Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!


Sabtu, 26 September 2015

Ini Dia Kolaborasi Antara Militer dan Tauhid

Ini dia kolaborasi antara militer dan tauhid: “5 Alasan Kenapa  Kalian Perlu Berbai’at Kepadaku!” Kata Rasulullah SAW..

Ini tentang bai’at.
Tau bai’at? Tidak tau? Oh my god..
Ok. Baca buku shirah! Selami maknanya. Yeup. Makna bai’at.
Sepakat? Biar pinter sejarah tentunya^^

Hah? Gak punya buku shirah?
idieeewww...Gaya aja ngaku cinta rasul, tapi shirah gak punya. Hihi.. malu sama kucing ah.
Hmmm. Ok, pinjem dulu. Di pustaka or sama teman yang udah punya^^
rasulullah
loving rasulullah

Start...
Musim haji..
Tahun 622 M,
“Sampai kapan kita membiarkan Rasulullah saw berkeliling, diusir, dan dilanda ketakutan digunung-gunung Makkah?” mereka saling bertanya-tanya sesamanya.
Ya. Merekalah  70 orang muslim Yastrib yang sedang berhaji di Makkah.
Ternyata...
Sebelum pergi haji, mereka ini udah janjian mau ketemuan sama Rasulullah.
“Ya Rasulullah, insyaallah nanti waktu musim haji tiba, kita ketemuan ya. Hmmm...bagaimana kalo kita jumpaan di bukit Aqabah pada malam-malam tasyriq, biar aman.”

Setelah janjian untuk ketemuan,
Akhirnya musim haji pun tiba, rombongan kaum anshar berangkat ke Makkah.
Mereka masih merahasiakan perihal “janjian” soal ketemuan dengan Rasulullah.
Namun diantara mereka ada seorang bangsawan terhormat yang kala itu masih belum berislam.
Namanya Abdullah bin Amr bin Haram.
“Wahai Abu Jabir, sesungguhnya engkau adalah pemimpin kami. Engkau merupakan orang terhormat diantara kami. Kami tidak ingin jika engkau menjadi bahan bakar api neraka di kemudian hari.”

Akhirnya mereka berhasil mengajak seorang bangsawan bijak diantara mereka, yang kerap dipanggil dengan Abu Jabir itu kedalam agama Islam. ^^... alhamdulillah.
Perihal janjian untuk bertemu dengan rasulullah pun, tak luput mereka sampaikan kepadanya. Akhirnya, mereka mengangkatnya sebagai pemimpin rombongan.

Suatu malam yang telah dinanti-nanti,
setelah tidur sejenak, merekapun berangkat di 1/3 malam yang pekat.
Kemana? Menuju ketempat janjian tentunya.
Masing-masing mengendap-endap dengan langkah hati-hati.
Jumlah mereka 73 orang laki-laki dan 2 orang perempuan.
Hening...
Akhirnya rasulullah saw pun tiba di bukit tempat janjian, disertai oleh pamannya.
Yah, meskipun kala itu paman beliau belum memeluk Islam.
Namun, paman rasul yang bernama Al-Abbas bin Abdul Muthalib itu sangat ingin membersamai  rasul. Dan rasulpun percaya kepadanya.

Permulaan Dialog dan Tanggung Jawab yang Diingatkan Al-Abbas
Kedua belah pihak saling bertatap wajah.
Dialog pun dimulai. Tentu saja untuk mengesahkan jalinan agama dan militer.

“Wahai orang-orang Khazraj, sesungguhnya posisi Muhammad ditengah kami sudah kalian ketahui sendiri” ucap Al-Abbas membuka dialog.
Diapun melanjutkan, “Kami sudah mencegahnya untuk tidak mengusik kami dengan sesuatu yang sudah kita ketahui. Dia adalah orang yang terhormat ditengah kaumnya. Dilindungi di negerinya!”. Semua peserta yang hadir masih hening mendengarkan.
Al-abbas menambahkan, “Bisa saja dia enggan bergabung dan berkumpul bersama kalian. Jika kalian berpikir untuk menyia-nyiakan dan menelantarkan dirinya, setelah dia keluar dari tempatnya untuk bergabung bersama kalian! Jika demikian, maka lebih baik biarkanlah dia sejenak saat ini. Toh, dia orang terhormat dan dilindungi di tengah kaumnya”

Salut banget sama paman nabi yang satu ini, sedemikian cintanya beliau pada Rasulullah SAW. Sehingga memperingatkan siapapun, tak ada yang boleh menyia-nyiakan Nabi saw. Masyaallah.

