati posisi pertama dihatimu.
#Because of allah.
Sebelum memutuskan mengerjakan sesuatu, pastikan niatnya karena allah!
Maka kau akan menemukan keberkahan.

Memburu berkah memanglah berat,
Tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.

Saya pribadi, Cuma ada satu alasan:
agar setiap hari dipandangi-Nya dengan cinta,
agar segala pinta, diberi-Nya  dengan kasih.
Membayangkan, jika hari ini saja, dipandangi-Nya dengan murka?
segala pinta diberi-Nya dengan benci?
Ya Rabb..
Tak terbayangkan betapa celakanya!

Ayok sama-sama meluruskan niat,
everything we do is because of allah.

Membersamai BEM Unsyiah? Aku sudah!!
Ini ceritaku, mana ceritamu?
:)
C u my dear all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Rabu, 18 Februari 2015

Omo! Ini Dia 7 Alasan Mengapa “Join di BEM Unsyiah” Itu Menguntungkan Buatmu, Mahasiswa!


Hai mahasiswa.
Assalamualaikum New Semester
sebagai demisioner BEM Unsyiah yang baru saja di copot jabatannya beberapa hari lalu,
Hari ini saya iseng-iseng ngeblog berhadiah....haha... mudah-mudahan berhadiah pahala ya :)
Karena “menulis untuk melawan lupa”

Ngobrol-ngobrol tentang BEM USK, udah pada tau belum apa itu bem unsyiah? Bahan apa itu? Makanan apa itu? ...hihi

Oke. Oke.. saya gak akan memberi pengertian apapun tentang BEM Unsyiah.
Silahkan temui dan maknai sendiri apa itu BEM Unsyiah, biar kamu makin kreatif.

Hei, kamu semester berapa?
Omo! Semester 2? 4? 6?
...masih muda atuh! Saya mah udah semester 10. Omg^^
Well, tentang 7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa,
tentu saja kesemuanya adalah versi saya. Soooo... kevalidannya gak jelas, hoho.

7 alasan mengapa “JOIN  di BEM UNSYIAH”  itu menguntungkan buat kita-kita mahasiswa:


Alasan ke-1: Karena Kalo Gabung di BEM Unsyiah Kita Bisa Ngobrol Asik Sama Temen-temen Kita,  GAK KENAL BATAS GEOGRAFIS. 
LINTAS BENUA? Kita hambo ajuuu

Ini dia, salah satu alasan yang menguntungkan versi saya.
Kamu tahu gak kalo kantor  Bem Unsyiah itu wifinya kenceeeeeeeeeeeng banget. saya sering banget nelponin temen-temen saya di Korea, Jepang, bahkan Dubai via kakaotalk. What a fast call!

Yang asiknya lagi kalo pake skype, omo! puasnya tu disini.
Video call dengan teman-teman lintas negara, gileeeee... cepat banget, gak pake lelet. Pokoknya puas dah.

Salah satu temen Pakistan yang masih stay di Jeju, pernah ngomen, “kamu lagi dimana? Kok kelihatannya ruangannya berantakan banget?”... hahah... ya, begitulah. Dalam hati saya cuma bisa jawab, “oh God, c’mon. Ini BEM bro. Bukan kamar anak gadis. Wajarlah latar belakang pemandangan skype agak berantakan gimana gitu...hihi”. Katanya ruangan orang kreatif itu emang berantakan. Ntah iya. Hahah. Cukup senyum ajalah.

Apa? Belum punya koleksi teman dari berbagai negara?...
it’s ok my dear. It’s oke.
Justru dari sinilah, mungkin akan terbuka kesempatan kamu untuk mengoleksi teman lintas negara. Aamiin. Biiznillah.
Di BEM kamu bukan cuma bisa memperbanyak link, tapi juga kelebihan link.
Trust me.
Believe or not, kesempatan studi setahun di Jeju itu saya dapatkan dari Presidium Polhukam BEM 2012. J

Alasan ke-2: Karena Kalo Gabung di BEM itu, Kita Jadi Cerdas Menguliti Karakter!

Hah? Menguliti?
Hahah...iya menguliti.
Inti dari kontribusi sebenarnya bisa dimana saja. Termasuk di BEM Fakultas.
Yuk, kita berbuat manfaat dimana saja sesuai dengan kesukaan dan kapasitas masing-masing.

