Sabtu, 05 Desember 2015

Cinta Anak Muda Kekinian

Cinta Anak Muda Kekinian

Seperti cintanya matahari kepada bumi,
Meski bumi kadang tak melihat matahari, ntah karena malam yang menyelimuti atau karena mendung yang menutupi.
Tapi matahari memberi ruang kepada bumi, agar bumi paham bahwa ada atau tidaknya matahari, langit tetaplah menawan.

Cinta tidak berarti harus selalu berdekatan atau memiliki, bukan?
Tidak selalu bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu.
Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja.
Seperti cinta kita, pada seseorang di masa depan, yang bahkan mungkin belum pernah bertemu sama sekali. Ntah siapa nama, tinggal dimana. Tapi tetap saja masih mencinta tak kenal bosan apalagi lelah.

Matahari pada bumi pun demikian.
Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi.

Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.

Apakah cinta namanya, seorang laki-laki yang minta ditemani makan siang bersama perempuannya, sedang sang perempuan sedang diet, duduk di hadapan lelakinya yang sedang makan dengan lahap?

Apakah cinta namanya, seorang perempuan yang esok harinya ada ujian tengah semester, tapi harus belajar ngadepin laptop dengan headset ditelinga, nelponan berjam-jam dengan lelakinya?

cinta anak muda kekinian adalah cinta seperti matahari pada bumi. Jaraknya jauh dan aman. Tak perlu bertatap muka, atau lama-lama duduk berhadapan.

Cinta anak muda kekinian, seperti matahari dan bumi, yang energi keduanya saling berlipat karena berjarak. Jauh dan aman.

Jika matahari terlalu dekat dengan bumi, apa yang akan terjadi??

Cinta anak muda kekinian, cukup seperti matahari dan bumi, tidak untuk saling berdekatan, tapi cukup di jarak yang aman untuk saling mencintai.

Kamis, 01 Oktober 2015

_suka_


Bagi beberapa orang, baik gadis atau bujang sekalipun,
meski tak begitu yakin, saya kira beberapa orang ada yang menyebutkan “nama” saat memanjatkan doa.

Ya. Menyebutkan nama. Karena adanya harapan untuk sebuah kebersamaan bersama si pemilik nama.

Saat seorang gadis atau bujang menyukai sosok tertentu, maka akan ada harapan yang muncul di hatinya untuk bisa memanfaatkan waktu membersamai si pemilik nama.
Maka tersebutlah “nama” di dalam doa-doanya.

Sedikit berbeda, dengan yang beberapa itu,
Bagi saya dan beberapa orang lainnya, menyebut “nama” dalam doa adalah hal paling horor.

Saya justru lebih senang menikmati rasa penasaran dalam doa-doa yang terpanjatkan.
hingga yang tersebut bukanlah sebuah nama, tapi sebuah pertanyaan, 
“duhai Rabb, kira-kira nanti dengan siapa ya..mmm?”, 
“ah, kira-kira nanti dia akan seperti apa orangnya?...mmm”, 
“apakah nanti dia berasal dari pulau sumatra atau pulau jawa?”

Didalam doa ada pertanyaan-pertanyaan, ada pula semoga-semoga-an.. keduanya saya nikmati saja saat menyampaikan pada Rabb yang paling pengertian.
_suka_
Semua juga pernah rasa!


Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!


Sabtu, 06 Juni 2015

Goldar O, kadang-kadang emang bikin paralyzed

walo gak sepenuhnya bener, nemuin artikel ini di hipwee, bikin aku teringat sama kawan yang goldarnya O.. kok kayaknya artikel ni almost 80% bener ya? wallahua'lam

5 Perihal Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Bergolongan Darah O

 | 
8,062 shares
0

Siapa yang tak kenal dengan tipe golongan darah paling ceria. Itulah golongan darah O. Biasanya orang dengan tipe golongan ini punya sejuta keceriaan dalam hidupnya maupun hidup orang lain. Tapi, sejatinya orang dengan tipe O ini mempunyai misteri dalam dirinya yang tak bisa secara fulgar mereka ungkap kapada orang lain.
walo gak sepenuhnya bener, nemuin artikel ini di hipwee, bikin aku teringat sama si kawan.. kok kayaknya artikel ni almost 80% bener ya? wallahua'lam
Pintarnya, O menyimpan itu semua. Teman dekatnya sekalipun tidak mengerti apa yang ada pada dirinya. Karakter ini biasa dimiliki oleh tipe O. Pahamilah sebelum mulai mengusik hidup mereka yang bergolongan O.