Next...
Salah satu diantara orang-orang Khazraj yang hadir bangkit dan berkata,”kami sudah mendengar apa yang engkau sampaikan!”
Lalu dia menolehkan wajah ke arah Rasulullah saw, tauladan kesayangannya, “Wahai Rasulullah, putuskanlah apa yang engkau sukai bagi diri engkau dan Rabb engkau” pintanya dengan tatapan penuh cinta namun tegas.
Jawaban ini menunjukkan semangat, hasrat yang menggelora!
Keberanian dan keimanan!
Ketulusan dan kesiapan untuk bertanggung jawab!
Melihat kesiapan mental yang tidak setengah-setengah terpancar dari semua peserta yang hadir, Rasulullah pun merasa yakin.
Jiwa-jiwa mereka terkoneksi satu sama lainnya. Inilah ketersambungan hati yang disebabkan iman. Kekuatannya menguat. Keberaniannya menyambar berani!
Seketika itu juga, Rasulullah SAW menjelaskan segala sesuatunya, hingga selesailah proses bai’at pada malam itu.
Yap. Itulah bai’at aqabah kedua.
(penasaran dengan cerita bai’at pertama? Bacaaaa shirah^^ tersedia di toko buku terdekat di kota anda)

Klausul bai’at
Abu Jabir berkata kepada salah seorang perawi, Al-Imam Ahmad,
“Kami berkata,’Wahai rasulullah, untuk hal apa kami berbai’at kepada engkau?’”
Nah, ini dia klausul bai’at yang disampaikan rasulullah. Penasaran?
Wait...
Ok.
“5 Alasan Untuk Hal Apa Kalian Berbai’at Kepadaku:”
1 Untuk mendengar dan taat, tatkala bersemangat dan malas!
2.  Untuk menafkahkan harta tatkala sulit dan mudah!
3. Untuk menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar!
4. Untuk berjuang karena allah dan tidak merisaukan celaan orang yang suka mencela!
5. Hendaklah kalian menolong jika aku datang kepada kalian! Melindungiku sebagaimana kalian melindungi diri, istri, dan anak-anak kalian! Dan karena semua hal diatas bagi kalian adalah surga!

Wow..
Kira-kira, kalo sekarang kita disuruh berbaiat demikian apakah kita siap?
Tuuu... coba dengar, apa Rasulullah bilang,
Kita disuruh taat saat semangat dan malas! 
Ngakunya cinta rasul, makan nasi molud disana sini, tapiiiii....
Boro-boro taat, yang ada kita cuma pinter maksiat.
Pacaran. Pake celana ketat. Hijab dileher terikat...

Astaghfirullah ya Rabb,
Tenang, kita masi punya waktu untuk perbaikan.
Kapan?
Sekarang!
Iya, sekarang!
Karena cuma sekarang waktu yang pasti kita punya.
Sekaranglah waktu yang tepat untuk bertobat.
Besok?
Who knows, masih bernafas atau sudah diliang lahat!

Lanjuuuttt...
Nah, ternyata, tentang klausul yang terakhir ada sedikit versi lain,
Ibnu Ishaq meriwayatkan: Ka’b berkata, “lalu Rasulullah melanjutkan perkataannya, ‘bacalah oleh kalian Al-Quran! Berdo’alah kepada Allah! Sebutkan harapan-harapan untuk Islam!’ kemudian beliaupun bersabda, ‘aku membai’at kalian, agar kalian melindungiku sebagaimana kalian melindungi istri dan anak-anak kalian.”

Dengan sedikit merinding, saya menuliskan ini..

Kemudian Al-barra’ bin Ma’rur serta merta bangkit dan memegang tangan rasulullah saw sambil berkata dengan mata berbinar pertanda siap, “Benar! Demi Yang Mengutus Engkau dengan benar, kami benar-benar akan melindungi engkau sebagaimana kami melindungi istri-istri kami. Maka, bai’atlah kami wahai Rasulullah. Demi Allah, kami adalah orang-orang yang mahir dalam perang dan mengepung musuh. Kami mewarisinya sejak dahulu”

Al-Barra yang belum selesai berbicara dengan rasulullah, tetiba diinterupsi oleh Abul Haitsam bin At-Taihan,”Wahai Rasulullah, sesungguhnya saat ini diantara kami dan orang-orang Yahudi ada hubungan persahabatan. Jika kami memutuskan hubungan itu dengan mereka, apakah ada kemungkinan, jika Allah sudah memenangkan engkau, lalu engkau pergi meninggalkan kami??”

Sambil tersenyum^^ rasulullah bersabda,”Darah dengan darah. Kebinasaan dengan kebinasaan. Aku adalah bagian dari kalian! Dan tentu saja kalian adalah bagian dari diriku. Aku memerangi siapapun yang memerangi kalian dan berdamai dengan siapapun yang berdamai dengan kalian.”
Akhirnya...
Setelah klausul-klausul bai’at ditetapkan secara mantap, maka dimulailah pelaksanaan bai’at dengan cara berjabat tangan.

Jabir menuturkan, “Kemudian kami yang laki-laki bangkit menghampiri rasulullah secara bergiliran, lalu beliau membaiat kami dan menjanjikan surga kepada kami.”

Adapun kepada dua orang wanita yang ikut hadir untuk dibai’at, cukup dengan perkataan saja, karena rasulullah saw sama sekali tidak pernah berjabat tangan dengan wanita nonmahram.


Ok. Done.
Ini secuil resume shirah yang sempat kutulis.
Write and share :D

Sumber:  Bab Baiat Aqabah Kedua. Halaman 165-168.

Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury. 2007. Sirah Nabawiyah. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar

Sabtu, 19 September 2015

Bersyukur

_Bersyukur_

Bukankah bersyukur itu adalah cara terbaik untuk menjadi lebih baik?
Bagiku, YA.

Aku ingin berbagi tentang satu episode bersyukur dalam hidupku.
Ada hal yang selalu ku syukuri sejak umurku menginjak duapuluhan,
Dan.. hal ini asik sekali buatku.

Hmmm...
Sebenarnya sederhana saja, tapi sangat bermakna buatku pribadi.
Yaitu, aku bisa makan banyak sekali tanpa perlu khawatir naik berat badan.
Nah, kenapa juga tadi aku katakan mulai bersyukur tentang hal ini sejak umur duapuluhan?
Karena dulu, waktu jaman kita masih SMP dan SMA, siapa juga yang peduli dengan berat badan. Hihi J kita mah dulu pas jaman unyu cuma peduli tentang lulus UN, hahah

Nah, mulai sadarnya saat kita udah di bangu kuliahan.
Temen-temen cewek disekitaranku, mulai heboh dengan diet ini itu.

Ada yang satu hari cuma makan apel doank, ada yang gak mau makan nasi, ada yang cuma makan pisang doank, ada juga program diet yang NO salt No Sugar No Oil, kebayang gak sih makan ikan direbus? Oh God
Terus nasi diganti dengan kentang rebus???
Oh Rabb...

Mulai menyadari tentang penderitaan mereka,
Serta merta akupun bersyukur, thanks Rabb, aku selalu bisa makan sebanyak apapun semauku gak pake rasa takut. Yeup, gak takut gemuk.

Yang paling gak disangkanya, rasa syukurku semakin menjadi-jadi saat iklan obat-obat pelangsing ini itu berseliwiran di timeline facebook ku, ah, lagi-lagi terimakasih ya Allah, aku gak perlu repot beli slimmer dan teh herbal merk dagang manapun demi melangsingkan tubuh.

Bayangin aja, obat-obat begituan, harganya mahal euyyy.. sayang uang ah.
Walah, rempong banget jadi perempuan rupanya yak? Untung alhamdulillah wa syukurillah, aku gak perlu ngerasain repot yang begituan...

Nah, ada beberapa hal mengapa aku merasa bersyukur terhadap kondisi bisa makan sebanyak apapun tanpa perlu takut gemuk:

1. Pertama karena aku bisa fokus pada hal-hal yang berbau intelektualitas dan spiritualitas, bukan mengerahkan energi untuk ngurus berat badan.
Alhamdulillah.

2. Kedua, karena aku gak perlu ngeluarin uang untuk beli slimmer (pelangsing) ini itu demi nurunin berat badan, so uangnya bisa digunakan untuk hal yang lebih crucial

3. Ketiga, karena aku gak perlu nahan nafsu, kalo pengen makan banyak ya langsung aja. Aku juga gak perlu bersabar untuk tidak makan banyak. No way. So, Aku bisa makan bentar-bentar, banyak-banyak. alhamdulillah
Sehingga aku bisa fokus pada hal-hal lain dalam hal menahan nafsu dan bersabar. Seperti mengerahkan energi untuk bersabar saat kalah berkali-kali di kompetisi ini itu, bukan bersabar supaya gak makan banyak padahal undangan makan banyak :), apalagi dirumah, makanan adalah hal yang selalu tersaji di depan mata, gak pagi siang sore sampe malam J

Selidik punya selidik, ternyata dari tadi aku ngulang-ngulang masalah BISA MAKAN BANYAK, iya kan? Hihi ^^
Bukan BISA MAKAN APAPUN...
alhamdulillah, aku bukan penggila junkfood. Bukan fans berat indomie apalagi popmie, bukan juga langganan bakso goreng.
Tapiii, aku selalu lahap ngadepin rendang, ayam goreng, ayam semur, tiram, udang tumis, ayam presto, segala macam olahan daging, gulai kambing, gulai ini gulai itu, plus selalu pake nasi. Dalam satu hari aku makan nasi antara 3 sampai 5 kali, alhamdulillah.

Ah, gak bisa bayangin deh, makan ayam semur pake kentang rebus sebagai pengganti nasi. Omg ^^
Atau ikan rebus, karena gak boleh digoreng, No Minyak katanya, kata salah satu program diet.
Lagi lagi alhamdulillah...

Well...Supaya selalu fresh, olahraga itu wajib. Biasanya aku dkk jogging di BP, sebulan sekali sih, hahah..tapiii.. di rumah, i am always dancing. I love all genre of dance. Biasanya nari saman, kadang-kadang nari melayu juga, sesekali nari k-pop juga sih.. harga 2 jam jogging di BP sama dengan dancing 30 menit di kamar loe. 
Hemat sis... ^^ hemat waktu, hemat uang juga...

So, Keep your body stay fresh and proporsional :D
Salam sehat.. love your food^^ eat them up!