Tapi,
bedanya  BEM Univ dengan BEM Fakultas, disini kamu bisa menguliti karakter anak Teknik, menyelami hati anak Fisip, merenangi jiwa anak Keguruan, menyentuh jalan fikir anak MIPA, menerobos angan-angan anak Kedokteran, dan mengintip asa anak Hukum.
Wuaw.
Nah, masalahnya...secara umum, mahasiswa yang berasal dari fakultas yang sama, sedikit banyak, mereka kadang-kadang sama. Ya. Ada sesuatu yang sama dari mereka.

Tapi, ayoklah...
Perpanjang uluran tanganmu sedikit lagi, sampai menyentuh level Univ.
Kau akan  menemukan karakter-karakter yang sama sekali berbeda.
Benar-benar beda!

Selami jiwa mereka.
Kuliti karakternya.
Pahami hatinya.
Ikuti jalan fikirannya.
Gandeng asa dan mimpinya.
Terobos angan-angannya.
Intip kegalauannya. Hahah^^

Pecaya atau tidak,
mahasiswa yang memperpanjang uluran tangan sampai ke level Univ ini, juga mengulurkan tangannya di Fakultas masing-masing. Saya belum pernah melihat mahasiswa yang pegang cuma 1 amanah.
Faktanya,
mereka-mereka itu  memiliki “double duty” atau amanah rangkap. Thats why i called them ,”MAHASISWA DIATAS RATA-RATA”
haha, gak cuma ipk kan yang bisa di atas rata-rata.

Nantinya,
Ya suatu hari nanti, kau akan menyadari, teman-teman nge_BEM_mu itu akan  “menempati hatimu dengan caranya masing-masing
Oh my God. So sweet^^ Cuit cuit.

Seorang adik pernah bertanya pada kakaknya,
“kak, kalo masuk BEM ada di ospek?”.
Si kakakpun menjawab, “ada dek. Kalian akan di ospek di jalan. Di tengah jalan!”
Kakak ini bijak sekali. Faktanya, itulah kebenaran.
Open rekruitmen itu, gak pake ospek segala.
Konyol kali tu hari gini masih cerita ospek.

In a real condition, kalian akan di ospek ditengah jalan.
Di ospek oleh kondisi yang  100 persen nyata, bukan rekayasa!
Di ospek komitmen kalian. Satu persatu memilih mundur.
Gak tahan. Bisa jadi karena kepanasan terpapar teriknya uJIAn.
Atau malah karena kedinginan membeku gak tau ngapain sampe mati kutu.

Nah, ayok latihan menghargai karakter lain!
Kita start dengan latihan memahami karakter “LINTAS FAKULTAS”

Katakanlah,
Suatu hari nanti,...
bisa jadi,...
mungkin,...
kita mendapatkan scholarship untuk studi ke Perancis, atau Canada, bisa jadi Thailand atau bahkan Korea Selatan
pahamilah, di sana kita bukan hanya sekedar  menghadapi buku atau laboratorium eksperimen doank.
Faktanya, kita akan menghadapi manusia! dengan karakter dan prinsip hidup yang sama sekali BERBEDA!

Kalo di Unsyiah aja masih ribut masalah perbedaan ini itu,
beda prinsip begana begono,
anak ldk lah, anak BEM lah, macam model  lah pokoknya...
alias belum mampu menghargai karakter orang lain,
Bayangkan seandainya kita hidup di hadapkan dengan manusia lain, yang sama sekali berbeda. Semuanya beda. Prinsip hidupnya beda. Style nya beda. Agamanya beda. Habitnya beda. Semua karakternya benar-benar berbeda.
Mungkin, kita bakalan ngalamin “culture shock” berkepanjangan. Alias gak abis-abisnya.
Alhamdulillah, masa culture shock saya cuma 14 hari dari satu tahun masa hidup berdampingan dengan manusia multi-bangsa.

Seorang teman Indonesia dari Univ berbeda, yang mendapatkan kesempatan di negara yang sama seperti saya, namun ditempatkan di pulau yang berbeda,
Sebut saja namanya ukhti Bunga,
3 bulan stay di Korea, memutuskan untuk kembali ke tanah air Indonesia. Padahal masa studi masih ada 9 bulan lagi.
Waktu skype_an menanyakan alasan,
Alasannya singkat, tapi sangat disayangkan.
Yah, culture shock berkepanjangan dengan gaya hidup masyarakat atheis hedonis.
Selama ini ukhti Bunga, hidup dalam lingkungan sangat aman. “comfortable zone”. Bertemankan pula ukhti-ukhti lain yang gak kalah shaleha dari beliau.
Ukhti Bunga ini khawatir akan kelangsungan imannya.
Memang benar kata pepatah, “ragu-ragu? mundur!” beliaupun memutuskan pulang.