1. Teman dekat ialah sosok yang tipe O butuhkan, karena seringkali dia merasa lemah ketika harus sendiri.

Ketika O sendiri via http://eroge-bu.blogspot.sg/
Kebanyakan dari tipe O adalah orang yang mempunyai jiwa bersosialisasi tinggi. Dia mampu ceria didepan semua orang dan bahkan mampu membuat tawa pada orang-orang disekitarnya. Terutama pada teman dekatnya sendiri. Dia selalu berusaha menyenangkan teman dekatnya sendiri hanya demi ia mampu melihat orang terdekatnya tersenyum dan tertawa.
Tipe O mampu menghapus kesedihan orang lain dengan ribuan tingkah leluconnya. Tapi, disisi lain ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Itulah mengapa tipe O lebih mudah mengeluh saat ia sendiri. Sejatinya ia butuh orang terdekatnya untuk mengerti O, menyemangati O, dan menghibur O seperti yang selalu dilakukan oleh tipe O kepada teman dekatnya agar teman dekatnya mampu tersenyum kembali.
Namun, kenyataannya tipe O selalu kehilangan itu semua. Itulah sebabnya tipe O selalu butuh teman dekat ada disetiap kehidupannya. Karna ia merasa lemah ketika harus sendiri dengan berbagai masalah yang ada.

2. Tipe O ialah orang yang sangat ekspresif. Tak jarang ia mampu romantis dalam moment apapun.

Orang dengan tipe O punya banyak cara untuk mengekspresikan perasaannya. Ibaratnya, orang dengan tipe O punya prinsip "Ekspresikanlah ekspresi itu". Perhatikanlah, ia pasti mereka lebih sering mengekspresikan perasaannya lewat berbagai cara. Pasangan dengan tipe O akan lebih sering mengkodekan suatu keadaan pada pasangannya. Dia harap pasangannya itu bisa peka dengannya, tanpa harus mengungkapkan. 
Bukan hanya pada pasangannya, pada orang lain pun demikian. Itu hanya untuk orang lain tahu apa yang dimaksudkan oleh O. Dan mereka bisa melakukan hal yang dimaksud itu kepada O. Itulah mengapa tipe O lebih sering mengkode, lebih sering puitis.
Kebanyakan dari orang memandang golongan ini suka galau. Padahal itu adalah salah satu cara O untuk mengekspresikan perasaannya. Oleh karena mengekspresikan lewat puisi-puisi itu bak pujangga, itu sebabnya O sering dikira galau. Jangan salah, puitisnya tipe O itu romantis loh. Cobalah cermati!

3. Selayaknya seorang sahabat, dia yang punya golongan darh O punya rasa peduli yang besar pada orang-orang terdekatnya.

Beruntungnya mereka yang punya pasangan/sahabat/terdekat dengan tipe O. Karena tipe O punya perasaan peduli yang luar biasa kepada mereka yang O anggap itu orang-orang yang berarti dalam hidup O. Sebegitu besarnya rasa peduli, kadang O rela meluangkan waktunya untuk mereka, demi sebuah kebersamaan dan kebahagiaan teman/sahabat/pasangannya.
Tipe O kadang kala mampu meninggalkan kesibukanya untuk meluangkan waktu bersama orang-orang terkasihnya. Itulah sebabnya tipe O selalu siap sedia membantu teman, sahabat, atau pasangan ketika mereka membutuhkan pertolongan.
Ironisnya, rasa peduli ini sering disalah artikan. 