Tapi Bagi saya, “ragu-ragu? Maju terus! Ubah keraguan jadi keyakinan”

Di datangi misionaris? Udah jadi makanan saya sehari-hari.
Bukannya benci apalagi menghindari, para misionaris itu malah saya ketjhe_in terus sobatin. Hahah.. ^^

Diajakin minum-minum? Hahah... cetek kali tu. Itu mah, ajakan tiap hari, hangout keluar buat minum-minum.
Bukannya menolak dan minta maaf, kami bertiga mahasiswa Unsyiah, malah bilang, “yok, tapi balen kami eskrim yaaaa. Atau kopi pun boleh lah”hahah. Dasar!!

Tapi dari sanalah,
dari hangout kami itu, bukan sekedar hangout kosong! apalagi cuma buat have fun.
Kita “cang panah” pake bahasa Korea, memengaruhi jalan fikir mereka tentang keyakinan kita.

kita berhasil bikin mereka tahu apa itu ayam halal, apa itu ramadhan, mengapa harus shalat 5x, mengapa kalo punya Tuhan itu asik, kenapa harus pakai hijab padahal summer itu kan panas banget, kenapa gak boleh ciuman dan pegangan tangan,
bla bla bla...

Selami hati mereka, hargai kebiasaannya, pahami jiwanya, sentuh angannya, pandang karakternya dengan penuh hormat.

Maka sebaliknya, merekapun akan berlaku demikian pada kita.
F aksi = F reaksi

Bagi saya, Yang penting terbuka. Memahami. Kemudian menghargai. Tanpa harus terpengaruhi.
Dan ini butuh LATIHAN!
Latihannya panjang. Dan sama sekali gak gampang.

Alasan ke-3: Menjadikan Hidupmu Lebih Berwarna (fullcolor)!! Gak Flat Kayak  Sebelum-sebelumnya!

Believe or not, di BEM Unsyiah kita akan mengetahui lebih detil segala hal tentang diri kita sendiri. Kita akan menemukan apa yang sebenarnya kita suka secara spesifik. Apa yang kita mau.
Bahkan kita akan tahu apa makna “ambisi” sesungguhnya.

Hoho, bagaimana cara BEM Unsyiah mewarnai hidup kita?
Tentu saja, jawabannya hanya kita yang tahu.

Dulunya, pola pergaulan saya lurus-lurus saja. Cieeeee. Sok lurus, hihi 
Teman-teman saya adalah kumpulan anak-anak baik, gak suka merajuk, dan penurut. Yah, meski pada saat itu saya berstatus AGB (anak gaul bandaCeh), hahah. Ntah iya :)
Tapi bagi saya, pola pertemanan lurus demikian bisa dikatakan “flat
Zona aman.sangat nyaman.kurang menantang.

Nah, tentang membersamai BEM Unsyiah selama 8 bulan,
ada sosok-sosok lain yang hadir menempati hati  dan memberi warna-warna indah. Yang satu menumpahkan biru, yang satu melukis oranye, yang lain menggaris pink, sedang yang satu lagi mengecat merah.

Mereka menunjukkan jati dirinya tanpa segan.
Saat menemukan kesamaan, kita senang dan girang.
Saat perbedaan bertubrukan, kita diuji untuk memahami hati, menahan diri, lantas dengan segala kesadaran kita saling menghargai.

Sedikit banyak, mereka hadir untuk mewarnai.
Dari para mahasiswa on TOP inilah, aku menemukan hal-hal baru. Benar-benar baru dan ternyata seru.

Dari seorang adik Keperawatan, pejuang relawan SOSMAS, aku menemukan cara menyusun mind map dengan cepat dan rapi. Ya. Apapun yang kita rencanakan, selain harus di tuang dalam bentuk matriks, membuat mindmap adalah hal yang paling aku suka. Nah, belajarnya dari adik itu.

Dari adik-adik KOMINFO, aku menyadari bahwa kreativitas adalah segalanya. Mereka mengajarkan bagaimana seharusnya mahasiswa berfikir kreatif, apapun “concern” studinya

Dari adik-adik lainnya, aku juga baru tahu,
Di Unsyiah ini, masih banyak teman-teman kita yang untuk mempertahan hidup saja sulit.
1 hari, bukan kadang! tapi keseringan! makan 1 kali saja sulit!

Hah? Makan 1 hari 3x? Dua kali saja mungkin kemewahan bagi mereka.
Mereka itu nyata,
Nyata dan benar-benar ada.
Aku?
Huh, boleh dikatakan selama ini, aku dikelilingi mahasiswa berkecukupan.
Anak-anak kelas di prodiku, adalah kumpulan mahasiswa yang untuk urusan makan, aman. Tempat tinggal, nyaman.

Sori, nulis ini, aku benar-benar gak tahan dan pengen nangis aja.
Mereka, uhhh... adik-adik itu, mahasiswa ituuu, di luarnya kelihatan hepi, produktif, menghasilkan karya ini itu,  ketawa ketiwi,  tapi sering menahan diri, untuk bersabar!

Tentang survive! Tentang semangat melanjutkan studi! Tentang hidup!
Kekuatan apa yang sebenarnya ada dalam diri mereka?
Sehingga bisa dengan begitu santainya menanggung susah?
Ya Rabb,

Oh guys..C’mon...
Jangan kalian lihat dan pandang keatas, mahasiswa borjuis dengan mobilnya,
Fashion mentereng, gadget bukan maen..
Ikutan exchange dengan biaya sendiri/orang tua, benar-benar luar biasa kayanya.

Tapiiii...
Pandang kesini!
Disini ada banyak sekali mahasiswa, dengan segala kesulitan hidupnya, menahan diri DARI makan 1 hari tiga kalinya, namun mereka tampil cemerlang dengan segala kontribusinya! Mereka elegan dengan karya-karya kreatifnya!

Bahkan tak jarang, meski kondisi dililit susah,
hidup hutang-hutangan untuk bertahan,
mereka masih berani nombok,
gilanya lagi, kantong kereng pun dikorbankan juga demi terlaksananya masterpiece sebuah karya dari para “muda” untuk Indonesia.

Ah, mereka...
allah akan mencemerlangi dunia akhiratmu duhai dinda semua, sebagaimana kalian muncul menyinari  Unsyiah. Proud of you my dear all.

Alasan ke-4: Karena Kamu Akan Berubah Jadi Kreatif 100x Lipat dari Sebelumnya!

Wew...
100 x lipat?
Yang bener aja? Oke. Oke. Minimal 10x lipat laaa.

Tentang menjadi kreatif.
Ini adalah tentang menciptakan sesuatu.
Sesuatu itu bisa berupa sesuatu yang benar-benar baru, atau memodifikasi sesuatu yang pernah ada menjadi suatu karya yang menarik.

Tentang BEM.
Karya yang dimaksudkan disini bukan tentang menghasilkan barang/produk.
Tapi lebih kepada aktivitas dan proses-proses kreatif.

Nah, are you ready being trainee and get training ??
Who will be your trainer??
Your trainer is an experience! It will train you hardly.
Try and error is a real trainer for you!

C’mon dear...Apa lagi yang kau tunggu?
Apa passionmu?
Jika kau suka hal-hal semacam Pentas Unsyiah Fair 9, ayok nyemplung di PSDM.
Mau sampai kapan kamu bertahan menjadi sosok penonton di pentas mahasiswa?
Sudah saatnya menjadi pemain!
A player.
Being A Conceptor! A manager! And An Inisiator!

Jadi pemain di atas panggung itu memang keren, tapi pemain yang menciptakan panggung, what a cool man ^^

Oho...kamu suka ketemu dengan bapak-bapak pejabat rupanya?
Oke. Oke. Ayok renangi kolam KEMENLU.
Kementerian Luar Universitas, kepanjangannya.
Di sini tempatnya kamu menguji wawasan kamu yang meng_global.
Kamu adalah kumpulan mahasiswa dengan kemampuan komunikasi di atas rata-rata.

(apa? Belum berani komunikasi? Latihan! Wakil Menteri Kemenlu BEM 2014 bisa jadi rujukanmu)

Berwawasan dan elegan adalah karaktermu
Membangun hubungan komunikasi dengan para petinggi level provinsi bahkan negeri, kamu terlatih!
Kamu adalah orang-orang yang berani, tapi terkontrol.
Menyikapi masalah dengan kedewasaan tingkat dewa.
Meledak-ledak bukan cirimu. Emosional bukan kamu.
Senyum, ramah, ligat dan cepat adalah kekuatanmu.