4. Sifat nggak enakan-nya itu yang selalu membuat tipe O memikirkan perasaan orang lain.

Tipe O selalu merasa gak enak sama orang lain -- siapapun itu. Entah canggung atau apa, ia tidak bisa mengungkapkan permintaan tolong kepada orang lain. Banyak pertimbangan jika ia harus minta tolong kepada orang lain.
Ia berpikir ribuan kali. Ia terlalu menjaga perasaan orang lain. Anggapan tipe O ini, ia takut jika nanti ia meminta bantuan maka ia akan merepotkan dan mengganggu orang lain. Rasanya itu sulit sekali dibuang. Dia terlalu menjaga perasaan orang lain.
Tetapi, perasaan si O siapa yang mau ngertiin?

5. Tapi kalau Tipe O sudah marah, hati-hati aja karena semuanya pasti bakal kena imbasnya.

Hati-hati kalau menghadapi si O marah. Emosinya tipe O itu hanya sesaat, setelah itu O bakal senyum lagi. Tapi lain halnya jika O sudah memuncak marahnya. Biasanya tipe O butuh waktu untuk sendiri. Sendirinya tipe O ini kadang bikin orang lain bingung gimana cara ngadepinnya. Saat sendiri, O bener-bener merenung dengan pertanyaan.
Kenapa aku mesti marah ke mereka?
Sejatinya, tipe O merasa bersalah sekali ketika ia terpaksa marah dan emosi. Kadang emosinya ke siapa, pelampiasannya ke siapa. Orang terdekat O harus sabar dan siap-siap menghadapi sifat tipe O yang bisa setiap saat meluapkan emosi.
Rasa bersalahnya tipe O, kadang membuat tipe O berpikir keras hingga tujuh turunan (mungkin). Soalnya ia bingung bagaimana cara untuk minta maaf ke mereka. Alhasil tipe O hanya diam ketika emosi sudah reda dan terpaksa bertemu orang-orang yang menjadi pelampiasannya. Tipe O kadang hanya bisa meminta maaf lewat tulisan atau bahkan hanya dalam hati. Karena dia tidak mampu mengungkapkan lewat lisan.
Yang jadi temen deket, sahabat, atau pasangannya tipe O kudu sabar ya. Sejatinya ia gak ingin seperti itu kok, marah-marah dan emosi gak jelas. Tetep bantu dia melewati masalah yang bikin O kesel hingga emosi lalu marah-marah.
Sebenernya tipe O itu butuh pendukung selalu. Ia gak mau sendiri, ia butuh teman yang siap mendengarkan keluh kesahnya. Tapi nyatanya tipe O emang susah kalo disuruh curhat. Dalam hati tipe O sebenernya pengen banget curhat. Oleh karena itu, coba perhatikan cara tipe O mengungkapkan isi hatinya. Perhatikan kode-kode yang diungkapkan O. Karena ia tak mampu mengungkapkan secara langsung.

Untuk mereka yang sedang mencoba memahami orang dengan karakter golongan O. Ini hanya mengulas dari sebagian kebiasaan orang dengan goldar O. Kebenaran atau tidaknya itu tergantung dari persepsi dan kepribadian masing-masing orang. Tidak selalu sama dengan kenyataan sebenarnya. Semoga bermanfaat.
copypaste from hipwee

bye bye.. will not say "see you" anymore


“Bye-bye.. see you”
Adalah kalimat yang sering kita ucapkan di akhir percakapan dengan teman atau sahabat.
Baik itu saat bertemu langsung atau hanya lewat sms.
C u, mengindikasikan bahwa adanya keinginan untuk bertemu lagi dan lagi.
Tapi,
Apa jadinya..jika percakapan kita dengan seorang teman atau sahabat yang selama ini begitu kita percaya, di akhiri dengan kalimat, “bye bye.. will not say see you anymore”
Hahah.
What a crazy right?
Ucapan “bye bye.. will not say see you anymore” mengindikasikan adanya keinginan agar tidak berjumpa lagi dilain waktu.
Kenapa? What’s a problem?
Wallahua’lam. Mungkin itu keputusan terbaik demi kebaikan masing-masing pihak.

Masalahnya,
Bagaimana jika tanpa keinginan sekalipun, disuatu waktu yang tidak ditentukan, disuatu tempat yang tidak direncanakan.. tetiba berjumpa????
Tak ada yang bisa dilakukan. Paling cuma bisa tersenyum penuh tanda tanya. Ingin tanya apa kabar. Segan. Lalu berbalik arah. Jalan ketujuan yang saling berlawanan.

Ah, kehidupan...
Takdirnya sulit diterka-terka..
Orang-orang datang dan pergi, berlalulalang bergentayangan dikehidupan kita.
Teman dan sahabat, datang dan pergi silih berganti, tanpa mampu ditebak siapa yang akan datang siapa yang akan pergi.
Setiap kedatangan dan kepergian seseorang, patutnya disyukuri.
Itu adalah potongan misteri-misteri manis yang telah tertulis dalam kitab-Nya.
Allah yang menentukan dengan siapa kita akan berjumpa, dengan siapa pula kita akan berpisah.

“Bye-bye.. see you”
Bilakah kita rindu plus kangen sejadi-jadinya dengan sahabat yang setiap komunikasi diakhiri dengan “Bye-bye.. see you”  maka sewaktu-waktu akan dengan mudahnya mengambil hape lalu ketik sms.. hi! Apa kabar? Dan seterusnya melanjutkan percakapan dengan sejumlah pertanyaan diselingi canda plus emot ceria. Cukuplah BBM dan whatsup sebagai sarana pengobat rindu sementara.


Parahnya, apa yang bisa dilakukan jika rindu yang menghampiri tertuju pada teman atau sahabat yang pernah kita ucapkan “bye bye.. will not say see you anymore”??
Tentu saja akan berakhir dengan pertanyaan, hi! Apa kabar? Via bbm yang kemudian dihapus lagi sebelum sempat terkirim. Atau bertanya via surel yang alamat emailnya adalah email sendiri? Ah, paling-paling berakhir disepucuk surat puisi rindu yang ujung-ujungnya cuma untuk dibaca sendiri.

Padahal rindu itu kan sederhana?
Kenapa kadang-kadang jadi segitu complicatednya?
Maka,
Berdamailah dengan diri sendiri. Bersabarlah hati.






Sabtu, 05 Desember 2015

Cinta Anak Muda Kekinian

Cinta Anak Muda Kekinian

Seperti cintanya matahari kepada bumi,
Meski bumi kadang tak melihat matahari, ntah karena malam yang menyelimuti atau karena mendung yang menutupi.
Tapi matahari memberi ruang kepada bumi, agar bumi paham bahwa ada atau tidaknya matahari, langit tetaplah menawan.

Cinta tidak berarti harus selalu berdekatan atau memiliki, bukan?
Tidak selalu bahwa cinta itu harus bertemu dan bersatu.
Cinta tanpa pertemuan? Bisa saja.
Seperti cinta kita, pada seseorang di masa depan, yang bahkan mungkin belum pernah bertemu sama sekali. Ntah siapa nama, tinggal dimana. Tapi tetap saja masih mencinta tak kenal bosan apalagi lelah.

Matahari pada bumi pun demikian.
Pada jaraknya yang aman, keduanya justru bersinergi.

Cinta yang baik adalah cinta yang bisa membuat energi keduanya menjadi berlipat. Cinta yang meniadakan salah satu atau bahkan keduanya, itu bukan cinta. Sekalipun ia bilang katanya berkorban.

Apakah cinta namanya, seorang laki-laki yang minta ditemani makan siang bersama perempuannya, sedang sang perempuan sedang diet, duduk di hadapan lelakinya yang sedang makan dengan lahap?

Apakah cinta namanya, seorang perempuan yang esok harinya ada ujian tengah semester, tapi harus belajar ngadepin laptop dengan headset ditelinga, nelponan berjam-jam dengan lelakinya?

cinta anak muda kekinian adalah cinta seperti matahari pada bumi. Jaraknya jauh dan aman. Tak perlu bertatap muka, atau lama-lama duduk berhadapan.

Cinta anak muda kekinian, seperti matahari dan bumi, yang energi keduanya saling berlipat karena berjarak. Jauh dan aman.

Jika matahari terlalu dekat dengan bumi, apa yang akan terjadi??

Cinta anak muda kekinian, cukup seperti matahari dan bumi, tidak untuk saling berdekatan, tapi cukup di jarak yang aman untuk saling mencintai.

Kamis, 01 Oktober 2015

_suka_


Bagi beberapa orang, baik gadis atau bujang sekalipun,
meski tak begitu yakin, saya kira beberapa orang ada yang menyebutkan “nama” saat memanjatkan doa.

Ya. Menyebutkan nama. Karena adanya harapan untuk sebuah kebersamaan bersama si pemilik nama.

Saat seorang gadis atau bujang menyukai sosok tertentu, maka akan ada harapan yang muncul di hatinya untuk bisa memanfaatkan waktu membersamai si pemilik nama.
Maka tersebutlah “nama” di dalam doa-doanya.

Sedikit berbeda, dengan yang beberapa itu,
Bagi saya dan beberapa orang lainnya, menyebut “nama” dalam doa adalah hal paling horor.

Saya justru lebih senang menikmati rasa penasaran dalam doa-doa yang terpanjatkan.
hingga yang tersebut bukanlah sebuah nama, tapi sebuah pertanyaan, 
“duhai Rabb, kira-kira nanti dengan siapa ya..mmm?”, 
“ah, kira-kira nanti dia akan seperti apa orangnya?...mmm”, 
“apakah nanti dia berasal dari pulau sumatra atau pulau jawa?”

Didalam doa ada pertanyaan-pertanyaan, ada pula semoga-semoga-an.. keduanya saya nikmati saja saat menyampaikan pada Rabb yang paling pengertian.
_suka_
Semua juga pernah rasa!


Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!


Sabtu, 06 Juni 2015

Goldar O, kadang-kadang emang bikin paralyzed

walo gak sepenuhnya bener, nemuin artikel ini di hipwee, bikin aku teringat sama kawan yang goldarnya O.. kok kayaknya artikel ni almost 80% bener ya? wallahua'lam

5 Perihal Ini Hanya Dirasakan Oleh Kamu yang Bergolongan Darah O

 | 
8,062 shares
0

Siapa yang tak kenal dengan tipe golongan darah paling ceria. Itulah golongan darah O. Biasanya orang dengan tipe golongan ini punya sejuta keceriaan dalam hidupnya maupun hidup orang lain. Tapi, sejatinya orang dengan tipe O ini mempunyai misteri dalam dirinya yang tak bisa secara fulgar mereka ungkap kapada orang lain.
walo gak sepenuhnya bener, nemuin artikel ini di hipwee, bikin aku teringat sama si kawan.. kok kayaknya artikel ni almost 80% bener ya? wallahua'lam
Pintarnya, O menyimpan itu semua. Teman dekatnya sekalipun tidak mengerti apa yang ada pada dirinya. Karakter ini biasa dimiliki oleh tipe O. Pahamilah sebelum mulai mengusik hidup mereka yang bergolongan O.

1. Teman dekat ialah sosok yang tipe O butuhkan, karena seringkali dia merasa lemah ketika harus sendiri.

Ketika O sendiri via http://eroge-bu.blogspot.sg/
Kebanyakan dari tipe O adalah orang yang mempunyai jiwa bersosialisasi tinggi. Dia mampu ceria didepan semua orang dan bahkan mampu membuat tawa pada orang-orang disekitarnya. Terutama pada teman dekatnya sendiri. Dia selalu berusaha menyenangkan teman dekatnya sendiri hanya demi ia mampu melihat orang terdekatnya tersenyum dan tertawa.
Tipe O mampu menghapus kesedihan orang lain dengan ribuan tingkah leluconnya. Tapi, disisi lain ia tidak bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Itulah mengapa tipe O lebih mudah mengeluh saat ia sendiri. Sejatinya ia butuh orang terdekatnya untuk mengerti O, menyemangati O, dan menghibur O seperti yang selalu dilakukan oleh tipe O kepada teman dekatnya agar teman dekatnya mampu tersenyum kembali.
Namun, kenyataannya tipe O selalu kehilangan itu semua. Itulah sebabnya tipe O selalu butuh teman dekat ada disetiap kehidupannya. Karna ia merasa lemah ketika harus sendiri dengan berbagai masalah yang ada.

2. Tipe O ialah orang yang sangat ekspresif. Tak jarang ia mampu romantis dalam moment apapun.

Orang dengan tipe O punya banyak cara untuk mengekspresikan perasaannya. Ibaratnya, orang dengan tipe O punya prinsip "Ekspresikanlah ekspresi itu". Perhatikanlah, ia pasti mereka lebih sering mengekspresikan perasaannya lewat berbagai cara. Pasangan dengan tipe O akan lebih sering mengkodekan suatu keadaan pada pasangannya. Dia harap pasangannya itu bisa peka dengannya, tanpa harus mengungkapkan. 
Bukan hanya pada pasangannya, pada orang lain pun demikian. Itu hanya untuk orang lain tahu apa yang dimaksudkan oleh O. Dan mereka bisa melakukan hal yang dimaksud itu kepada O. Itulah mengapa tipe O lebih sering mengkode, lebih sering puitis.
Kebanyakan dari orang memandang golongan ini suka galau. Padahal itu adalah salah satu cara O untuk mengekspresikan perasaannya. Oleh karena mengekspresikan lewat puisi-puisi itu bak pujangga, itu sebabnya O sering dikira galau. Jangan salah, puitisnya tipe O itu romantis loh. Cobalah cermati!

3. Selayaknya seorang sahabat, dia yang punya golongan darh O punya rasa peduli yang besar pada orang-orang terdekatnya.

Beruntungnya mereka yang punya pasangan/sahabat/terdekat dengan tipe O. Karena tipe O punya perasaan peduli yang luar biasa kepada mereka yang O anggap itu orang-orang yang berarti dalam hidup O. Sebegitu besarnya rasa peduli, kadang O rela meluangkan waktunya untuk mereka, demi sebuah kebersamaan dan kebahagiaan teman/sahabat/pasangannya.
Tipe O kadang kala mampu meninggalkan kesibukanya untuk meluangkan waktu bersama orang-orang terkasihnya. Itulah sebabnya tipe O selalu siap sedia membantu teman, sahabat, atau pasangan ketika mereka membutuhkan pertolongan.
Ironisnya, rasa peduli ini sering disalah artikan. 

4. Sifat nggak enakan-nya itu yang selalu membuat tipe O memikirkan perasaan orang lain.

Tipe O selalu merasa gak enak sama orang lain -- siapapun itu. Entah canggung atau apa, ia tidak bisa mengungkapkan permintaan tolong kepada orang lain. Banyak pertimbangan jika ia harus minta tolong kepada orang lain.
Ia berpikir ribuan kali. Ia terlalu menjaga perasaan orang lain. Anggapan tipe O ini, ia takut jika nanti ia meminta bantuan maka ia akan merepotkan dan mengganggu orang lain. Rasanya itu sulit sekali dibuang. Dia terlalu menjaga perasaan orang lain.
Tetapi, perasaan si O siapa yang mau ngertiin?

5. Tapi kalau Tipe O sudah marah, hati-hati aja karena semuanya pasti bakal kena imbasnya.

Hati-hati kalau menghadapi si O marah. Emosinya tipe O itu hanya sesaat, setelah itu O bakal senyum lagi. Tapi lain halnya jika O sudah memuncak marahnya. Biasanya tipe O butuh waktu untuk sendiri. Sendirinya tipe O ini kadang bikin orang lain bingung gimana cara ngadepinnya. Saat sendiri, O bener-bener merenung dengan pertanyaan.
Kenapa aku mesti marah ke mereka?
Sejatinya, tipe O merasa bersalah sekali ketika ia terpaksa marah dan emosi. Kadang emosinya ke siapa, pelampiasannya ke siapa. Orang terdekat O harus sabar dan siap-siap menghadapi sifat tipe O yang bisa setiap saat meluapkan emosi.
Rasa bersalahnya tipe O, kadang membuat tipe O berpikir keras hingga tujuh turunan (mungkin). Soalnya ia bingung bagaimana cara untuk minta maaf ke mereka. Alhasil tipe O hanya diam ketika emosi sudah reda dan terpaksa bertemu orang-orang yang menjadi pelampiasannya. Tipe O kadang hanya bisa meminta maaf lewat tulisan atau bahkan hanya dalam hati. Karena dia tidak mampu mengungkapkan lewat lisan.
Yang jadi temen deket, sahabat, atau pasangannya tipe O kudu sabar ya. Sejatinya ia gak ingin seperti itu kok, marah-marah dan emosi gak jelas. Tetep bantu dia melewati masalah yang bikin O kesel hingga emosi lalu marah-marah.
Sebenernya tipe O itu butuh pendukung selalu. Ia gak mau sendiri, ia butuh teman yang siap mendengarkan keluh kesahnya. Tapi nyatanya tipe O emang susah kalo disuruh curhat. Dalam hati tipe O sebenernya pengen banget curhat. Oleh karena itu, coba perhatikan cara tipe O mengungkapkan isi hatinya. Perhatikan kode-kode yang diungkapkan O. Karena ia tak mampu mengungkapkan secara langsung.

Untuk mereka yang sedang mencoba memahami orang dengan karakter golongan O. Ini hanya mengulas dari sebagian kebiasaan orang dengan goldar O. Kebenaran atau tidaknya itu tergantung dari persepsi dan kepribadian masing-masing orang. Tidak selalu sama dengan kenyataan sebenarnya. Semoga bermanfaat.
copypaste from hipwee

bye bye.. will not say "see you" anymore


“Bye-bye.. see you”
Adalah kalimat yang sering kita ucapkan di akhir percakapan dengan teman atau sahabat.
Baik itu saat bertemu langsung atau hanya lewat sms.
C u, mengindikasikan bahwa adanya keinginan untuk bertemu lagi dan lagi.
Tapi,
Apa jadinya..jika percakapan kita dengan seorang teman atau sahabat yang selama ini begitu kita percaya, di akhiri dengan kalimat, “bye bye.. will not say see you anymore”
Hahah.
What a crazy right?
Ucapan “bye bye.. will not say see you anymore” mengindikasikan adanya keinginan agar tidak berjumpa lagi dilain waktu.
Kenapa? What’s a problem?
Wallahua’lam. Mungkin itu keputusan terbaik demi kebaikan masing-masing pihak.

Masalahnya,
Bagaimana jika tanpa keinginan sekalipun, disuatu waktu yang tidak ditentukan, disuatu tempat yang tidak direncanakan.. tetiba berjumpa????
Tak ada yang bisa dilakukan. Paling cuma bisa tersenyum penuh tanda tanya. Ingin tanya apa kabar. Segan. Lalu berbalik arah. Jalan ketujuan yang saling berlawanan.

Ah, kehidupan...
Takdirnya sulit diterka-terka..
Orang-orang datang dan pergi, berlalulalang bergentayangan dikehidupan kita.
Teman dan sahabat, datang dan pergi silih berganti, tanpa mampu ditebak siapa yang akan datang siapa yang akan pergi.
Setiap kedatangan dan kepergian seseorang, patutnya disyukuri.
Itu adalah potongan misteri-misteri manis yang telah tertulis dalam kitab-Nya.
Allah yang menentukan dengan siapa kita akan berjumpa, dengan siapa pula kita akan berpisah.

“Bye-bye.. see you”
Bilakah kita rindu plus kangen sejadi-jadinya dengan sahabat yang setiap komunikasi diakhiri dengan “Bye-bye.. see you”  maka sewaktu-waktu akan dengan mudahnya mengambil hape lalu ketik sms.. hi! Apa kabar? Dan seterusnya melanjutkan percakapan dengan sejumlah pertanyaan diselingi canda plus emot ceria. Cukuplah BBM dan whatsup sebagai sarana pengobat rindu sementara.


Parahnya, apa yang bisa dilakukan jika rindu yang menghampiri tertuju pada teman atau sahabat yang pernah kita ucapkan “bye bye.. will not say see you anymore”??
Tentu saja akan berakhir dengan pertanyaan, hi! Apa kabar? Via bbm yang kemudian dihapus lagi sebelum sempat terkirim. Atau bertanya via surel yang alamat emailnya adalah email sendiri? Ah, paling-paling berakhir disepucuk surat puisi rindu yang ujung-ujungnya cuma untuk dibaca sendiri.

Padahal rindu itu kan sederhana?
Kenapa kadang-kadang jadi segitu complicatednya?
Maka,
Berdamailah dengan diri sendiri. Bersabarlah hati.