(untuk ciri-ciri di atas, saya rekomendasiin WAMENLU BEM 2014 dan Menteri HUAL BEM 2010 sebagai tempatmu berdiskusi and sharing)

(what? Masih merasa belum berwawasan? Jangan minder gitu ah!
Gak asik, ayok lebih peka dan asah skill rasa keingintahuanmu pada hal-hal baru.
Hah? Masih emosional? Lagi-lagi pengen bilang, Latihan!
Omo! Masih suka cemberut, suram dan gak ligat ngerjain ini itu? Lagi-lagi, Latihan!)

Kamu, adalah mahasiswa yang terjaring dengan pola pergaulan luas.
asiknya,
Di KEMENLU ini, kamu gak cuma memiliki “link” level nasional,
Tapi, link-link internasional pun ada di genggamanmu!
Bapak-bapak ASEAN ada dalam koneksimu.
Mahasiswa ASIA ada dalam lingkaranmu.
Manusia di benua mana lagi yang ingin kau sentuh?

Tentu saja, hal ini MEMAKSAmu untuk latihan keras, agar memiliki kemampuan bahasa di atas rata-rata.
Masak iya berkirim email dengan orang ASEAN pake bahasa Indonesia?
Syukur-syukur kamu bisa bahasa Thailand,
Well, at least ya dengan bahasa Internasional laa, English.

Garis bawah ya. Kamu DIPAKSA oleh keadaan untuk BISA.
Bisa berkomunikasi! Bisa English! Cepat atau lambat,
look! Kau menemukan dirimu bisa!

Intinya,
Ada banyak sekali aktifitas-aktiftas di BEM yang akan MEMAKSAmu terlatih kreatif.
Baik kamu di Kementerian Luar Universitas, Sosial Masyarakat, PSDM, Pemberdayaan Perempuan, Politik Hukum dan Keamanan, Dalam Universitas, Kesekretariatan BEM, dan Kominfo

Apa cirinya kalau kreativitasmu mulai terasah??

Salah satu gejalanya itu,
Pas kamu sedang makan malam, tiba-tiba terbersit dalam fikiranmu,
“kayaknya nanti kalo aku bikin ini keren deh, ah, aku coba googling dulu, siapa tau anak-anak UI dan ITB udah pernah buat juga. Omo! Aku harus cepat hubungi Pak X di Disbudpar ni, hah? Kayaknya klo bikin kegiatan Z beririsan dengan agenda kementerian F, besok aku hub tim DPH and presidium untuk dengar ide aku ini, kira-kira apa ya tanggapan mereka?”

Pas kamu sedang sikat gigi,
“aku rasa aku harus bikin kegiatan Y ni, aaahhh, ok, besok aku coba ke B dulu, konsul dengan si C masalah D ini, tapi aku besok kuliah pulak sampe jam 2, oke malam ni aku hubungi si I dan U dulu”

Pas lagi nyetrika baju,
“hmmm... besok jadwalnya sarapan pagi bareng Gubernur ni, aku besok ngapaian ya kira-kira kalo ketemu Gubernur. Oke, aku akan nanya kabar kesehatannya dulu, trus aku mau nyampein program departemenku semester ini, minimal bisa denger tanggapan beliau. Hihi. Ah, tapi beliau kan sibuk, pasti beliau buru-buru, ok. Aku akan share 1 program terdekat aja dulu. Ok, fix”

Intinya,
Disetiap aktifitas harianmu, baik itu kuliah, nyetrika, sikat gigi, makan pagi, dsb
Akan selalu diGANGGU dengan ide-ide yang terus bermunculan di kepalamu.
Kamu butuh note, untuk mencatat ide-ide itu!
Dalam 1 hari kamu bisa produksi sampai 20 ide bahkan lebih,
Nah,
Disinilah gunanya diskusi dengan partner di Kementerianmu.
Gak semua ide harus di eksekusi!
Bahkan beberapa temanmu itu harus menekan ambisimu untuk buat ini buat itu.
Ide yang boleh di eksekusi adalah yang paling mendesak dan paling bermanfaat untuk dilakukan.
Tak Cuma itu, ide yang boleh di eksekusi adalah ide yang disetujui berdasarkan kesepakatan forum. Bukan yang diambil berdasarkan nafsu sendiri.

Dari sini,
Setelah kreatif,
Kamu akan terlatih kooperatif!


Alasan ke-5: Karena Kamu Mulai Merasakan Aura Professional Dunia Kerja. wew

Sedikit banyak, cepat atau lambat
Kamu pasti menyadari, bahwa ini memang butuh!
Ya kita butuh latihan sedini mungkin,
Latihan menjadi professional!

Di BEM, kita terbiasa berkooperasi dengan lembaga-lembaga luar kampus.
Baik dengan elit pemerintahan, maupun swasta.
Membuat kegiatan ini itu, tak akan pernah lepas dengan yang namanya “sponsorship”
Kamu harus tahu bagaimana menyusun proposal, mendelegasikan proposal, dan melakukan audiensi-audiensi.

Kesabaranmu di uji saat menghadapi banyaknya “cengkonek” mereka calon sponsorshipmu,
Keteguhanmu digoyah, saat proposalmu ditolak mentah-mentah, tanpa diberi kesempatan untuk bicara.

Wew...
Skill komunikasi dan “mencuri hati”mu ditantang apakah kau kan bertahan sampai di gerbang terdepan?

Apa? Ngapain repot buat proposal katamu? Hah? Pake uang mahasiswa aja fikirmu?
HAHAHAHA...
Ya ya ya... sampai kapan kamu mau tetap konsisten dengan pola fikir MALAS mu itu?
Bekerjalah! Berbuat untuk mahasiswa!
Bermanfaatlah!


Alasan ke-6: Karena “skill” Kamu Gak Cuma Bertambah, Tapi Juga Semakin Tajam Terasah!

Dengan latihan ketat,
Kemauan belajar keras,
Kau akan tumbuh menjadi sosok multitalent.
Kekuatanmu menguat. Kelemahanmu melemah.

In a real condition, “seseorang dengan skill melimpah dan terasah, akan selalu dicari!”

Nantinya, di dunia nyata. Saat kau mulai sadar harus berkeluarga,
“menabung” menjadi rencana awal untuk melangkah.
Kau dituntut untuk bekerja bukan?
Sebagian orang mungkin akan sibuk dan repot MENCARI kerja.
Nyatanya, ada banyak sekali orang-orang di luar sana, yang justru dicari-cari oleh KERJA.
Kesempatan datang bertubi-tubi.
Bukan hanya “tak perlu” mencari, bahkan mereka berhak memilih-milih kesempatan mana yang harus dieksekusi.
Kerennya lagi, sebagian mereka memilih untuk menciptakan kerja sendiri. Wuaw.

Yupzzzz. Merekalah manusia-manusia mantan “Mahasiswa Produktif

Perihnya belajar, sudah mereka tanggung.
Lelahnya mengumpulkan pengalaman, sudah mereka tahan.

Mereka bukan golongan mahasiswa yang percaya dengan “study smart”
Meski mungkin, mereka diakui smart.
A real smart student NEVER believe in “study smart

Nyatanya,
Mereka adalah sosok yang sudah melewati setiap slide episode study hard
Belajar keras, dengan kesabaran diatas rata-rata.
Latihan keras, dengan keyakinan berpeluh asa.

Merekalah yang keras terhadap diri sendiri.
Mudah dan lembut terhadap orang lain.


Alasan ke-7: Because of Allah
Ya. Ini adalah pilihan alasan terakhir, tapi harus menempati posisi pertama dihatimu.
#Because of allah.
Sebelum memutuskan mengerjakan sesuatu, pastikan niatnya karena allah!
Maka kau akan menemukan keberkahan.

Memburu berkah memanglah berat,
Tapi justru di dalamnyalah ada banyak rasa nikmat.

Saya pribadi, Cuma ada satu alasan:
agar setiap hari dipandangi-Nya dengan cinta,
agar segala pinta, diberi-Nya  dengan kasih.
Membayangkan, jika hari ini saja, dipandangi-Nya dengan murka?
segala pinta diberi-Nya dengan benci?
Ya Rabb..
Tak terbayangkan betapa celakanya!

Ayok sama-sama meluruskan niat,
everything we do is because of allah.

Membersamai BEM Unsyiah? Aku sudah!!
Ini ceritaku, mana ceritamu?
:)
C u my dear all.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar